Loading...

Jerami Sebagai Bahan Pakan Ternak

Jerami Sebagai Bahan Pakan Ternak
Jerami padi mempunyai potensi besar sebagai pakan ternak ruminansia, terutama sebagai sumber serat. Ketersediaan jerami padi di berbagai daerah cukup banyak, bahkan melimpah pada musim panen padi. Akan tetapi, kualitas gizi jerami rendah, yang ditandai oleh rendahnya kandungan protein dan tingginya kandungan silika dan liginin, sehingga kecernaan jerami padi rendah. Untuk itu perlu adanya perlakuan terhadap jerami agar mempunyai kualitas yang baik sebagai pakan ternak. Nilai manfaat setiap bahan pakan bergantung pada beberapa faktor, antara lain kandungan nutrisi pakan dan daya cerna dari nutrisi tersebut. Pakan ternak yang baik mengandung: 1) Roughage (massa hijauan) lebih dari 18%. Sumber hijauan adalah rumput gajah, daun kacang tanah, dan jerami padi; 2) Konsentrat kurang dari 18%. Sumber konsentrat adalah dedak padi (bekatul), tepung jagung, dan tepung ikan; 3) Feed suplemen dan feed additives yang dapat berbentuk protein, vitamin suplemen, atau mineral suplemen; Untuk menggantikan rumput segar, jerami padi dapat menggantikan hingga 10%, tetapi bila digunakan bersamaan dengan konsentrat, jerami padi dapat menggantikan rumput hingga 30% untuk kambing dan domba.Jerami - Urea -TetesPenambahan 1,5 % urea dan 3 % tetes pada jerami padi kering yang kemudian disimpan selama 21 hari dapat meningkatkan kualitas pakan menjadi setara dengan rumput gajahJerami Padi Amoniasi Urea (JPAU)Menggantikan umput gajah dengan jerami yang diberikan perlakuan urea amonia, nyata menaikan konsumsi protein kasar dan menurunkan komponen serat.Jerami padi amonia (ditambah 2-4% N Urea) yang diperam dan selama 2 dan 4 minggu memberikan pengaruh sangat nyata terhadap daya cerna ransum domba lokal. Pemberian JPAU sebesar 6% dari bobot kering jerami dan diperam selama 14 s/d 28 hari menunjukan bahwa : 1) peningkatan bobot badan sapi potong lebih tinggi dibandingkan nonamonisasi; 2) dapat digunakan sebagai pengganti rumput pada ramsum penggemukan domba; 3) dapat digunakan sebagai pengganti rumput pada ransum sapi perah dengan produksi susu sekitar 10 liter/ekor/hariJerami Kalsium – Cattle MixPenambahan Ca dan cattle-mix pada jerami padi dapat meningkatkann konsumsi pakan sapi Madura berumur 1,5-2 tahun, hal ini disebabkan oleh meningkatnya palabilitas pakan tersebut. Penambahan cattle-mix yang dikombinasikan dengan kalsium dan/atau sulfur mempunyai tendensi meningkatkan pertambahan bobot badan dan efesiensi pakan sapi Madura.Kecernaan dan mutu bahan organik dari jerami padi yang diberi 3% kapur + 2% urea dan diinkubasi selama 20 hari lebih baik dibandingkan dengan hanya diberi kapur (5%). Jerami yang diberi kapur dan urea mengalami perubahan , yaitu pH-nya terus meningkat selama inkubasi dan menimbulkan bau amoniak. Jerami yang hanya diberi kapur mengalami penurunan pH dan mengeluarkan bau alkohol dan ditumbuhi jamur.Umur panen dan tinggi pemotongan batang padi mempengaruhi kualitas jeramiPemangkasan daun padi mengubah komposisi kimia organik dan kualitas jerami. Semakin tua umur tanaman padi semakin turun kandungan protein kasar, tetapi semakin naik kandungan neutral detergent fiber (NDF) dan acid detergent fiber (ADF). Perlakuan terbaik untuk kualitas jerami padi adalah dipotong setinggi 25 cm dari permukaan tanah pada 30 HST. Sumber : Badan Libang Pertanian. 2007Ganbar : https://www.youtube.com/watch?v=m1M4GeG0CtMPenulis Marwati (Pusat Penyuluhan Pertanian-BPPSDMP-Kementan