Loading...

KONDISI ALAM TANAMAN APEL UNTUK TUMBUH DAN BERPRODUKSI BAIK

KONDISI ALAM TANAMAN APEL UNTUK TUMBUH DAN BERPRODUKSI BAIK
Buah apel (Malus sylvestrys Mill) rasanya manis agak masam segar dan mengandung banyak vitamin C dan B. Buah apel ini sering menjadi pilihan bagi orang yang sedang diet sebagai makanan pengganti. Tanaman ini berasal dari daerah Asia Barat dengan iklim sub tropis, maka ditanam di Indonesia tidak semua tempat tanaman apel dapat tumbuh baik. Tanaman apel akan tumbuh dan berproduksi baik bila ditanam di daerah dengan kondisi alam yang sesuai, yaitu dataran tinggi kering serta kondisi iklim dan tanah berikut. Iklim Iklim yang dikehendaki tanaman apel tumbuh baik meliputi: ketinggian tempat, letak lintang, curah hujan, suhu dan kelembaban udara, serta radiasi (penyinaran matahari) seperti berikut: Tinggi tempat Tanaman apel akan tumbuh dan menghasilkan buah yang baik pada lahan dengan ketinggian 700 – 1.200 meter dari permukaan air laut (dpl). Sedang ketinggian yang paling ideal/baik pada 1.000 – 1.200 m dpl. Letak lintang Tanaman apel tropis dapat tumbuh baik di lahan yang berada pada lintang 7o50’ hingga 10o LS, contohnya tanaman apel tumbuh baik di Kabupaten Malang (Batu dan Poncokusumo) dan Kabupaten Pasuruhan (Nongkojajar) Provinsi Jawa Timur. Wilayah ini berada di antara 7o50’ hingga 8o Lintang Selatan (LS). Selain itu tanaman apel dapat dikembangkan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (SoE) berada pada 9o50’ LS. Sedangkan pengembangan tanaman apel di luar lokasi tersebut belum menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang baik. Curah hujan Tanaman apel tropis tubuh baik pada daerah yang memiliki curah hujan antara 1.600 - 2.600 mili meter per tahun, dengan hari hujan antara 110 -150 hari per tahun. Selain itu jumlah bulan basah 6 – 7 bulan dan bulan kering 3 – 4 bulan. Curah hujan yang berlebihan dapat mengakibatkan gugurnya bunga dan buah apel muda. Suhu dan kelembaban udara Tanaman apel tropis akan tumbuh baik pada lahan yang memiliki suhu udara antara 16 – 25 oC (derajat Celcius) dan kelembaban udara antara 75 – 85%. Radiasi (penyinaran matahari) Tanaman apel tropis akan tumbuh baik pada lahan yang mendapat penyinaran matahari lebih dari 50% setiap hari. Sinar matahari diperlukan oleh tanaman apel untuk pembungaan dan mendapatkan mutu buah yang baik. Adanya kabut dan mendung akan mengurangi penyinaran tanaman apel yang akan mengganggu pertumbuhan. Tanah Tanaman apel untuk tumbuh dan menghasilkan banyak produksi dipengaruhi kondisi tanah, antara lain: jenis tanah, tekstur dan struktur, pH, air tanah, dan tingkat kemiringan lahan. Jenis tanah Tanaman apel tumbuh dengan baik pada tanah berjenis Latosol dan Andosol. Tekstur dan struktur Tanaman apel akan tumbuh baik pada tanah dengan tekstur remah dan gembur dengan lapisan/kandungan bahan organik yang tinggi. Sedangkan struktur tanah yang baik untuk perkembangan perakaran tanaman apel pada kedalaman lapisan atas (solum) yang dalam. pH Tanaman apel tropis cocok pada tanah dengan pH berkisar 6,5 dan bila terlalu rendah dapat diperbaiki dengan pemberian Dolomit (kapur pertanian). Air tanah Tanaman apel tropis menghendaki air tanah tidak terlalu dalam (dangkal). Di daerah yang pengairannya hanya tadah hujan, produksi apel hanya dapat panen setiap tahun pada saat permukaan air tanah dangkal seperti di Nongkojajar. Tingkat kemiringan lahan Tanah untuk tanaman apel dianjurkan memiliki kemiringan antara 5 – 20o dan tidak terlalu bergelombang. Bila tingkat kemiringan lebih 20o perlu membuat teras. Penulis: Susilo Astuti H. (Penyuluh Pertanian Pusluhtan) Sumber Informasi: 2003. Budidaya Apel. Jakarta: Direktorat Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura, Departemen Pertanian. 2004. Buku Apel (Malus sylvestrys Mill). Jakarta: Direktorat Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura, Departemen Pertanian. 2008. Budidaya Apel. Diakses tanggal 30 April 2010.