Loading...

Kegiatan Pemasangan Alat dan Simulasi Pengukuran Emisi Gas Rumah Kaca di BPP Minasatene, Kab. Pangkep

Kegiatan Pemasangan Alat dan Simulasi Pengukuran Emisi Gas Rumah Kaca  di BPP Minasatene, Kab. Pangkep
Dalam rangka mengawal kegiatan pengukuran emisi gas rumah kaca pada Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP), dilakukan percontohan pemasangan alat dan cara melakukan pengukuran emisi gas rumah kaca di lahan sawah. Kegiatan pendampingan pemasangan alat dilakukan pada tanggal 20 Mei 2021 di BPP Minasatene dan BPP Bungoro, Kab. Pangkep yang dihadiri oleh penyuluh dari BPP Pangkajene, Labakkang dan Ma’rang. Pemasangan alat dipandu oleh Bapak Yono, S.ST, Teknisi Penelitian dan Perekayasaan (Litkayasa) dari Balai Penelitian Lingkungan Pati (Balitling). Alat pengukur emisi gas rumah kaca terdiri dari : chamber besar untuk menangkap gas CH4 dan CO2, chamber kecil untuk menangkap gas N2O, vial, syringe, termometer, aki kering untuk menyalakan kipas pada chamber besar, alat untuk menghitung pengukur (tersedia di Laboratorium di Balitling Pati). “Alat dipasang sesuai kode pada rangka chamber, dipasang rapat, kalau perlu diberi lem kaca/aquarium agar tidak terjadi kebocoran gas pada saat penyungkupan”, ungkap Yono, S.ST disela pemasangan alat. Setelah pemasangan alat, dilakukan simulasi penggunaan alat di halaman BPP. Chamber besar dipasang dengan cara menyungkup tanaman padi sekitar 6 rumpun, sedangkan chamber kecil untuk menyungkup tanah sawah di sela baris pertanaman padi. Pengukuran emisi dilakukan pada lahan dengan adopsi teknologi Climate Smart Agriculture (CSA) dan yang tidak mengadopsi CSA. Teknologi CSA yang diterapkan diantaranya jajar legowo, pengairan basah kering dan penggunaan pupuk organik. Esok harinya dilakukan latihan pengukuran emisi gas rumah kaca di lahan sawah yang sudah berumur 32 hst. Pengukuran dimulai pukul 06.30 pagi agar tidak terlalu panas karena interval waktu pengukuran cukup panjang hingga 2,5 jam untuk 3 kali ulangan. Kegiatan pengukuran ikut disaksikan Bapak Kepala Dinas Pertanian Kab. Pangkep, Andi Sadda, SP dan penyuluh pendamping dari Kab. Takalar. Pada lahan CSA dilakukan pengukuran begitupula di lahan di nonCSA. Pengukuran dilakukan serentak. Titik pengukuran diupayakan di dekat pematang untuk memudahkan jangkauan terhadap chamber atau menggunakan bangku untuk tempat berpijak, karena gerakan kaki di tanah sawah akan mengganggu proses pengukuran, menimbulkan gelembung air yang mengganggu kestabilan gas di dalam chamber. Pengambilan gas dilakukan dengan mencatat suhu dengan interval 5 menit pada chamber besar dan interval 10 menit pada chamber kecil. Gas diambil melalui tutup karet menggunakan syringe kemudian dimasukkan ke dalam vial (botol kecil) yang sebelumnya telah divakum. Penyuntikan gas ke vial dilakukan sesuai labelnya. Kegiatan di atas diulang sebanyak 3 kali di titik yang berbeda pada lahan CSA dan nonCSA. Pada stadia 60 hst (pembungaan) dan 90 hst (menjelang panen) dilakukan pengukuran kembali pada titik yang sama. Dwi Arnir Wanayenti, SP Penyuluh Pertanian Dinas TPHBUN Prov. Sulsel