Loading...

Kegiatan Tudang Sipulung Sebagai Langkah Percepatan Tanam Di Kecamatan Tomoni Timur

Kegiatan Tudang Sipulung Sebagai Langkah Percepatan Tanam Di Kecamatan Tomoni Timur
Para petani di Kecamatan Tomoni Timur (Lutim) melakukan tudang sipulung menghadapi Musim Tanam (MT) Oktober-Maret (Okmar) 2020/2021, belangsung di aula kantor Desa Cendana Hitam, Kecamatan Tomoni Timur, kamis 12/11/2020 Tudang Sipulung ini dihadiri oleh Camat Tomoni timur, Kepala UPTD Irigasi kalaena kanan, para Kepala Desa Sekecamatan Tomoni Timur, para Penyuluh WIBI, Ketua GAPOKTAN dan perwakilan kelompok tani dari masing – masing desa se kecamatan tomoni timur dengan jumlah peserta kurang lebih 80 oang. Pada kesempatan ini, disepakati bersama pembagian jadwal tanam. Untuk jadwal tanam 1 Tomoni Timur dengan rencana hambur 19 sampai dengan 24 desember 2020,tanam 04-11 Januari dan panen diperkirakan tanggal 18 april mendatang sampai selesai. Sementara jadwal tanam 2 hambur tanggal 26 sampai dengan 31 Desember 2020 kemudian tanam tanggal 10 sampai dengan 31 desember 2020, panen diperkirakan tangga 18 april 2020 sampai selesai. Kepala dinas pertanian yang diwakili fungsional Kabupaten (Sabil S.ST,) mengatakan tudang sipulung dilakukan dalam rangka percepatan tanam untuk memperkuat dan terus meningkatkan produksi pangan di Lutim. Dimana dalam kegiatan ini pemerintah berupaya memadukan budaya kearifan lokal dan teknologi, sekaligus menentukan jadwal tanam yang disesuaikan dengan kondisi atau musim yang diperkirakan bisa berubah setiap tahunnya. “Melalui tudang sipulung ini petani ini petani diharapkan dapat mengikuti kesepakatan kesepakatan yang telah disepakati bersama sehingga pertanaman dapat serempak sehingga bisa memicu pertumbuhan dan produktifitas hasil Pertanian di daerah kita, Koordinator BPP Tomoni Timur, Yudit Toding Padang, S.P., M.Si. mengharapkan tudang sipulung ini dapat meningkatkan produksi dan produktifitas dibanding musim tanam lalu. Makanya setiap kali tudang sipulung, perlu dilakukan evaluasi kelemahan, kekurangan dan kelebihan yang menjadi penghambat untuk mencapai target produksi pada musim tanam berikutnya. Sebagai gambaran, kata Yudit T. Padang selaku koordinator , luas areal tanam komoditas padi pada tahun 2020 seluas 289,6 ha, dan luas panen 289,9 ha dengan jumlah produksi 2.174.25 ton gabah kering panen (GKP) dan produktivitas rata-rata 7,5 ton pehektar. “saya berharap melalui musim tanam oktober-maret ini, produksi kedepan bisa lebih meningkat lagi” tutupnya. penulis : Dewa Putu Suartana, S.ST Penyuluh Pertanian Kecamatan Tomoni Timur