Pisang sudah lama akrab di masyarakat kita. Tak ada orang yang tak kenal buah pisang. Sejak masih bayi buah ini sudah diperkenalkan dan dijadikan buah konsumsi bagi bayi-bayi di masyarakat kita. Orang dewasapun tak luput mengkonsumsi buah yang satu ini. Untuk menghasilkan buah pisang yang bermutu,tentunya diperlukan berbagai kegiatan. Nah, mungkin masih banyak orang yang belum tahu kegiatan apa saja yang dilakukan pada panen dan setelah panen buah pisang. Panen pisang dapat dilakukan pada pagi hari atau sore hari dalam keadaan cuaca cerah,tetapi panen pisang yang baik dilakukan pada pagi hari. Panen pisang tidak dianjurkan pada waktu hujan,karena dapat meningkatkan serangan busuk buah dalam gudang penyimpanan. Pelaksanaan panen buah pisang, sebagai berikut turunkan kayu atau bambu penyangga secara perlahan-lahan. Tebang batang pisang dengan cara menusuk batangnya atau membacok separuh batang setinggi ½ dari tinggi batang agar tandan pisang tidak menyentuh tanah. Potong tandan pisang dengan golok tajam dan lengkungan tandan sedapat mungkin melebihi diameter tandan agar getah tidak menetes ke buah serta segera tangkai tandan balikkan menghadap ke bawah. Tujuan membalikkan tandan pisang agar getah yang keluar dari tangkai tandan tidak menetes pada buah dan buah tidak tergores tanah. Pengumpulan. Setelah panen buah pisang kumpulkan ditempat yang teduh , bersih, kering, dan beralas serta tidak bertumpuk. Hindari penetesan getah dari tangkai yang dapat menodai buah pisang, sehingga dapat mengakibatkan penampilan buah menjadi kotor. Buah pisang dari sentra produksi diangkut dalam bentuk tandan atau sudah disisir di kebun dan masukkan dalam kemasan boks. Pengangkutan pisang ke tempat pengumpulan dilakukan dengan menggunakan pikulan atau menggunakan truk/mobil bak pengangkut. Apapun sarana angkut yang digunakan yang harus diperhatikan adalah pengumpulan pisang harus hati-hati untuk menghindari kerusakan akibat benturan fisik/mekanis. Penyisiran. Untuk menjaga kualitas buah pisang, cara terbaik pengiriman buah pisang dalam bentuk sisir dikemas dalam boks karton atau peti plastik. Cara penyisiran pisang dilakukan dengan menempatkan tandan pisang dalam posisi berdiri dengan pangkal tandan sebelah atas. Pegang pangkal tandan pisang dengan tangan kiri dan pisau cekung diarahkan pada pangkal sisir yang masih melekat pada tandan. Serut pangkal sisir dengan pisau sendok untuk membuang sisa-sisa serat tandan yang masih melekat pada pangkal sisir pisang.Pembersihan. Pembersihan dilakukan untuk membekukan getah sekaligus membersihkan debu dan kotoran yang melekat pada permukaan buah. Sisir-sisir pisang segera dibersihkan dengan cara merendam dalam bak pencuci atau dicuci dengan air yang mengalir. Air bak harus sering diganti, jika tidak akan menjadi sumber inokulum yang kemudian menginfeksi bagian mahkota pisang dan menyebabkan busuk. Untuk mencegahnya dalam air pencucian tambahkan klorin, berupa natrium hipoklorit 75-125 ppm untuk membunuh Spora Fusarium , Colletotrichum, dan Botryodiplodia serta Cendawan lain yang sering menyerang mahkota pisang. Sortasi. Sortasi dilakukan untuk memisahkan pisang yang baik dan buah yang tidak memenuhi syarat dipasarkan. Misalnya, karena kerusakan mekanis, serangan hama dan penyakit, busuk, buah yang tidak normal bentuk, ukuran dan tingkat ketuaannya. Tujuan sortasi agar menghasilkan keseragaman buah pisang baik berat, ukuran,warna maupun aspek mutu. Pengkelasan. Kegiatan pengkelasan buah pisang untuk membedakan mutu atau kualitas pisang yang dibersihkan dengan merujuk pada standar atau persyaratan tertentu. Pengkelasan buah pisang dilakukan sesuai dengan permintaan pasar berdasarkan asal sisir tandan atau bobot buah. Sebagai contoh, pisang matang dibagi menjadi 2 kelas yang diterima pasar swalayan, yaitu kelas A (berat lebih besar sama dengan 1 kg per sisir) dan kelas B (berat 0,8-0,9 kg per sisir). Untuk tujuan ekspor, persyaratan sesuai dengan permintaan negara tujuan dan persyaratan mutu buah tergantung kesepakatan antara eksportir dan importirnya. Umumnya persyaratan mutu buah pisang yang akan diekspor adalah seragam baik tingkat ketuaan, ukuran maupun kultivarnya. Buah mempunyai bentuk bagus , ukuran dan jumlah buah pisang persisir tertentu, tangkai buah pada sisiran kuat, bersih, bebas dari kotoran, bebas serangan jamur, bakteri, serangga,bebas kerusakan, dan menggunakan kemasan tertentu. Pengemasan. Pengemasan buah pisang bertujuan untuk melindungi buah dari kerusakan mekanis dan memudahkan penanganan selama pengangkutan untuk distribusi dan pemasaran. Beberapa syarat kemasan ,yaitu kemasan harus mampu melindungi isi terhadap kerusakan selama distribusi mampu mempertahankan bentuk dan kekuatan kemasan, meskipun terkena kelembaban dan ditumpuk selama waktu penggunaannya. Kemasan yang baik juga mampu mengeluarkan panas dan uap air yang dihasilkan oleh buah pisang yang tetap melakukan respirasi. Sumardi Sumber : Berbagai bahan bacaan.