Loading...

Kelompok Tani Ternak Lembu Lestari Desa Bulian Sukses Uji Coba Talas Beneng

Kelompok Tani Ternak Lembu Lestari Desa Bulian Sukses Uji Coba Talas Beneng
KELOMPOK TANI TERNAK LEMBU LESTARI DESA BULIAN SUKSES UJI COBA TALAS BENENG Oleh : I Made Carma Ditengah pandemi Covid-19 yang masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda,Kelompok tani ternak Lembu Lestari yang beralamat di dusun Lod Guwuh Desa Bulian Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng telah berhasil uji coba talas beneng. Kelompok tani ternak tersebut berada pada ketinggian 212 m dpl, jenis tanah Aluvial dengan curah hujan rata-rata 800-1000 mm/tahun. dengan kondisi seperti tersebut ternyata uji coba budidaya talas beneng ditempat tersebut berhasil dan memperoleh keuntungan yang cukup baik. Menurut I Nyoman Uncara Ketua Kelompok Tani Ternak Lembu Sari , uji coba budidaya talas beneng mulanya hanya sekedar iseng-iseng saja dan ditanam disela sela pohon mangga, namun selang beberapa bulan setelah uji coba dengan bimbingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) ternyata pertumbuhan talas beneng cukup baik, banyak pesanan bibit anakan dan juga olahan daun kering untuk eksport sebagai pengganti tembakau dan bahan pupuk organic. Talas beneng sesungguhnya merupakan tanaman liar, namun sekarang ini telah berubah menjadi tanaman menghasil dolar yang sangat menjanjikan karena harganya cukup menguntungkan dan bahkan talas beneng sudah menjadi komoditas ekspor ke Australia,New Zeland dan Jepang. Tanaman talas beneng menghendaki syarat tumbuh sbb: Dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah yang penting subur dan banyak bahan organik serta struktur tanah berpasir. pH tanah 5,5 -6,5 Ketinggian oftimal 250-1.300 m dpl Curah hujan 1000 mm/tahun Suhu oftimal 21-27 Pencahayaan terbuka sampai 60% ternaung Berikut ini cara budidaya talas beneng di Kelompok tani ternak Lembu Lestari sbb : Penyiapan bibit: Penyiapan Bibit : Bibit bisa disiapkan Dari anakan atau tunas umbi, anakan setelah dipisahkan dari induknya disemaikan terlebih dahulu dengan jarak tanam yang rapat hingga mulai terbentuk umbi. Setelah terbentuk umbi bisa dipindahtanamkan pada lokasi tanam yang sudah disiapkan. Sebelum ditanam akar dibersihkan terlebih dahulu dan daunnya dipotong dengan menyisakan daun yang masih kuncup saja. Namun apabila cuaca sedang basah/hujan maka bisa ditanam langsung tanpa memotong daunnya . Bibit dari Huli atau tanaman bekas panen : caranya adalah dengan memotong daunnya,serta sisakan sedikit umbi dipangkal akar. Bibit dari umbi mini yang tidak terjual/terpakai. Caranya yaitu : umbi dipotong pada setiap mata tunas atau umbi disemai terlebih dahulu atau bisa ditanam secara langsung. Umbi dari sisa panen : Umbi sisa panen bisa ditanam langsung atau bisa disemai terlebih dahulu. Penyiapan Lahan Penanaman : ditanam dengan jarak 1x1m, penanaman sebaiknya pada awal musim hujan,dan ditanam dengan mata tunas menghadap ke atas/tegak keatas. Jika penanaman dengan anakan maka sebaiknya daun dipotong terlebih dahulu kecuali yang masih kuncup. Pemeliharaan: pemeliharaan meliputi pemupukan penyiangan,pengendalian organism pengganggu tanaman. Talas beneng sampai saat ini belum ada gangguan Organisme Pengganggu tanaman yang signifikan. Dan dapat dibudidayakan pada hampir segala jenis situasi/kondisi. Panen Daun: Panen daun bisa dilakukan mulai pada umur 3-5 bulan yaitu dengan memotong pada pangkal pelepah 3-4 daun tua. Untuk satu pohon bisa mencapai 1 kg daun. Daun setelah panen di kering anginkan di atas para-para selama kurang lebih 3 hari (sampai warna daun berubah menjadi kuning cerah). Selanjutnya dirajang dengan menggunakan mesin sehingga seperti rajangan tembakau. Berikutnya setelah dirajang dijemur diterik matahari dengan menggunakan para-para selama 3 hari.Setelah kering maka daun talas kering yang sudah dirajang dikemas sesuai keperluan dan bisa dijual untuk eksport. Jadi jika menanam talas beneng seluas 1 hektar terdapat 10.000 pohon. Pada usia 3-4 bulan hst sudah bisa dipanen daunnya. Artinya dalam 3 minggu sekali dapat dipanen daunnya yang sudah tua dengan rata-rata 3-4 daun/pohon dengan berat lebih kurang 1kg. Jadi 1 x 10.000 = 10.000 kg daun. Jika harga daun talas beneng Rp1.000/kg maka per hektar akan menghasilkan 10.000 x rp.1.000,-= Rp.10.000.000 (sepuluh juta rupiah). Berarti untuk 1 hektar tanaman talas beneng dapat menghasilkan Rp.10.000.000 dari hasil penjualan daunnya setiap 3 minggu sekali.,belum termasuk umbinya. Panen Umbi: bisa dilakukan pada umur 8-12 bulan dengan produksi bisa mencapai 3-6 kg sedangkan jika dipanen diatas umur 12 bulan bisa mencapai 10-15 kg/pohon. Jadi talas beneng tidak ada bagian yang terbuang,untuk itu mari manfaatkan lahan-lahan yang kosong untuk tanaman talas beneng untuk mewujudkan kekuatan ketahanan pangan Republik Indonesia.