Loading...

KAJI TERAP TEKNOLOGI PADI SAWAH TADAH HUJAN

KAJI TERAP TEKNOLOGI PADI SAWAH TADAH HUJAN
Pelaksanaan Kaji Terap memiliki dua tujuan, yaitu : meyakinkan paket teknologi usaha tani yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan serta kondisi usaha tani dan sosial ekonomi petani di wilayah tertentu, dan mempercepat penyebaran informasi teknologi pertanian yang telah direkomendasikan secara umum. Penerapan Kaji Terap memiliki beberapa manfaat, yaitu : mengurangi resiko kegagalan usaha tani melalui pemilihan teknologi yang paling sesuai dengan usaha tani terpadu, meningkatkan keyakinan kontak tani mengenai teknologi pertanian yang akan diterapkan oleh petani, meningkatkan efisiensi usaha tani dan informasi pertanian, menyiapkan kontak tani untuk menjadi demonstrator yang bersifat motivator dan atau pelatih bagi tani, dan (v) mengembangkan kemampuan penyuluh. Pelaksanaan kaji terap di suatu wilayah kecamatan atau BPP, sebaiknya diawali dari lahan BPP atau oleh kontak tani/petani yang diharapkan akan diperoleh teknologi yang benar-benar diyakini dan dapat direkomendasikan sebagai anjuran teknologi spesifik lokasi untuk wilayah tersebut. Selanjutnya, untuk meningkatkan keyakinan petani maka teknologi tersebut dapat didemontrasikan di lahan petani dalam skala yang lebih luas (1 ha) dan selanjutnya bisa diterapkan lagi oleh kelompok tani dalam hamparan yang lebih luas. Pada musim MT 2 tahun 2021 ini masih dalam rangkaian kegiatan Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif lahan Sawah Tadah Hujan (RPIK LSTH ) yang dilaksanakan di desa Prantaan maka untuk kegiatan Kaji Terapnya di laksanakan di poktan Margo sari desa Jeruk. Kaji Terap Ini Bertujuan untuk mengetahui rekomendasi pemupukan sesuai dosis anjuran pemerintah dengan dosis pemupukan ala petani dengan menanan tiga varietas padi sawah tadah hujan yaitu Cakrabuana, Inpari 43 dan inpago 8. admin blora: Anis Khairunisa (Bogorjo); Sri endah M, SP.