Loading...

KEWASPADAAN TERHADAP PENYAKIT TETELO PADA UNGGAS

KEWASPADAAN TERHADAP PENYAKIT TETELO PADA UNGGAS
Unit Pelaksana Teknis-Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP) Kecamatan Bukit Batu mengadakan pertemuan rutin penyuluh. Rapat berkala penyuluh pertanian tersebut diadakan di Kantor UPT-BPP yang terletak di Gedung Terpadu Desa Sungai Selari. Pertemuan bulanan penyuluh dihadiri langsung oleh Plt. Kepala UPT BPP Kec. Bukit Batu. Dalam pemaparan materi disampaikan bahwa Salah satu penyakit yang kerap ditemukan pada unggas adalah penyakit tetelo. Penyakit ini umumnya disebabkan virus Newcastel Disease (ND). Newcastle Disease (ND) merupakan penyakit menular akut yang menyerang ayam dan jenis unggas lainnya dengan gejala klinis berupa gangguan pernafasan, pencernaan dan syaraf disertai kematian yang tinggi. Adapun ciri-ciri ayam yang terserang penyakit tetelo itu diantaranya, jengger pucat, ayam menjadi lesu, kotoran berwarna kebiruan dan kepala ayam seperti tengleng. Serangan penyakit itu biasanya hanya berlangsung selama dua atau tiga hari hingga ayam yang terserang mati. Faktor utama terjadinya kasus tetelo umumnya akibat perubahan lingkungan, seperti kenaikan jumlah populasi yang tidak kebal, perubahan iklim yang menyebabkan stres, perubahan musim (pancaroba), makanan dan atau sanitasi, serta tata laksana pemeliharaan yang kurang baik. Penyakit tetelo pada umumnya berjangkit tidak mengenal musim, penyakit ini dapat terjadi kapan dan dimana saja. Intensitasnya kadang ada juga dipengaruhi oleh musim, seperti saat musim pancaroba tingkat kejadiannya menjadi lebih sering sehingga menyebabkan intensitas peluang wabah pada cuaca yang tidak menentu akan lebih meningkat. kewaspadaan terhadap serangan penyakit tetelo dapat dilakukan dengan menjaga imunitas ternak melalui kegiatan vaksinasi. Selain itu praktik tata laksana pemeliharaan yang baik juga harus diperhatikan dengan selalu menjaga sanitasi kandang, desinfeksi, jaga kebersihan kandang dan alasya, cukup sirkulasi udara dan matahari, pemberian makanan dengan gizi yang cukup serta rajin mengamati kondisi ternaknya masing-masing. “Program vaksinasi dan pengobatan adalah keharusan dilakukan yang tidak boleh ditawar lagi, tidak boleh ditunda jadwalnya. Pemberian kekebalan melalui program vaksinasi yang tepat, cermat dan akurat, diharapkan dapat mencegah penyakit tetelo.” Pungkasnya.