Loading...

KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MAWAR LANGGENG SARI MENERIMA KUNJUNGAN PENGURUS KWT KABUPATEN KARANGASEM

KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MAWAR LANGGENG SARI MENERIMA  KUNJUNGAN PENGURUS KWT  KABUPATEN KARANGASEM
Ungkapan yang mengatakan lain padang lain belalangnya, lain lubuk lain ikannya. Barang kali ungkapan tersebut cocok menggambarkan kondisi kabupaten-kabupaten yang ada di Privinsi Bali. Walaupun secara geografis letak kabupaten-kabupaten tersebut tidak begitu berjauhan satu sama lain, namun potensi sumber daya alam yang dimiliki cukup bervariasi perbedaannya. Perbedaan potensi sumberdaya alam ini tentu merupakan Anugrah Ida Sang Hyang Widhi /karunia Tuhan, yang tentunya kita tidak terlalu banyak bisa memanipulasinya, namun tetap disyukuri sebagai suatu potensi yang bisa kita kembangkan. Perbedaan sumber daya alam tentu tidak mutlak membuat perbedaan potensi sumberdaya manusia yang dimilikinya. Karena banyak faktor yang bisa membuat potensi sumberdaya manuasi menjadi berkembang, seperti mencari berbagai informasi, mengikuti latihan,Bintek dan kursus-kursus dan dilanjutkan dengan kunjungan yang dikemas dalam metoda studi Tiru. Barangkali itulah yang menjadi dasar pemikiran bagi Para pengurus KWT Kabupaten Karangasem untuk melakukan study Tiru ke KWT Mawar Langgeng Sari Lingkungan Penglipuran Kelurahan Kubu Bangli yang merupakan DTW Pariwisata Kabupaten Bangli . Maksud dan tujuan study tiru sebagaimana yang disampaikan oleh ketua rombongan bahwa kedatangan mereka dalam rangka meningkatkan Sumber daya Manusia (pengetahuan,sikap dan Keterampilan) dan mendapatkan sesuatu yang bisa dikembangkan di Kabupaten Karangasem. Sedangkan dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli yang diwakili oleh Kabibluh dan pengembangan SDMP berharap apa yang diperoleh dari hasil studi tiru ini dapat memberi manfaat dan bisa diterapkan di dearahnya. Pada kesempatan tersebut Ketua KWT. Mawar Langgeng Sari yang diwakili oleh sekretarisnya ( Ni Ketut Wirati ) menjelaskan yaitu KWT kami berdiri tahun 2007 sampai saat ini memiliki anggota sebanyak 22 orang , yang keseluruhan anggotanya merupakan masyarakat Lingkungan Penglipuran , yang sekaligus juga merupakan Banjar Adat, Sesuai dengan keberadaanya sampai saat ini telah banyak aktivitas yang dilaksanakan seperti pembuatan Loloh Cemcem, Loloh Teleng, Kelepon ketela Ungu dan Donat Ketela Ungu serta mengembangkan tanaman sayuran,bunga dan toga dll untuk mewujudkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (m-KRPL) , sebagaimana maksud dari terbentuknya KWT tersebut yaitu memberdayakan ibu-ibu Rumah tangga untuk berpartisifasi aktif dalam mengembangkan pertanian untuk mendukung Distiminasi Pariwisata Budaya Desa Pnglipuran . Tentu ada pola-pola manajerial yang diterapkan oleh KWT Mawar Langgeng Sari ini sehingga keberadaan kelompok ini tetap eksis sampai sekarang. Menurut Sekretaris KWT Mawar Langgeng Sari suatu organisasi bisa tetap eksis, bila organisasi tersebut mempunyai ikatan yang mengatur anggotanya dan ketentuan berupa aturan-aturan yang mesti diikuti. Adanya aturan yang mengikat anggota juga belum tentu menjamin kelompok tersebut eksis, melainkan juga sangat tergantung sejauh mana anggota merasakan manfaat dari kelompok tersebut. Dan yang lebih penting lagi baginya adalah sejauhmana kelompok tersebut bisa mendapatkan tambahan pendapatan/incam dari ikut sertanya tergabung dalam organisas tersebut. Dengan ketiga prinsip itulah yang menyebabkan Ni Ketut Wirati bersama 2 temannya , selaku Pengurus KWT dari Tahun berdiri sampai saat ini masih tetap bercokol sebagai pengurus KWT Mawar Langgeng Sari Kelurahan Kubu tersebut ,dan dia mecoba untuk merealisasikannya dengan meningkatkan kegiatan pengolahan hasil pertanian dimaksud yang berorientasi pada kebutuhan wisatawan yang berkunjung ke DTW Penglipuran Vellage Tradisional , dengan seluruh anggotanya yang di pimpinnya. Dari bermodalkan hanya Rp 200 ribu saat berdiri , hingga sekarang telah mencapai puluhan juta rupiah lebih, tentu bukan merupakan usaha yang ringan. Ni ketut Wirati Lebih jauh menjelaskan, kepercayaan yang diberikan oleh anggota kelompok padanya dan mereka laksanakan dengan rasa penuh tanggung jawab, dan barangkali itulah menyebabkan para pengurus KWT Kabupaten Karengasem yang berjumlah 22 orang untuk mencoba melihat dari dekat melalui studi tiru , tentang prinsip-prinsip pola pengelolaan kelembagaan Petani yang telah dilaksanakan di KWT Mawar Langgeng Sari Lngkungan Penglipuran Kelurahan Kubu Kab Bangli . Sesuai dengan keberadaannya KWT Mawar Langgeng Sari , dimana salah satu produk unggulan olahan adalah kelepon Ketela Ungu , yang mulai dikembangkan pada 2010. Yang juga menjadi obyek kunjungan para peserta studi tiru , yang langsung dapat melihat cara pembuatannya, dan banyak peserta studi tiru yang belum tahu Kelepon Ketela Ungu tersebut. Banyak lagi produk olahan yang dikembangkan seperti Donat dan Bolu dari ketela Unggu yang mana olahan ini sangat diminati oleh wisatawan yang datang ke wilayah Pariwisata tersebut sehingga anggota kelelompok tani sangat merasakan manfaat dan keuntungannya berorganisasi dan yang telah dinikmatinya adalah kelompok mampu memberikan pakaian seragam setiap hari raya galungan dan juga pinjaman dengan bungan sangat rendah . Kabupaten Karangasem merupakan kabupaten yang terletak paling timur Pulau Bali. Waktu yang diperlukan dari Karangasem sampai ke KWT Mawar langgeng Sari kurang lebih 90 menit perjalanan, dalam kurun waktu tersebut bukan semata-mata hanya mendapat informasi tentang keberadaan KWT, melainkan banyak hal-hal yang dapat mereka petik dari hasil perjalanan studi tiru ke KWT Mawar langgeng sari idiantaranya menikmati panorama wisata Desa tradisional penglipuran bahkan semua itu sempat menjadi bahan diskusi bagi peserta study tiru yang ingin mencoba untuk menirunya. (Penulis;Gusti Nyoman Switrasana, PP Kabupaten Bangli , Provinsi Bali).