Loading...

Kebutuhan Hara Tanaman Mangga

Kebutuhan Hara Tanaman Mangga
Dalam budidaya tanaman sehat, berbagai faktor dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, seperti fase perkembangan tanaman, faktor lingkungan, ketersediaan hara, dan pemeliharaan tanaman. Fase Perkembangan Tanaman ManggaSecara umum, mangga mengalami fase pertumbuhan vegetatif dan generatif (reproduksi) untuk pembentukan bunga buah sebagai berikut:1. Calon batang bawah:• Perkecambahan biji mangga: kira-kira 7 hari;• Persemaian : + 6 – 8 minggu atau 8 – 12 bulan.2. Calon batang atas:• Pemangkasan 1 fase pertumbuhan pohon induk;• Pertumbuhan tunas 3 – 5 entris;• Tumbuh tunas baru (2-3 bulan).3. Kegiatan sambung (menyatukan batang bawah dengan batang atas);4. Pertunasan: + 6 minggu;5. Benih siap tanam: + 6 – 7 bulan;6. Pemangkasan 1: + 1 tahun;7. Pemangkasan 2: + 1 tahun;8. Fase berbunga dan berbuah: 2-3 tahun. Tanaman mangga merupakan tanaman tahunan dan umurnya dapat mencapai puluhan tahun. Dalam perkembangan generatifnya, mangga mengalami fase berbunga dan berbuah. Kebutuhan Hara Tanaman ManggaAgar tumbuh baik dan sehat, tanaman mangga membutuhkan berbagai macam zat hara, antara lain: Nitrogen, merupakan unsur yang paling membatasi pertumbuhan tanaman. Bentuk utama dari N yang tersedia dalam tanah adalah ion-ion nitrat (NO3) dan ammonium (NH4). Nitrat sangat mudah larut dalam air, sehingga bila tidak dimanfaatkan oleh tanaman atau jasad renik maka nitrat akan hilang tercuci. Fosfat, ketersediaan fosfat dalam tanah tergantung pada pH tanah. Pada pH 5-7, fosfat dalam bentuk mono atau dikalsium fosfat merupakan hara yang tersedia bagi tanaman. Kalium, cenderung berada dalam keadaan rendah pada tanah-tanah organik. Pencucian Kalium berbeda-beda tergantung tipe liat dan jumlah bahan organik dalam tanah. Kalsium, terutama berpengaruh terhadap aktivitas mikroba tanah, pH, dan penyerapan ion-ion lainnya. Magnesium, biasanya pada tanah-tanah pasir, masam, dan di daerah yang lembab sering terjadi kekurangan Magnesium. Sulfur, sumber utama Sulfur dalam tanah adalah bahan-bahan organik, jadi defisiensi Sulfur terjadi pada tanah-tanah yang rendah bahan organiknya dan jauh dari daerah industri Boron seng, Tembaga dan Molybdenum, Di daerah-daerah yang diusahakan secara intensif jarang terjadi defisiensi zat hara ini. Penggunaan Pupuk OrganikPenggunaan pupuk organik (seperti pupuk kandang, kompos) berguna untuk:1. Menyediakan unsur hara mikro dalam jumlah yang memadai karena kebutuhan unsur mikro tidak dapat dipenuhi dari penggunaan pupuk anorganik manapun;2. Membentuk tekstur tanah menjadi butiran yang besar dan gembur, sehingga memudahkan kegiatan penggemburan tanah, pembuatan parit untuk pemupukan, dan dapat menyediakan aerasi yang baik untuk ketersediaan udara dan air (dalam bentuk kelembaban tanah);1. Menyediakan media pertumbuhan yang baik dan bersih. Pupuk organik yang dibuat berasal dari bahan organik yang bebas hama dan penyakit serta mengandung agens hayati yang dapat membantu mengusir hama dan penyakit. Karena itu, pembuatan pupuk organik harus memenuhi standar. Pupuk kandang dan kompos mengandung semua jenis zat hara, sedangkan pupuk buatan biasanya hanya mengandung 1 atau 2 zat hara. Apabila pupuk kandang tidak tersedia atau tidak dapat mencukupi jumlah N, P, dan K yang dibutuhkan, maka harus dicari sumber lain (pupuk buatan) untuk mencukupi kebutuhan hara tanaman. Defisiensi HaraUntuk mengetahui kecukupan hara tanaman, maka perlu dilakukan analisis daun, Analisis tanah dan daun bertujuan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan zat hara pada tanaman. Analisis tanah dan daun sangat diperlukan agar rekomendasi untuk pemupukan dapat diberikan dengan tepat sesuai keadaan tanah tanaman mangga yang akan ditanam agar dapat tumbuh optimal. Apabila tanaman mengalami kekurangan zat hara, maka akan terlihat gejala-gejala tertentu terutama pada daun. Setiap kekurangan zat hara tertentu akan memperlihatkan gejala yang spesifik. Apabila petani dapat mengenal gejala akibat defisiensi hara tertentu, maka petani dapat melakukan tindakan saat gejala tersebut muncul. Tanaman mangga yang tidak diberi pupuk secara tepat, dapat mengalami defisiensi hara terutama zat Kalium/Potassium (K) dan Seng/Zinc (Zn). Gejala defisiensi Kalium berupa pencoklatan pada tepi daun yang tua dan seluruh bagian daun menjadi hijau kekuningan. Gejala defisiensi Seng terlihat dengan bentuk daun yang abnormal yaitu melengkung dan kecilPenulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat)Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan