Loading...

KESIGAPAN PELAKU UTAMA, PPL DAN POPT KEC. KARANGJATI KAB. NGAWI DALAM MENGENDALIKAN HAMA KEONG MAS

KESIGAPAN PELAKU UTAMA, PPL DAN POPT KEC. KARANGJATI KAB. NGAWI DALAM MENGENDALIKAN HAMA KEONG MAS
Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 Karangjati, Desember 2013, Seiring dengan datangnya musim hujan, pelaku utama di kec. Karangjati kab. Ngawi mulai penuh semangat menggarap lahanya untuk di tanami padi. Namun pada lahan-lahan sawah dalam aliran jaringan irigasi waduk, pelaku utama mulai di resahkan dengan kehadiran hama padi yang cukup fenomenal. Keong mas (Pomacea Canaliculata Lamarck) merupakan siput air tawar yang dikenal sebagai hama tanaman padi sejak pembenihan sampai tanaman umur sekitar 35 hari setelah pindah tanam. Keong Mas sanggup hidup berumur 2-6 tahun, memiliki telur berwarna merah muda seperti buah murbai yang diletakan berkelompok. Tiap telur keong mas berjumlah 200-800 butir dan menetas setelah umur 8-14hari, itulah sebabnya keong mas sulit dikendalikan karena perkembangannya cukup pesat. Pada tingkat serangan yang hebat keong mas mampu merusak rumpun padi sehingga petani harus menyulam atau menanam ulang, yang tentunya akan menambah biaya usaha tani. Sejalan dengan tugasnya, PPL bersama POPT gencar mensosialisasikan melalui pertemuan Pok.Tan dan tatap muka kepada petani tentang teknik pengendalian hama keong mas sekaligus pemanfaatan keong mas untuk di jadikan Pupuk Organik Cair (POC) keong mas. Beberapa cara untuk mengendalikan keong mas aktif di laksanakan oleh petani, diantaranya : Pemanfaatan musuh alami keong mas, yaitu : bebek dilepas pada areal persawahan sebelum pindah tanam dan setelah panen untuk memakan anakan dan keong mas yang masih muda. Pemasangan perangkap dari bahan kelambu bekas atau karung goni ditempatkan pada kubangan sawah yang tergenang air dan diberi makanan kesukaan keong mas seperti kelapa, pepaya, pisang, berasdan limbah sayuran. Perangkap tersebut dipasang pada sore hari, kemudian pada esok pagi harinya keong mas terkumpul pada perangkap dan diangkat ke daratan Pengendalian dengan pestisida kimia dengan berprinsip pada 6 tepat penggunaan pestisida. Pada pengendalian dengan pestisida secara kimia tentunya sangat di sukai pelaku utama. Selain relatif mudah, hasilnya pun lebih cepat terlihat. Hal ini didukung dengan penggunaan teknologi mekanisasi dalam pengendalian OPT yaitu power sprayer dengan motor listrik/motor bensin, sehingga hasil pengendalian lebih efektif, hemat tenaga dan waktu serta efisien dalam penggunaan pestisida. Selama ini keong mas dikenal sebagai hama padi, bila dicermati dibalik musibah pasti ada hikmahnya. Petani bisa memanfaatkan hama keong mas untuk pembuatan pupuk organik. Daging keong dan cangkangnya memiliki kandungan vitamin, protein, lemak, karbohidrat, zat kapur, dan unsur hara lainnya yang dapat diserap oleh tanaman sehingga cocok untuk digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk organik cair yang dikenal dengan nama POC keong mas. Admin_Ngawi/AGUS PASIANTO,SP /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}