Loading...

Keuntungan penerapan tumpangsari pada lahan sekitar perkebunan

Keuntungan penerapan tumpangsari pada lahan sekitar perkebunan
Belum dioptimalkannya lahan kehutanan, lahan perkebunan, tegalan, lahan perkebunan BUMN, Swasta, dan perkebunan rakyat yang difokuskan pada lahan peremajaan maupun pada areal tanaman belum menghasilkan, menjadi salah satu perhatian pemerintah untuk memanfaatkannya melalui rekayasa sistem pertanaman tumpangsari.Dalam sistem tanam tumpangsari yang perlu diperhatikan adalah pengaturan kerapatan tanaman dan pemilihan jenis tanaman untuk memperoleh populasi yang optimal tanpa mengabaikan daya dukung lahan, sehingga terjadinya reduksi hasil dari masing-masing tanaman akibat kompetensi hara, air dan cahaya, akan terkompensasi dengan populasi yang sama dengan sistem tanam monokultur.Tanaman tumpangsari padi gogo yang ditanam di sekitar perkebunan/hutan akan dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar perkebunan/hutan, karena petani mendapat hasil padi sebelum tanaman pokok menghasilkan. Pola tanam yang dianjurkan untuk pertanaman tumpangsari tanaman dengan tanaman perkebunan/hutan adalah padi gogo diikuti kacang tanah atau kedelai atau kacang hijau dan selanjutnya bila masih ada hujan dapat diiikuti oleh penanaman kacang tunggak atau kacang uci sebelum pertumbuhan tanaman perkebunan/hutan menghasilkan. Pada beberapa lokasi ada yang bertanam sayuran (kacang panjang atau mentimun) dan ada juga yang bertanam jagung. Sedangkan pada musim ketiga masih dapat ditanami kacang tunggak yang lebih tahan kering tanpa olah tanah. Dengan demikian, maka produktivitas lahan lebih meningkat dan pendapatan petanipun juga akan meningkat. Penerapan pola tanam berbasis padi gogo yang intensif seperti tersebut diatas, maka permukaan tanah akan tertutup tanaman sepanjang tahun yang dapat berfungsi sebagai tindakan konservasi tanah secara vegetatif. Kontak langsung air hujan secara fisik dengan permukaan tanah akan berkurang karena tertahan oleh daun dan ranting tanaman. Selanjutnya penyerapan air secara perkolasi melalui akar tanaman akan meningkat, sehingga aliran permukaan berkurang dan erosi tanah dapat diminimalkan.Keuntungan lain adalah dengan adanya pertanaman sepanjang tahun, lahan tidak akan digembalakan ternak, pertumbuhan gulma akan berkurang dan dengan semakin banyaknya sisa tanaman (jerami) akan menambah kandungan bahan organik tanah. Tindakan peningkatan kandungan bahan organik tanah merupakan kunci keberhasilan pengelolaan lahan kering dalam jangka panjang.Beberapa keuntungan dari tumpangsari tanaman pangan dan sayuran dengan tanaman perkebunan/hutan dapat dirinci sebagai berikut : • Tenaga kerja untuk persiapan tanam dan pemeliharaan tanaman pokok menjadi berkurang;• Residu pupuk yang diberikan pada tanaman pangan yang diusahakan dapat dimanfaatkan oleh tanaman pokok; • Terjadi penambahan bahan organik dari sisa atau limbah tanaman pangan;• Tegakan tanaman pokok lebih baik;• Mengurangi penjarahan;• Pengembalaan ternak bebas dapat dikurangi (ternak perlu dikandangkan agar tidak merusak tanaman pangan yang diusahakan dan pemeliharaan ternak menjadi lebih intensif), serta • Pupuk organik atau pupuk kandang dapat digunakan sebagai substitusi pupuk anorganik atau sebagai sumber pendapat lain bilamana dijual.Demikian informasi yang dapat disampaikan semoga bermanfaat.Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Petunjuk Teknis Tumpangsari Padi, Jagung dan Kedelai, 2018 Badan Litbang, Kementan.2) Tumpangsari Padi, Jagung dan Kedelai, 2018, BPTP Provinsi Kalimanatan Barat3) https://www.google.com4) http://bbpadi.litbang.pertanian.go.id