Loading...

Keracunan Pada Sapi

Keracunan Pada Sapi
Penyakit yang tidak kalah pentingnya dan sering Terabaikan adalah keracunan pada sapi yang disebabkan oleh tanaman. Kasus ini lebih sering di jumpai pada sapi yang digembalakan karena pakannya tidak terkontrol oleh peternakAda beberapa tanaman yang dapat menyebabkan keracunan antara lain :a. Tanaman Babadotan (Ageratum conyzoides), merupakan tanaman perdu yang tumbuh di daerah basah dan berawa . Babadotan termasuk keluarga asteraceae yang banyak dijumpai . Secara umum babadotan memiliki rasa pahit dan mengeluarkan aroma yang kurang sedap sehingga tanaman ini kurang diminati oleh sapi. Keracunan dapat terjadi apabila sapi dalam dalam keadaan lapar terutama setelah melalui perjalanan jauh dan digembalakan pada lokasi baru yang tidak memiliki hijauan paan yang cukup.b. Orok – orok ; Kekecreken., di Indonesia terdapatkurang lebih 10 spesies orok – orok (Crotalaria sp), ini merupakan tumbuhan tahunan yang tumbuh tegak mencapai ketinggian 1 – 2 meter. Tanaman ini dikenal sebagai penyebab hepatotoksisitas, terutama pada kondisi kronis.c. Lantana (Lantana camara) merupakan tanaman perdu yang berasal dari daerah tropis dan subtropis. Tanaman ii mengeluarkan bau khas sehingga disebut tanaman tahi ayam atau tahi katak. Tanaman ini tumbuh tegak dan memanjat, banyak cabang, dan tinggi ¼ - 4 meter. Lantana dengan bunga merah merupakan tanaman yang paling toksin dibandingkan dengan warna lainnya. Gejala – GejalaGejala keracunan tanaman orok –orok nampak kulit sapi mengalami penurunan kelenturan kulit (turgor), kemudian sapi nampak penurunan nafsu makan, mengantuk dan kehilangan kewaspadaan terhadap lingkungan dan akan mengalami diare yang berisi cairan darah.Sedangkan keracunan tanaman lantana nampak sapi kehilangan nafsu makan ,depresi setelah dua sampai tiga hari akan terjadi telinga nampak membengkak, berat, panas dan tampak terkulai. Kematian dapat terjadi dua hari setelah keracunan dan akibat kombinasi gangguan fungsi hati dan gagal ginjal.Pengobatan Pemberian cairan secara parenteral dan diet protein kadar rendah dapat membantu mengurangi toksisitas dalam tubuh. Perawatan dilakukan dengan pemberiancairan elektrolit dan glukosa. Sodium thiosulfat digunakan sebagai antidota. Lantana dibasmi menggunakan herbisida atau kontrol biologi. Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber : Ida Tjahajati dkk .PT. Citra Aji Pratama.Sumber gambar :herudvin.com