Loading...

Keunggulan Beras Basmati Yang Dihasilkan Dalam Negeri

Keunggulan Beras Basmati Yang Dihasilkan Dalam Negeri
Beras aromatik adalah komoditi perdagangan yang menjanjikan. Salah satu beras aromatik yang banyak diminati adalah beras Basmati. Beras Basmati merupakan beras premium internasional, 90 persen produksinya dihasilkan oleh India dan Pakistan. Kebaradaan beras Basmati dikalangan masyarakat menengah keatas semakin hari semakin populer, sehingga permintaan beras khusus semakin meningkat. Beras tipe Basmati yang selama ini tersedia hanya bisa tumbuh di bagian utara India dan Pakistan, sehingga pemenuhan beras tersebut masih impor dan harganya di Indonesia relatif mahal. Namun demikian saat ini, Indonesia telah mampu menghasilan beras Basmati yang dapat ditanam di dataran rendah, tanpa menghilangkan ciri khas ukuran beras Basmati yang lebih panjang dibandingkan beras pada umumnya, sehingga untuk memenuhi permintaan pasar dalam negeri, Indonesia ada harapan untuk tidak mengimpor lagi.Penemuan varietas basmati asli Indonesia ini adalah sesuatu yang spesial dan unik, serta memiliki potensi ekspor yang besar. Ini semakin membuktikan beras kita sangat layak eksporHasil Uji Multi Lokasi UML di 13 lokasi pada 2017 menunjukkan bahwa penampilan, karakter agronomi, dan hasil kedua galur tipe Basmati yang diuji menunjukkan lebih baik dibandingkan dengan Basmati asli. Tinggi tanaman kedua galur tipe Basmati lebih pendek dibandingkan dengan Basmati asli (117,4 cm), yaitu masing-masing 112,4 cm dan 113,1 cm. Umur panen kedua galur tipe Basmati sebanding dengan Basmati asli, yaitu 114 hari. Jumlah anakan produktif kedua galur tipe Basmati lebih sedikit dibandingkan Basmati asli (21 batang), yaitu 17 batang. Meskipun demikian, jumlah gabah isi kedua galur tipe Basmati lebih tinggi (masing-masing 113 butir dan 118 butir) dibandingkan Basmati asli (83 butir). Bobot 1000 butir gabah kedua galur tipe Basmati sebanding dengan Basmati asli, yaitu 27 g. Dari semua karakter yang diamati, hasil gabah merupakan karakter yang paling penting. Kedua galur tipe Basmati mempunyai hasil 35% dan 52% lebih tinggi dibandingkan dengan Basmati asli (3,9 ton/ha), yaitu masing-masing 5,3 ton/ha dan 6,0 ton/ha.Selain data agronomi dan hasil, mutu beras juga merupakan karakter yang sangat penting. Kedua galur tipe Basmati mempunyai kandungan amilosa masing-masing 26,2% dan 25,6%, lebih tinggi dibandingkan dengan Basmati asli (24,9%). Salah satu ciri khas beras Basmati adalah mempunyai nasi yang pera dengan kandungan amilosa tinggi. Ciri khas Beras Basmati yang lain adalah bentuk berasnya yang panjang ramping. Dalam proses penggilingan, bentuk beras yang panjang ramping ini perlu mendapatkan perlakuan khusus, yaitu perlu modifikasi alat giling agar tidak banyak butir yang patah saat penggilingan.Ketahanan terhadap hama dan penyakit merupakan syarat suatu varietas unggul baru. Hasil skrining terhadap wereng cokelat dan hawar daun bakteri (HDB) menunjukkan bahwa kedua galur tipe Basmati menunjukkan respon lebih tahan dibandingkan dengan Basmati asli. Sedangkan hasil skrining terhadap blas menunjukkan bahwa Basmati asli mempunyai ketahanan terhadap blas yang lebih baik.Varietas yang akan dinamai BAROMA atau Beras Basmati Aromatik, sudah menarik minat para investor, termasuk dari kawasan Timur Tengah.BB Padi mempunyai peranan penting dalam memunculkan inovasi baik varietas unggul baru (VUB), maupun teknologi budidaya untuk terus meningkatkan produksi. Dengan lulusnya 5 galur menjadi varietas menambah koleksi varietas unggul yang telah dilepas Kementerain Pertanian. Langkah selanjutnya BB Padi akan segera mengembangkan benih sumber dan untuk selanjutnya akan dikembangkan beras skala komersial.(Yulia Tri S)Email: yuliatrisedyowati@gmail.comPustaka::Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2019