Loading...

KONSEPSI PRODUKSI TEH YANG BERKELANJUTAN

KONSEPSI PRODUKSI TEH YANG BERKELANJUTAN
Salah satu komoditas unggulan perkebunan adalah tanaman teh, untuk keberhasialn pengembangan teh diperlukan pembangunan perkebunan berkelanjutan. Salah satu indikator penerapan pembangunan perkebunan berkelanjutan khususnya teh dengan npenerapan teknik budidaya teh yang baik yang memperhatikan keamanan pangan, lingkungan, kesehatan, dan mutu.Teh merupakan minuman yang menyegarkan dan menyehatkan. Komoditas teh mempunyai peranan yang sangat strategis terhadap perekonomian Indonesia. Pada tahun 2012 komoditas teh mampu menghasilkan devisa sebesar US$ 156,74 juta. Walaupun jumlahnya relatif kecil namun yang dihasilkan dari teh merupakan nettdevisa karena komponen impornya sangat kecil. Secara nasional industri teh menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar Rp. 1,2 trilyun. Pembangunan berkelanjutan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi manusia. Pembangunan yang berkelanjutan pada hakekatnya ditujukan untuk mencari pemerataan pembangunan antar generasi pada masa kini maupun masa mendatang. Konsepsi produksi teh berkelanjutan (sustainable tea production) tentunya harus mengacu pada konsepsi pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) yang mulai gencar disosialisasikan dalam beberapa dasawarsa terakhir ini. Pertanian berkelanjutan yaitu pengelolaan sumberdaya yang berhasil untuk usaha pertanian untuk memenuhi kebutuhan manusia yang terus berubah dan sekaligus mempertahankan atau meningkatkan kualitas lingkungan dan melestarikan sumberdaya alam. Pembangunan berkelanjutan mencakup tiga aspek, yaitu pembangunan ekonomi, pembangunan sosial dan perlindungan lingkungan. Ketiga aspek tersebut tidak bisa dipisahkan satu sama lain, karena ketiganya menimbulkan hubungan sebab-akibat. Aspek yang satu akan mengakibatkan aspek yang lainnya terpengaruh. Hubungan antara ekonomi dan sosial diharapkan dapat menciptakan hubungan yang adil (equitable). Hubungan antara ekonomi dan lingkungan diharapkan dapat terus berjalan (viable). Hubungan antara sosial dan lingkungan bertujuan agar dapat terus bertahan (bearable). Ketiga aspek yaitu aspek ekonomi, sosial dan lingkungan akan menciptakan kondisi berkelanjutan (sustainable). Ciri-ciri pertanian berkelanjutan yaitu : a). Mantap secara ekologis. Kualitas sumberdaya alam dipertahankan/ditingkatkan dan kemampuan agroekosistem secara keseluruhan (manusia, tanaman, hewan dan organisme tanah) ditingkatkan.b). Bisa berlanjut secara ekonomis. Petani dapat memperoleh pendapatan yang cukup bagi kebutuhan sendiri. C). Adil. Distribusi sumberdaya dan kekuasaan sedemikian rupa sehingga semua anggota masyarakat terpenuhi kebutuhan dasarnya. d). Manusiawi. Semua bentuk kehidupan (manusia, hewan dan tanaman) dihargai. e). Luwes. Masyarakat mampu menyesuaikan dengan perubahan kondisi usaha tani yang berlangsung terus. Dalam kaitannya dengan keberlanjutan produksi teh, dewasa ini berkembang bermacam-macam perdagangan yang diinisiasi oleh konsumen teh di negara maju yang pada dasarnya semua mengacu pada keberlanjutan produksi teh. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Alamat Email : harnati_r@yahoo.com Sumber Bacaan :1. Setyamidjaja, Djoehana. 2000. Teh Budidaya dan Pengolahan Pascapanen. Kanisius. Yogyakarta.2. Ditjenbun. 2014. Pedoman Teknis Budidaya Teh Yang Baik (GAP on Tea). Kementan. Jakarta3. Sumber gambar berasal dari medium.com