Loading...

KEMBANGKAN BURUNG HANTU KENDALIKAN TIKUS

KEMBANGKAN BURUNG HANTU KENDALIKAN TIKUS
Upaya meningkatkan produktivitas sawah salah satunya dapat melalui mengurangi resiko terkena hama terutama tikus. Kehilangan hasil akibat serangan hama tikus bisa mencapai 60% bahkan sampai puso. Hal inilah yang menyebabkan Pemerintah Kabupaten Pemalang giat mensosialisasikan dan mendorong pengembangan burung hantu untuk menanggulangangi hama tikus. Kepala Dipertanhut Kabupaten Pemalang Ir. Supriyantopo senang melihat beberapa desa secara swadaya mengembangkan burung hantu. Dalam peninjauannnya hari Senin, 2 Juni 2014 di Desa Karangtalok Kecamatan Ampelgading melihat secara langsung pengembangkan dan pelestarian burung yang berada di kandang karantina dan rubuha n di lahan sawah. Dalam kunjung kerjanya tersebut didampingi Kabid Tanaman Pangan, Koordinator KJF dan Koordinator BPP Kecamatan Ampelgading dan disambut oleh kades Karangtalok Karnoto. Dalam penjelasannya pada Kepala Dipertanhut Pemalang, Kades Karangtalok Karnoto Menjelaskan" sejak sebelum menjadi kades sudah ingin menolong petani melalui penanggulangan hama tikus, namun baru setelah ada informasi burung hantu dapat memberantas hama tikus langsung tergerak dan kebetulan beberapa bulan yang lalau sekitar bulan Februari ada Pelatihan burung hantu di Kabupaten Pemalang langsung kami antusias mengirimkan warga untuk mengikuti dan setelah itu kami mengadakan kandang karantina, rubuha dan burung hantu secara swadaya" jelasnya dengan mantap. Lebih lanjut disampaikan bahwa Desa Karangtalok dengan lahan seluas 175 ha sudah 8 tahun panennya tidak bisa optimal bahkan sering mengalami kegagalan karena hama tikus, oleh karena itu setelah dipasang 3 rubuha di lahan sawah yang hampir semua sudah dihuni serangan tikus menurun. " Alhamdulillah tanaman padi sampai saat ini masih mulus sampai usia tanaman berkisar antara 30 sampai 40 hari" jelasnya dengan gembira. Kepala Dipertanhuthut Pemalang Ir Supriyantopo menyampaikan terimakasihnya atas respon dan tindak lanjut dari hasil pelatihan yang pernah dilakukan oleh Dipertanhut beberapa waktu yang lalu. " Dipertanhut siap membantu pengembangan burung hantu dan kami minta diperbanyak rubuha yang permanen sehingga lebih awet , desa seperti inilah yang akan kami bantu karena memiliki kepedulian terhadap nasib petani" jelasnya sambil melirik Kabid Tanaman Pangan. Selanjutnya dalam kesempatan tersebut diminta Kades Karangtalok untuk menjadikan Desa Karangtalok menjadi Desa Wisata dan Desa Inovasi. " Desa Karangtalok dengan letak yang strategis dan potensi yang dimilki masih banyak yang bisa dikembangkan untk mejadi desa wisata dan desa inovasi dan salah satunya melalui pengembangan dan pelestarian burung hantu" imbuhnya mengakhiri kunjungan. Pengembangan burung hantu dalam menunjang suksesnya P2BN dan kedaulatan pangan sangat penting mengingat hama yang paling sulit dikendalikan dan memakan biaya dan tenaga yang cukup besar. Keberhasilan pengembangan burung hantu akan otomatis menurunkan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas. Penulis : Nurul Ashar (PP Madya Dipertanhut Pemalang)