JUMLAH ANAKAN PADI POLA TANAM JAJAR LEGOWO 4 : 1 (Pengamatan Petak Percontohan) Oleh : Deni Muhamad S, STP Tanam jajar legowo adalah cara tanam padi sawah dengan pola tanam beberapa barisan tanaman yang diselingi satu barisan kosong. Tanaman yang seharusnya ditanam pada barisan yang kosong dipindahkan sebagai tanaman sisipan di dalam barisan. Pada prinsipnya tanam jajar legowo adalah rekayasa pola dan jarak tanam. Seperti diketahui bahwa pertumbuhan tanaman pinggir petakan selalu bertumbuh dengan baik, dari jumlah anakan maupun perkembangan malai dan biji selalu lebih baik dibandingkan tanaman di bagian tengah petakan. Hal ini dikarenakan tanaman di pinggir petakan akan memanfaatkan sinar matahari dengan lebih optimal. Oleh karena itu, untuk mendapatkan efek pinggiran petakan maka harus ada barisan tanaman yang dikosongkan. Efek samping dari penerapan pola tanam ini adalah mempermudah dalam pemeliharaan tanaman baik itu penyiangan, pemupukan maupun pengendalian hama penyakit. Alih-alih ada pengurangan populasi tanaman akibat adanya ruang kosong, tapi sesunggunya ada penambahan populasi tanaman. Tanaman yang disisipkan diantara tanaman sisi jajar legowo jumlah nya lebih banyak dibandingkan barisan legowo yang dikosongkan. Jumlah penambahan populasi tanaman tergantung pola jajar legowo yang dipakai. Pola tanam jajar legowo tediri dari : Jajar legewo 2 : 1 Cara tanam padi dimana setiap dua baris tanaman diselingi oleh satu barisan kosong yang memiliki jarak dua kali dari jarak tanaman antar baris sedangkan jarak tanaman dalam barisan adalah setengah kali jarak tanam antar barisan. Dengan demikian jarak tanam pada sistem jajar legowo (2 : 1), contoh jarak tanam 20 cm adalah : 20 cm (antar barisan) X 10 cm (barisan pinggir) X 40 cm (barisan kosong). Jajar legowo (2 : 1) peningkatan populasinya adalah 100 % X 1(1 + 2) = 30 % 2. Jajar legowo (3 : 1) Adalah cara tanam padi dimana setiap tiga baris tanaman diselingi oleh satu barisan kosong yang memiliki jarak dua kali dari jarak tanaman antar barisan. Modifikasi tanaman pinggir dilakukan pada baris tanaman ke-1 dan ke-3 yang diharapkan dapat diperoleh hasil tinggi dari adanya efek tanaman pinggir. Prinsip penambahan jumlah populasi tanaman dilakukan dengan cara menanam pada setiap barisan pinggir (baris ke-1 dan ke-3) dengan jarak tanam setengah dari jarak tanam antar barisan. Jajar legowo (3 : 1) peningkatan populasinya adalah 100 % X 1 (1 + 3) = 25 % 3. Jajar legowo (4 : 1) adalah cara tanam padi dimana setiap empat baris tanaman diselingi oleh satu barisan kosong yang memiliki jarak dua kali dari jarak tanaman antar barisan. Dengan sistem legowo seperti ini maka setiap baris tanaman ke-1 dan ke-4 akan termodifikasi menjadi tanaman pinggir yang diharapkan dapat diperoleh hasil tinggi dari adanya efek tanaman pinggir. Prinsip penambahan jumlah populasi tanaman dilakukan dengan cara menanam pada setiap barisan pinggir (baris ke-1 dan ke-4) dengan jarak tanam setengah dari jarak tanam antar barisan. Jajar legowo (4 : 1) peningkatan populasinya adalah 100 % X 1 (1 + 4) = 20 % Perkembangan anakan padi, jumlah perkembangan anakan padi dipengaruhi oleh sebagai berikut : Varietas padi, Setiap varietas padi memiliki batas kemampuan dalam memproduksi anakan, maka pilih varietas yang kemampuan anakan paling banyak. Umur benih, Bibit padi dengan umur benih muda akan mampu memproduksi anakan lebih banyak dibandingkan dengan tanaman dengan bibit tua. Bibit muda dalam hal ini waktu yang digunakan dalam persemaian relatif singkat yaitu 15 – 20 hari. Bibit yang ditanam usia muda akan berkembang dan menghasilkan anakan yang paling optimal. Media tanam, Lakukan pengolahan tanah sempurna agar perakaran tanaman dapat berkembang dengan sempurna. Gunakan pupuk organik agar kegemburan tanah dan bahan organik tanah tetap terjaga. Cara penanaman bibit, Cara penanaman bibit yang tepat adalah dengan tanam dangkal dan gunakan 1-2 batang bibit saja. Semakin dalam pangkal batang dibenamkan di tanah maka akan mempersulit keluarnya anakan. Unsur hara berimbang pada masa vegetatif, Masa vegetatif adalah saat dimana tanaman tumbuh dan berkembang biak, pada saat ini unsur hara sangat dibutuhkan. Gunakan pupuk unsur nitrogen dan phospor pada masa vegetatif. Sistem pengairan, Tanaman padi tidak membutuhkan air yang tergenang sepanjang hari. Gunakan pengairan secara berselang sehingga memberikan kesempatan anakan untuk berkembang. Jarak tanam, Semakin rapat jarak tanam maka kemampuan tanaman dalam memproduksi anakan semakin sedikit karena ruang untuk berkembang semakin sempit. Oleh karena itu gunakan jarak tanam yang sesuai dan gunakan pola tanam jajar legowo. Hasil pengamatan Petak percontohan dilakukan di lahan kelompok tani tirtamekar dengan petani penggarap bapak Sarkim, luas areal lahan yang digunakan 0,14 ha. Periode tanam bulan april – agustus 2019. Varietas benih inpari 43, pola tanam jajar legowo 4 : 1 dengan cara tanam 2 batang perlubang tanam dan jarak tanam 25 x 12,5 x 50 cm. Pengamatan jumlah anakan padi produktif dilakukan pada saat panen dengan mengambil 2 petak tanam. Pengamatan dilakukan pada rumpun tanaman utama dan rumpun tanaman sisipan. Hasil pengamatan rata-rata jumlah anakan petak 1 adalah 19 anakan produktif pada rumpun tanaman utama dan 14 anakan produktif rumpun tanaman sisipan. Rata-rata jumlah anakan produktif petak 2 pada rumpun tanaman sisipan 20 anakan dan rumpun tanaman sisipan sebanyak 12 anakan. Hasil ubinan 6,15 kg per petak ubinan setara dengan 84,64 kw/ha gkg. Komoditas : Padi Sawah Lokasi : Desa Tirtawangunan Luas lahan : 0,14 Petani penggarap : Sarkim Kelompok tani : Tirtamekar Varieatas padi : Inpari 43 Musim tanam : MT 2 (April - Agustus 2019) Pola jajar legowo : 4:1 Jumlah tanam : 2 batang perlubang tanam Jarak tanam : 25x12,5x50 cm Produktivitas (ubinan) : 84,6 kw/ha gkg Jumlah anakan (rumpun utama) jumlah anakan (rumpun sisipan) Petak pengamatan 1 21 19 20 14 13 17 Petak pengamatan 2 20 22 18 13 11 12 sumber referensi : situs bbpadi.litbang.pertanian.go.id situs sekarmadjapahit.wordpress.com