Loading...

KONDISI PERSAWAHAN PASCA BANJIR DI KECAMATAN ASERA KABUPATEN KONAWE UTARA

KONDISI PERSAWAHAN PASCA BANJIR DI KECAMATAN ASERA KABUPATEN KONAWE UTARA
Kondisi wilayah Kecamatan Asera pasca banjir memang sangat memprihatinkan dan menyayat hati, pilu rasanya menyaksikan banjir yang melanda dan sedih ranya melihat jejak-jeka banjir yang tertinggal. Tidak hanya memporak-porandakan permukiman dan harta benda lainnya tetapi juga memupuskan asa akan kehidupan masa depan. Ini disebabkan karena banyaknya areal persawahan di Kecamatan Asera yang kini tak bisa difungsikan sebagaimna sediakala. Hampir sekitar 300 Ha luasan persawahan di Kecamatan Asera Kabupaten terdampak banjir dan menyisahkan lumpur yang sangat tebal hingga 1 meter lebih yang melapisi permukaan sawah. Lumpur yang menjadi jejak-jejak bencana banjir di kecamatan Asera memberikan luka dan piluh yang sangat dalam dan membekas dihati petani. Lumpur yang tertinggal merupakan material yang tak memiliki kesuburan yang baik bahkan mengandung racun kata Seorang peneiliti dari BPTP yaitu Ir. Suharno. Lebih lanjutnya bahwa keadaan ini tidak menguntungkan bagi petani, pada kedaadan lain pada musibah didaerah terkandang setelah banjir lahan-lahan biasanya pada subur karena material yang ditinggalkan banjir, namun pada keadaan ini lumpur yang ditinggalkan hanya menyisahkan lumpur yang megandung kadar racun yang cukup tinggi. Kondisi persawhan yang tertutup lumpur memang sangat meresahkan namun, ada sebagian masyarakat yang masih tak mau hilang asa dan terus bergiat. Di Desa Walasolo para petani masih melakukan kegitan bersawah pada lahan-lahan yang masih tersisah atau tak tertutup lumpu dengan ketebalan yang sangat tebal, sehingga mereka masih bisa malakukan pengolahan tanah. Dengan sedikit harapan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi petani-petani Dikecamatan Asera untuk memulai lagi aktivitas pertanian. Areal persawhan yang tersisa di Kecamatan Asera hanya berkisar 5 ha saja, luasan inilah yang menjadi harapan bagi petani khususnya di Desa Walasolo Kelompok tani Amopiki. Besar harapan para petani untuk dapat melakukan aktivitas bertani seperti sediakala. Untuk itu dibutuhkan uluran tangan dari pemerintah dan solusi yang nantinya dapat mengatasi masalah ini. Sehingga persawahan Kecamatan Asera yang hamper 400 ha dapat hijau kembali dengan padi sawah.