Loading...

Komponen Pengendalian Mutu Benih kedelai

Komponen Pengendalian Mutu Benih kedelai
Pengendalian mutu tidak lebih dari memberikan perhatian atas operasi dan prosedur yang penting dalam melaksanakan bisnis benih; kualifikasi benih yang akan dihasilkan dapat dicek secara periodik sehingga dapat ditentukan apakah akan memenuhi standar dan dapat dipertahankan.a. Sumber BenihPenggunaan benih yang murni varietas dan bebas dari benih gulma merupakan langkah pertama dalam pengendalian mutu. Jika benih akan diberi sertifikat, maka sumber benih harus tertentu kelasnya dan diperiksa oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). b. LahanLahan yang digunakan untuk produksi benih harus subur, berdrainase baik dan cukup bebas dari gulma, terutama gulma yang sulit dipisahkan dari benih yang akan diproduksi. Lahan harus tidak ditanami sebelumnya dengan varietas yang berbeda atau lahan harus bera. Dalam hal lahan sebelumnya ditanami dengan varietas yang berbeda, maka hendaknya diikuti persyaratan pemberaan yang telah diatur oleh BPSB, walaupun bukan benih bersertifikat akan dihasilkan. Hal ini dimaksudkan agar pertanaman dapat terbebas dari tanaman voluntir.c. PenanamanAlat atau mesin tanam harus bersih sebelum diisi dengan benih yang akan ditanam. Usahakan agar hanya menanam satu varietas setiap harinya. Jika lebih dari satu varietas akan ditanam pada hari yang sama di lahan yang berbeda, bisa terjadi kesalahan mengisi alat tanam dengan satu atau dua kantong benih yang berbeda sehingga menyebabkan penanaman varietas yang berbeda di lahan yang sama. Dalam produksi benih legum, misalnya, benih yang akan ditanam mungkin perlu diinokulasi, tergantung pada jenisnya dan kondisi lahan. Benih harus disisakan kira-kira 0,5 kg untuk disimpan. Hal ini perlu untuk pengujian ulang jika ternyata benih tidak tumbuh dengan memuaskan. Pencatatan kualifikasi benih yang ditanam sebaiknya dilakukan, atau hal ini dapat ditempuh dengan menjaga label benih tidak terlepas dari kantongnya.d. IsolasiJarak antar varietas hendaknya memenuhi persyaratan minimal yang ditetapkan BPSB walaupun bukan benih bersertifikat yang akan dihasilkan. Produsen benih dapat menggunakan isolasi jarak atau isolasi waktu tergantung kebutuhan atau situasi lapangan. Persyaratan minimum jarak atau waktu isolasi telah diatur oleh BPSB.e. Teknik BudidayaTeknik budidaya terbaik hendaknya dilaksanakan, termasuk di dalamnya pengendalian gulma. Pengendalian gulma merupakan salah satu kegiatan yang ditekankan dalam prosedur menghasilkan benih bersertifikat.f. Pemeriksaan LapangPetugas yang bertanggung jawab atas pengendalian mutu atau supervisor produksi harus memeriksa lapangan beberapa kali dan melakukan roguing, yaitu: (1) setelah muncul bibit sambil menetapkan status pertanaman, (2) selama musim awal pertumbuhan tanaman sambil mencek keperluan pengendalian gulma dan menilai status pertanaman, (3) pada saat pembungaan untuk mencek kemurnian varietas, dan (4) sebelum panen untuk mencek kemurnian varietas, kehadiran gulma yang berbahaya, dan melaksanakan roguing terakhir.g. PemanenanAlat pemanenan atau 'kombain' (combine) harus bersih sekali dan diperiksa sebelum digunakan. Waktu panen sedapat mungkin ditetapkan berdasarkan kadar air benih, terutama jika menggunakan cara mekanis untuk pemanenan. Pemanenan harus dilakukan jika kadar air benih telah sesuai agar benih tidak mengalami kerusakan mekanis. Hindari pemanenan dalam kondisi cuaca hujan atau mendung agar tidak menimbulkan masalah dalam pengeringan. Efektivitas pemanenan harus diperhatikan dengan memeriksa ketepatan fungsi setiap bagian alat pemanen. Walaupun saat ini telah ada kombain yang terprogram komputer, pengamatan hasil kerjanya masih memerlukan campur tangan operator. Selain itu, hendaknya dilakukan pengambilan contoh benih untuk mengukur kadar air dan menyesuaikan penyetelan bagian perontok dari kombain. Kebersihan conveyor, trailer, dan alat lain yang digunakan harus terjamin.h. Penyimpanan "Lindak" (Bulk Storage)Setelah dipanen, benih hendaknya ditempatkan dalam penyimpanan lindak yang bersih. Aerasi diperlukan jika kadar air benih cukup tinggi, misalnya 13-14% untuk kedelai . Aerasi diperlukan juga walaupun kadar air benih setinggi 12% atau kurang untuk menghindari adanya 'titik atau sumber panas di dalam massa benih. Contoh benih juga diambil dari simpanan lindak ini dan dikirimkan ke laboratorium untuk diuji kemurnian dan perkecambahannya. Berdasarkan hasil pengujian itu produsen benih harus menetapkan status mutu benihnya dan memutuskan apakah perlu untuk mengolah benih lebih lanjut; langkah-langkah tertentu mungkin diperlukan pada taraf itu agar benih yang telah diuji pada akhirya memenuhi persyaratan.i. Pengolahan BenihAlat-alat pengolahan benih harus diperiksa dan dibersihkan dari kontaminan. Alat-alat yang diperlukan hendaknya dipasang dengan benar untuk menekan kehilangan dan mencapai hasil pemilahan yang optimum atau memenuhi standar. Pemilihan alat pemilahan benih yang tepat sangat perlu. Selanjutnya benih harus diambil contohnya dan dikirimkan ke laboratorium untuk penilaian mutunya. Kira-kira 1 kg benih hendaknya disimpan sebagai arsip dan kelompok benih harus dihitung serta ditentukan kebutuhan kantong pengemas dan labelnya.j. PenyimpananProdusen benih pada umumya harus menyimpan benih sebelum disalurkan. Jika kantong-kantong benih tidak diberi etiket (label), usahakan untuk menyimpan benih berdasarkan kelompoknya. Walaupun demikian, penumpukan benih berdasarkan kelompok yang sama sebaiknya dilakukan agar mempermudah penanganannya. Catatan tentang jumlah kantong benih per kelompok harus ada, lengkap dengan posisinya di dalam gudang. Gudang harus bersih dan bebas dari tikus.k. PemeriksaanTerakhirPengambilan contoh benih masih diperlukan sebelum benih didistribusikan, terutama untuk pengangkutan jarak jauh. Hal ini untuk menghindari tuntutan dari konsumen, terutama jika benih telah disimpan cukup lama di dalam gudang, walaupun masih belum kadaluwarsa. Gudang, wadah penyimpanan, dan alat-alat pengolahan, pemanenan, dan penanaman harus dibersihkan pada akhir kegiatan produksi benih di musim yang bersangkutan. Evaluasi harus dilakukan atas pelaksanaan produksi benih yang lalu agar dapat melakukan perbaikan dalam kegiatan di musim berikutnya. Produsen benih disarankan untuk melihat lapang yang telah digunakan; suatu gagasan mungkin akan muncul untuk meningkatkan taraf pengendalian mutu pada masa yang akan datang.Penyunting: Yulia Tri SEmail: yuliatrisedyowati@yahoo.co.idSumber:Anonim. 1999.Kebijakan Pembangunan Pertanian . Jakarta : DepartemenPertanian.Qamara, W., dan A, Setiawan S. 1995.Produksi Benih. Jakarta : Bumi Aksara.Wirawan, B., dan Sri Wahyuni. 2002.Memproduksi Benih Bersertifikat.Jakarta : Penebar Swaday