Target surplus 10 juta ton beras pada tahun 2014 sudah tidak bisa ditawar lagi. Dengan surplus beras tersebut, pemerintah berharap posisi stok pangan nasional bisa aman saat masa paceklik tahun 2015. Karena itu dengan berbagai cara kini pemerintah terus menggenjot produksi padi. Pada tahun ini pemerintah telah menetapkan target produksi pangan pokok bangsa Indonesia sebanyak 72,06 juta ton gabah kering giling (GKG) naik sekitar 5% disbanding tahun 2012 sebanyak 68,96 juta ton GKG. Salah satu langkah untuk peningkatan produksi adalah pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) pada tanaman padi. Untuk tujuan itu pemerintah telah melaksanakan kegiatan SLPHT dimana petani menjadi pelaku utama dalam kegiatan tersebut. Hari Kamis tanggal 23 Mei 2013 Kelompok tani Tunas Muda desa Lubuk Sini Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah, pagi itu jam masih menunjukkan pukul 09.00 ada yang nampak lain dari biasanya. Sekelompok petani sedang berkumpul di tengah areal persawahan sedang melakukan kegiatan SLPHT padi berupa pre test dengan menggunakan metode baloot box. Hal ini pada awalnya terasa asing bagi anggota kelompok tani. Tujuan kegiatan pre test ini untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan awal petani yang dimiliki sebelum pelaksanaan SLPHT. Kegiatan SLPHT bermaksud membahas mengenai berbagai masalah yang dialami petani dengan melaksanakan praktik, mengamati hama, penyakit dan musuh alami (predator) di persawahan. Kegiatan SLPHT tanaman padi dilaksanakan mulai tanggal 23 Mei – 7 Agustus 2013 (12 kali pertemuan) selama musim tanam padi setiap hari Kamis dari pukul 08.000 – 12.00. Sekolah Lapang ini dilaksanakan di bawah bimbingan pemandu POPT, TIM PPL BP3K Anak Dalam Kecamatan Taba Penanjung dan peserta dari anggota kelompok tani Tunas Muda Desa Lubuk Sini Kecamatan Taba Penanjung. Respon dan Tingkat partisipasi petani dalam kegiatan ini cukup baik, karena pada setiap pertemuan SLPHT setiap anggota kelompok tani yang berjumlah 25 orang tiap kali pertemuan berperan aktif mengikuti kegiatan tersebut. Selain itu, topik pembahasan yang dibahas setiap pertemuan merupakan kendala yang petani hadapi di lapangan. Materi yang dibawakan dalam kegiatan SLPHT ini meliputi : perbedaan antara OPT dengan musuh alami, akar dan jaringan pengangkut makanan, penyemprotan, mengenal serangga pada tanaman padi sawah, pengamatam agroekosistem pada tanaman padi sawah, mengenal pertisida, populasi hama tikus, sanitasi lingkungan. Manfaat SLPHT bagi petani yaitu dapat mengatasi masalah OPT yang dihadapi dalam kegiatan usahataninya, sehingga produktifitasnya dapat meningkat dan sejahtera kehidupannya. Dan tidak kalah pentingnya petani dapat mengetahui prinsip-prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Tujuan kegiatan SLPHT ini adalah: - Menerapkan, mengembangkan dan menyebarluaskan hasil pelatihan yang diperoleh selama mengikuti kegiatan SLPHT kepada petani. - Melatih petani menjadi “ahli PHT†sehingga mampu menerapkan prinsip-prinsip PHT sekurang-kurangnya lahannya sendiri. Hasil dari kegiatan SLPHT diharapkan dapat diterapkan dalam budidaya tanaman padi selanjutnya. Penerapannya diharapkan dapat meningkatkan produksi padi petani yang akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani. (Eka Agustina, S.ST/THL-TBPP)