Loading...

KAJI TERAP TEKNOLOGI BUDIDAYA DAN PASCA PANEN PADI SAWAH DI KABUPATEN BEKASI

KAJI TERAP TEKNOLOGI BUDIDAYA DAN PASCA PANEN PADI SAWAH  DI KABUPATEN BEKASI
Pangan merupakan kebutuhan dasar bagi manusia, yang pemenuhannya menjadi hak asasi setiap masyarakat Indonesia guna mewujudkan sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas untuk melaksanakan pembangunan. Dalam struktur pangan nasional, beras merupakan salah satu komoditas yang paling strategis dan dominan dari kelompok padi-padian. Oleh karena itu, produksi dan ketersediaannya harus terjamin secara kontinyu agar tidak menimbulkan gejolak ekonomi, politik, sosial dan keamanan. Untuk menjamin ketersediaan produksi beras nasional, Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai gerakan yang melibatkan semua pemangku kepentingan melalui program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). Surplus beras yang dicapai Indonesia pada tahun 1984, sulit dipertahankan lagi. Saat ini, Indonesia menjadi salah satu negara pengimpor beras . Produksi padi nasional yang tidak dapat dipertahankan karena produksi di tingkat petani semakin lama semakin menurun, yang berakibat tidak dapat memenuhi kebutuhan penduduk yang justru malah semakin lama semakin meningkat, dalam hal ini pemerintah berupaya mengadakan Kegiatan Pemberdayaan Petani Melalui Kaji Terap Teknologi Budidaya dan Pasca Panen Padi Sawah. Kegiatan yang diprakarsai oleh Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4KKP) Kabupaten Bekasi, yang pada tahun 2013 ini dilaksanakan di Kelompok Tani Balong 01, Desa Tanjungbaru Kecamatan Cikarang Timur. Kegiatan ini dimulai pada musim tanam gadu 2013, tepatnya mulai tanggal 22 Maret sampai dengan 5 September 2013, dimulai dengan sosialisasi melalui kegiatan pembelajaran (pelatihan) serta pertemuan di kelompok tani dalam rangka meningkatkan kemampuan petani dalam pengambilan keputusan serta memberikan respon yang positif khususnya dalam menerapkan teknologi pada kegiatan kaji terap tersebut. Untuk lebih meyakinkan petani dalam penerapan teknologi pada budidaya tanaman padi sawah secara PTT, juga dilaksanakan Demonstrasi area (Demarea), demarea ini dilaksanakan di lahan seluas 10 Ha yang ada di dalam area kelompok tersebut. Demarea ini dilaksanakan oleh 8 orang petani. Berikut adalah hasil produksi dan produktivitas Kaji Terap Teknologi Budidaya dan Pasca panen Padi melalui penerapan PTT, Produksi dalam plot legowo 8:1 adalah 83,80Ku/Ha, Produksi dalam plot legowo 2:1 dan legowo 4:1 adalah 96,52 ku/Ha dan produksi di luar plot adalah 68,45 Ku/Ha. Dilihat dari hasil produksi tersebut ternyata kaji terap teknologi budidaya dan pasca panen sawah sangat tepat diterapkan di setiap kelompok tani, karena akan diperoleh dampak yang positif dan pengaruhnya sudah jelas dapat meningkatkan produksi dan produkstivitas per satuan luas. Ke depannya diharapkan akan lebih banyak lagi kaji terap teknologi budidaya dan pasca panen padi sawah agar dapat memacu para petani dalam mengadopsi teknologi terbaru sehingga program pemerintah dalam pencapaian produksi beras 10 juta ton dapat terlaksana. (Penulis: Nurlita, S.Pt THLTBPP Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi)