MAROS--Musyawarah "Tudang Sipulung" tingkat desa se-Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros telah mulai diselenggarakan pekan ini sebanyak 3 (tiga) desa yakni di Desa Bonto Bahari, Desa Pajukukang (tanggal 16 Nopember 2020) dan Desa Tupabiring (17 Nopember 2020). Kegiatan yang sama juga telah dilakukan pada Rabu tanggal 11 Nopember 2020 di Desa Salenrang dan Kamis lalu tanggal 12 Nopember 2020 untuk tingkat Kelurahan Bontoa. Kegiatan Tudang Sipulung ini dimaksudkan untuk menentukan jadwal tanam, varietas benih padi yang direkomendasikan untuk digunakan, penggunaan pupuk berimbang, sistem/pola tanam serta lainnya yang dapat meningkatkan produksi padi yang dikelola para anggota kelompok tani menghadapi musim tanam rendengan tahun 2019/2020. Pada musim tanam gadu 2019/2020 rata-rata produksi yang dicapai petani di Kecamatan Bontoa kurang lebih 6,20 ton/hektare. Di wilayah Kecamatan Bontoa, saat ini tercatat sebanyak 74 kelompok tani (Poktan) yang aktif. Mereka tersebar di 1 kelurahan dan 8 desa. Para petani yang bergabung dalam 74 poktan tersebut dibina langsung oleh BPP Kecamatan Bontoa yang dikoordinir Bapak Sehuddin, SP, Supervisor dijabat Bapak Sampe Kendek, SP, Programmer BPP Bontoa Amran, SP, sementara Penyuluh Pertanian yang bertugas di wilayah ini masing-masing Sarniati, S.Pt; Rosmawati, S.Pt; Ahmad Afandi, SP; Marlina, SP, Mihrah, SP; Hamriyani. Pada musim tanam gadu yang lalu, kendala yang dihadapi para petani yakni musim kekeringan, sehingga kondisi lahan sawah menjadi kering akibat kesulitan air. Kendala lain yakni adanya serangan penyakit yang disebut blast, dimana kondisi bulir tanaman padi umumnya hampa (tak berisi). "Mudah-mudahan pada musim tanam rendengan nanti, kendala-kendala yang dihadapi petani dapat dihindari, sehingga produksi padi akan lebih baik lagi, khususnya di wilayah Kecamatan Bontoa," kata Koordinator BPP Kecamatan Bontoa, Bapak Sehuddin, SP. (*) Penulis : Sarniati, S.Pt (Penyuluh Pertanian Desa Tunikamaseang dan Desa Minasa Upa Kecamatan Bontoa, Maros).