Depok - Kamis (20/05/21) Tim liputan Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian RI berkunjung ke Rumah Produksi “Pawon Putri Pegagan” di Kelurahan Duren Mekar, dan lokasi lahan singkong Kelompok Tani (Poktan) Tunas Inti Jaya di Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari untuk meliput proses pembuatan aneka produk berbahan baku pangan lokal. “Hari ini kami mendampingi Tim liputan Badan Ketahanan Pangan ke lahan seluas sekitar 20 hektare yang digarap oleh Kelompok Tani (Poktan) Tunas Inti Jaya. Pertemuan ini juga sebagai ajang silaturahmi dan tidak sedikit yang menyampaikan aspirasi terkait perkembangan pertanian di wilayah ini,” ujar Ketua KTNA Kecamatan Bojongsari, Zaelani, usai kunjungan. Sebelumnya ditempat terpisah Tuti Purwanti, pemilik brand Pawon Putri Pegagan menjelaskan secara rinci proses pembuatan pangan lokal dari tepung sari (pre-gel cassava) berbahan baku singkong sampai dengan pembuatan produknya. Perempuan yang akrab disapa Mpok Tuti ini mengatakan, meski usahanya masih terbilang seumur jagung namun sudah memperlihatkan hasil yang cukup maksimal, pelanggan Pawon Putri Pegagan berdatangan baik memesan secara online maupun langsung bertemu atau mengetahui produknya melalui mulut ke mulut. Saya juga aktif mengikuti kegiatan Pasar Mitra Tani dan Gerai Pangan Lokal yang menampilkan aneka olahan makanan berbahan pangan lokal seperti talas, ubi jalar, singkong, pisang, kentang, sagu dan lain-lain di Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP) - Bogor sebagai upaya mendekatkan akses masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok dan juga pangan lokal. “Usaha saya memang masih mikro, untuk satu bulan omset masih di angka Rp 5 jutaan. Tapi saya tidak putus asa dan terus mengembangkan pemasaran produk ini,” katanya. Hebatnya lagi, salah satu produk Tuti yaitu “Moshi – Moshi” dilirik oleh Pemerintah Kota Depok dalam kegiatan International Council For Small Business ( ICBS) yang diselenggarakan pada tahun 2019 lalu di Balaikota Depok. Produk “Moshi – Moshi” adalah mochi yang dikemas sehingga menarik dan diharapkan menjadi oleh-oleh khas Kota Depok. “Kalau mochi, Pak Walikota juga mengapresiasi katanya kalau bisa diproduksi banyak nantinya bisa jadi oleh-oleh khas. Selanjutnya, Tuti menuturkan dirinya masuk serta aktif dalam komunitas KTNA Kecamatan Bojongsari, UMKM Bojongsari dan Kelompok Wanita Tani. Dalam organisasi tersebut dia dan anggota lainnya sering melakukan sharing informasi produk sehingga sangat membantu pemasaran. Beberapa anggota UMKM dan Kelompok Wanita Tani tersebut ada juga yang tertarik untuk mengolah bahan baku pangan lokal, dalam hal ini Tuti dengan senang hati berusaha mengayomi mereka. Tuti juga menghimbau, kepada masyarakat agar selalu mengonsumsi makanan herbal untuk menjaga kesehatan tubuh, dan keluarga. "Dengan semangat kemandirian pangan, mari kita kembangkan dan promosikan beragam olahan pangan lokal yang kita miliki, sehingga dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap produk pangan lokal" tutupnya.