Di Kabupaten Temanggung, petani merupakan golongan penduduk yang jumlahnya paling besar, sekaligus juga penduduk yang tingkat kesejahteraannya masih rendah. Usaha untuk meningkatkan pendapatan petani yang umumnya bertempat tinggal di perdesaan tidaklah mudah. Salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk pedesaan diantaranya dengan penerapan teknologi dalam sektor pertanian. Ciri khas teknologi yang dapat dikembangkan di pedesaan adalah teknologi tersebut bersifat tepat guna, teknologi yang secara langsung menyentuh berbagai kepentingan dan kebutuhan serta masalah masyarakat pedesaan. Diantara bentuk penerapan teknologi di sektor pertanian adalah dengan memperbaiki cara berusaha tani. Petani telah menyadari bahwa mereka tidak mungkin bertahan hanya dengan melakukan cara bertani seperti di masa lalu. Dalam rangka memperbaiki cara bertani khususnya budidaya jagung untuk meningkatkan pendapatan petani, Pemerintah Kabupaten Kabupaten Temanggung melalui Badan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Temanggung telah melaksanakan kegiatan Fasilitasi Diversifikasi Usaha Tani Tembakau melalui Agribisnis Jagung Unggul. Komoditas jagung dipilih karena salah satu komoditas pangan dan memiliki kedudukan penting, karena disamping sebagai salah satu bahan makanan, jagung juga sebagai bahan baku dalam beberapa industri pengolahan makanan, dan pakan ternak. Di Kabupaten Temanggung, jagung merupakan salah satu komoditas unggulan yang terus dikembangkan untuk ditingkatkan produksi dan produktivitasnya. Menurut Temanggung dalam Angka, rata-rata produktivitas jagung di Kabupaten Temanggung pada tahun 2012 sebesar 4,1 ton/ha. Angka ini menunjukkan bahwa produktivitas jagung masih rendah apabila dibandingkan dengan potensi yang sebenarnya dapat dicapai yaitu sebesar kurang lebih 8,0 ton/ha. Kegiatan Fasilitasi Diversifikasi Usaha Tani Tembakau melalui Agribisnis Jagung Unggul merupakan salah satu kegiatan untuk meningkatkan produktivitas jagung sekaligus dalam rangkat meningkatkan pendapatan petani. Melalui kegiatan ini, petani difasilitasi untuk memperbaiki cara bertani khususnya dalam budidaya jagung dengan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT). Pada bulan Desember ini, telah dilaksanakan Temu Lapang (FFD) di beberapa tempat antara lain di Kecamatan Kandangan, Kecamatan Kaloran, Kecamatan Gemawang, Kecamatan Tretep dan Kecamatan Candiroto. Melalui FFD ini terjalin komunikasi yang baik anatar petani dengan pemangku kebijakan dan tukar informasi antar petani karena pertemuan ini dihadiri oleh petani, penyuluh, pengamat hama, Camat, dan anggota DPRD Kabupaten Temanggung. Meskipun belum panen, dengan melihat pertumbuhan tanaman saat ini, para petani optimis hasil panen akan meningkat.(Fjr_Bapeluh)