Loading...

Kebersamaan Korluh dan Penyuluh Tanam Jarwo di Lahan BPP Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro

Kebersamaan Korluh dan Penyuluh Tanam Jarwo di Lahan BPP Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro
Kementerian Pertanian sudah banyak meluncurkan teknologi budidaya pertanian untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi. Salah satu teknologinya adalah dengan tanam menggunakan jarak tanam jajar legowo (jarwo). Nilai lebih jarak tanam jarwo di antaranya adalah:1. Seluruh rumpun tanaman mendapat pengaruh tanaman pinggir (border effect). Pertumbuhan merata dan serempak karena mendapat sinar matahari (simat) yang merata dari pucuk sampai pangkal tanaman. 2. Perawatan lebih mudah khususnya dalam pemupukan dan penyemprotan.3. Dapat mengurangi serangan OPT, dengan adanya lorong yang lebar kelembaban dapat terjaga.4. Menghemat penggunaan pupuk, karena yang dipupuk hanya di bagian dalam barisan tanaman saja.5. Jarwo meningkatkan produktivitas 7-14%. Tetapi realita di lapangan masih banyak petani yang belum mampu dan mau menyerap teknologi ini. Menurut petani salah satu faktor penyebabnya adalah cara tanamnya sulit dan memerlukan waktu yang lama. Sebenarnya ini hanya masalah belum terbiasa saja. Kalau regu tanam sudah mahir semua akan biasa saja. Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro memahami persoalan tersebut. Agar petani mau belajar tentang jarwo, lahan sawah di BPP Sugihwaras musim hujan tahun ini tanaman padinya menggunakan jarak tanam jarwo 2:1. Selain untuk mendongkrak produktivitas, jarwo ini juga sebagai percontohan untuk anggota kelompok tani yang ingin mempraktekkan tanam jarwo. Senin, (21 Desember 2020) Koordinator Penyuluh dan penyuluh lapang bersama regu tanam ikut membaur menanam padi varietas Inpari 32 HDB di sawah yang berada di belakang kantor BPP tersebut. Di Bojonegoro varietas Inpari 32 HDB saat ini banyak ditanam petani. Di lapangan varietas ini sudah terbukti tinggi produktivitasnya. Menurut diskripsi rerata hasil 6,30 ton/hektare GKG, potensi hasil 8,42 ton/hektare GKG. Selain itu rasa nasi enak dan pulen, kadar amilosa 23,46%. Tingkat rendemen tinggi, juga tahan penyakit hawar daun bakteri (HDB) yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas Oryzae. Menanam padi jarak tanam jarwo di BPP Sugihwaras ini sesuai dengan Fungsi dan Peran BPP Kostratani, diantaranya yakni BPP Kostratani sebagai pusat pembelajaran melalui percontohan pengembangan model usaha tani bagi pelaku utama dan pelaku usaha. Ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2019 tentang Komando Strategis Pembangunan Pertanian. Farida Pangestuning Rahaju, SP. PPL BPP Sugihwaras