Loading...

KONSEP PENYUSUNAN PROGRAMA BPP KECAMATAN MARGA TAHUN 2022

KONSEP PENYUSUNAN PROGRAMA BPP KECAMATAN MARGA TAHUN 2022
PENYUSUNAN KONSEP PROGRAMA BPP KECAMATAN MARGA TAHUN 2022 Penyusunan Konsep Programa Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Marga Tahun 2022, dilaksanakan : Hari Kamis, Tanggal: 20 Mei 2021. Tempat : Ruang Pertemuan Di Kantor BPP Kecamatan Marga. Peserta yang hadir : 20 orang (terdiri dari Ketua Posluhdes, Pekaseh (Ketua Gapoktan), Petani Swadaya, PPL Desa se Kecamatan Marga, POPT Kecamatan Marga, Koordinator PPL/Ka. BPP Kecamatan Marga dan Urusan Programa BPP Kecamatan Marga dan 5 orang dari Tim Programa Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan).. Dasar Hukum : Undang-undang nomor 16 Tahun 2006, Permentan nomor : 7/Permentan/SM.010/9/2016. Pengertian :Programa Penyuluhan Pertanian Pertanian adalah pernyataan tertulis yang disusun secara sistematis tentang Rencana Kegiatan Penyuluhan Pertanian, yang menggambar kan keadaan sekarang, tujuan yang akan dicapai, masalah yang dihadapi, dan rencana kegiatan penyuluhan yang dilakukan secara partisipatif, guna mendukung pencapaian tujuan Program Pembangunan Pertanian. Programa Penyuluhan Pertanian adalah rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian penyuluhan (Permentan nomor: 7/Permentan/SM.010/9/2016). Tujuan: 1). Tersusunnya Programa Penyuluhan Pertanian di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa. 2). Tersedianya Programa Penyuluhan Pertanian di semua tinkatan sesuai dengan Programa Penyuluhan Pertanian yang tersusun. Prinsip: 1). Terukur : Programa yang disusun dapat diukur keberhasilannya Realistis dan Programa yang disusun sesuai dengan keadaan/kenyataan sebenarnya. 2). Bermanfaat : Programa Penyuluhan Pertanian harus memberikan nilai manfaat bagi peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan prilaku untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan pelaku utama dan pelaku usaha.3). Dapat dilaksanakan: bahwa Programa Penyuluhan Pertanian dapat dilaksanakan oleh penyuluh, pelaku utama dan pelaku usaha dalam mencapai tujuan.4. Partisipatif : penyusunan programa melibatkan secara aktif pelaku utama dan pelaku usaha dan penyuluh sejak dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi. 5). Terpadu : bahwa Programa Penyuluhan Pertanian yang disusun dengan memperhatikan program penyuluhan Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, dan Nasional dengan berdasar kebutuhan pelaku utama dan plaku usaha. 6). Transparan : Programa Penyuluhan Pertanian diselengarakan secara terbuka antara penyuluh, pelaku utama dan pelaku usaha sehingga dapat diketahui oleh sesama unsur terkait. 7). Demokratis : penyusunan Programa yang diselenggarakan dengan saling menghormati pendapat antara Penyuluh, Pemerintah, dan pelaku utama serta pelaku usaha. 8). Bertanggung gugat : bahwa evaluasi Programa Penyuluhan Pertanian dikerjakan dengan membandingkan pelaksanaan yang telah dilaksanakan dengan perencanaan yang telah dibuat dengan sederhana, terukur, dapat dicapai, rasional, dan kegiatannya dijadwalkan. Unsur-unsur Programa Penyuluhan Pertanian Keadaan : Menggambarkan fakta-fakta berupa data dan informasi mengenai potensi, produktifitas dan lingkungan usaha pertanian, perilaku/tingkat kemampuan petani dan pelaku dalam usahanya diwilayah (Desa/Kelurahan, Kecamatan).Data Keadaan tersebut Disajikan dalam bentuk tabel, grafik atau gambar. Beberapa konsep rumusan keadaan Programa Penyuluhan Pertanian BPP Kecamatan Marga Tahun 2022: RUMUSAN KEADAAN TAHUN 2022 1). Bidang Pertanian tanaman pangan : Jumlah petani yg mau menggunakan pupuk berimbang pada padi sawah, jagung dan kedelai sesuai anjuran baru 94% tahun 2021, Jumlah petani yg mau menggunakan metode SRI/tandur jajar Legowo Baru 36 % tahun 2021 , Jumlah petani yg melaksanakan penanaman padi 1 atau 2 batang per rumpun baru 67% tahun 2021. 2). Bidang Perkebunan: Jumlah petani yg mau melakukan pemangkasan tanaman kakao secara intensif baru 62% tahun 2021.. 3). Bidang Peternakan: Jumlah petani yg memberikan pakan tambahan pada ternak sapi sesuai anjuran baru 67% tahun 2021, Jumlah petani sapi membuat kandang sesuai dengan instruksi yang dianjurkan baru 62% tahun 2021, Jumlah petani peternak babi yang sudah membuat tempat kotoran babi sesuai dengan teknis anjuran baru 37% tahun 2021. 4). Bidang Sosial: Jumlah petani yg mau membuat catatan usaha taninya sebagai pembukuan usaha untuk mengarah pada orientasi usaha baru 37% tahun 2021. 5). Bidang Ekonomi: Jumlah petani yg mau menjual hasil usahataninya dalam bentuk gabah/beras (bukan ditebaskan) baru 39% tahun 2021. Tujuan : Tujuan dalam hal ini memuat pernyataan mengenai perubahan perilaku dan kondisi pelaku utama dan pelaku usaha yang hendak dicapai dirumuskan dengan prinsip SMART = Spesifik (khas), Measureable (dapat diukur), actionary (dapat dikerjakan), Realistic (realitis), dan Time frame (batasan waktu untuk mencapai tujuan) Kalimat tujuan yang dituangkan dalam programa mengandung unsur ABCD = Audience (khalayak sasaran), Behaviore (perubahan perilaku yang dikehendaki), Condition (kondisi yang akan dicapai), dan Degree (derajat Kondisi yang akan dicapai) Beberapa konsep Rumusan Tujuan Programa Penyuluhan Pertanian BPP Kecamatan Marga tahun 2022: RUMUSAN TUJUAN TAHUN 2022; 1). Bidang Pertanian tanaman pangan : Jumlah petani yg mau menggunakan pupuk berimbang pada padi sawah, jagung dan kedelai sesuai anjuran baru 94% tahun 2021 meningkat 2% menjadi 96% pada akhir tahun 2022, Jumlah petani yg mau menggunakan metode SRI/tandur jajar Legowo Baru 36 % tahun 2021 meningkat 2% menjadi 38% pada akhir tahun 2022, Jumlah petani yg melaksanakan penanaman padi 1 atau 2 batang per rumpun baru 67% tahun 2021 meningkat 2% menjadi 69 % pada akhir tahun 2022. 2). Bidang Perkebunan: Jumlah petani yg mau melakukan pemangkasan tanaman kakao secara intensif baru 62% tahun 2021 meningkat 2% menjadi 64% pada akhit tahun 2022. 3). Bidang Peternakan: Jumlah petani yg memberikan pakan tambahan pada ternak sapi sesuai anjuran baru 67% tahun 2021 meningkat 2% menjadi 59% pada akhir tahun 2022, Jumlah petani sapi membuat kandang sesuai dengan instruksi yang dianjurkan baru 62% tahun 2021 meningkat 2% menjadi 64% pada akhir tahun 2022. Jumlah petani peternak babi yang sudah membuat tempat kotoran babi sesuai dengan teknis anjuran baru 37% tahun 2021 meningkat 2% menjadi 39% pada akhir tahun 2022. 4). Bidang Sosial: Jumlah petani yg mau membuat catatan usaha taninya sebagai pembukuan usaha untuk mengarah pada orientasi usaha baru 37% tahun 2021 meningkat 2% menjadi 39% pada akhir tahun 2022. 5). Bidang Ekonomi: Jumlah petani yg mau menjual hasil usahataninya dalam bentuk gabah/beras (bukan ditebaskan) baru 39% tahun 2021 meningakta 2% menjadi 41% pada akhir tahun 2022. Tujuan : Tujuan dalam hal ini memuat pernyataan mengenai perubahan perilaku dan kondisi pelaku utama dan pelaku usaha yang hendak dicapai dirumuskan dengan prinsip SMART = Spesifik (khas), Measureable (dapat diukur), actionary (dapat dikerjakan), Realistic (realitis), dan Time frame (batasan waktu untuk mencapai tujuan) Kalimat tujuan yang dituangkan dalam programa mengandung unsur ABCD = Audience (khalayak sasaran), Behaviore (perubahan perilaku yang dikehendaki), Condition (kondisi yang akan dicapai), dan Degree (derajat Kondisi yang akan dicapai). Draf Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian BPP Kecamatan Marga Tahun 2022: Lembar Judul, Peta Kecamatan Marga, Kata Pengantar, Tim Penyusun, Lembar Pengesahan, Daftar Isi dan Daftar Tabel I. PENDAHULUAN II. KEADAAN UMUM III. TUJUAN IV. MASALAH PROGRAM (berisikan: Rumusan Keadaan, Masalah dan Materi yang diperlukan). CARA MENCAPAI TUJUAN (dalam bentuk Tabel yang berisikan : No, Keadaan, Tujuan, Masalah, Sasaran, Materi, Metode, volume, Lokasi, Waktu, Biaya, Penanggungjawab, Pelaksana dan Keterangan). PENUTUP VII. EVALUASI PROGRAMA LAMPIRAN- LAMPIRAN Demikian, Penyusunan Konsep Programa BPP Kecamatan Marga Tahun 2022. (I Nyoman Kuspianto,SP. BPP Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali)