Loading...

KONSUMSI PANGAN BUAH JENGKOL MERUPAKAN SALAH SATU POLA KESADARAN MASYARAKAT AKAN PENTINGNYA KESEHATAN

KONSUMSI PANGAN BUAH JENGKOL MERUPAKAN SALAH SATU POLA KESADARAN MASYARAKAT AKAN PENTINGNYA KESEHATAN
Jengkol adalah salah satu tanaman yang dikenal dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Di beberapa daerah, jengkol dikenal dengan nama Jering yang memiliki nama latin Archidendrin Pauciflorum dan merupakan jenis tanaman yang dapat dengan mudah ditemui di hutan-hutan Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah karena pohon jengkol adalah salah satu pohon tropis. Dan karena mudah ditemui inilah, jarang ada orang yang membudidayakannya. Bukan hanya karena buahnya yang dapat diolah menjadi beberapa jenis makanan, tapi juga karena jengkol memiliki banyak manfaat positif bagi kesehatan. Banyaknya permintaan jengkol ini menjadikan terkadang harga 1kg jengkol menandingi harga 1kg daging sapi. Seperti di singgung diawal, jengkol termasuk bahan makanan yang memiliki harga cukup tinggi. Bahkan pada saat permintaan sedang tinggi, harga jengkol bisa ikut meninggi karena ketersediaan barang yang terbatas. Tingginya permintaan masyarakat akan biji jengkol sebagai bahan konsumsi pangan mengakibatkan ketersediaanya di pasar sangat terbatas. Harga jengkol naik drastis sampai Rp 60.000 per kg, bahkan di beberapa tempat terjadi kelangkaan jengkol. Hal ini membuktikan bahwa komoditas ini mempunyai nilai tambah yang tinggi. Keterbatasan ketersediaan biji jengkol di pasaran disebabkan karena belum adanya penanaman jengkol berskala kebun. Tanaman Jengkol Secara geografis, tanaman jengkol terdistribusi secara luas di daerah Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darusalam. Tanaman tropis ini memiliki buah yang sebenarnya adalah biji atau polong dari buah yang sebenarnya. Tiap polong terdapat kurang lebih 5-7 buah. Pohon jengkol sendiri mampu tumbuh hingga mencapai 10-27 meter. Selain itu, pohon jengkol juga memiliki akar yang dalam sehingga mampu menyerap air tanah. Tanaman jengkol merupakan tanaman khas Indonesia. Aromanya yang khas serta rasanya yang bagi sebagian orang adalah nikmat menjadikan jengkol sebagai salah satu makanan populer. Jengkol sudah banyak diketahui memiliki beragam khasiat yang baik untuk kesehatan kita. Buah jengkol mengandung unsur Kalium yang tinggi dan berguna dalam menjaga fungsi jantung. Daunnya dapat digunakan untuk obat diabetes setelah direbus dengan air dan kemudian diminum. Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan berubahnya pola konsumsi pangan. Bahan pangan yang mengandung nilai gizi tinggi dan bermanfaat bagi pencegahan terhadap suatu penyakit menjadi prioritas konsumsi. Namun walaupun jengkol memiliki banyak manfaat, ternyata tidak semua orang menyukai jengkol. Salah satunya karena efek bau setelah memakan jengkol. Buah jengkol memang tidak memiliki bau namun setelah anda memakannya, efek bau akan mulai bermunculan dari tubuh anda. Mulai dari bau mulut, keringat, bahkan urin.Terlepas dari efek negatifnya, berikut adalah kandungan-kandungan dari buah jengkol yang berguna bagi tubuh tapi tidak banyak diketahui orang:1. Khasiat Diuretic. Khasiat jengkol satu ini akan membantu melancarkan pembuangan urin serta BAB. Khasiat ini akan sangat berguna bagi anda yang sering mengalami susah BAB dan melangsingkan perut.2. Kandungan asam dan mineral. Kedua kandungan ini akan mencegah seseorang terkena penyakit kencing manis atau diabetes.Selain itu jengkol juga kaya akan karbohidrat, protein, vitamin A, vitamin B, fosfor, kalsium, alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin, dan saponin. Kandungan vitamin C pada 100 gram biji jengkol adalah 80 mg. Buah jengkol ternyata kaya akan kandungan gizi. Menurut sebuah penelitian, dari 100 gram biji jengkol terkandung 133 kkal energi, 23,3 gram protein, 20,7 gram karbohidrat, 240 SI vitamin A, 0,7 mg vitamin B, 80 mg vutamin C, 166,67 mg fosfor, 140 mg kalsium, 4,7 mg zat besi dan 49,5 gram air. Dengan berbagai kandungan gizi yang dipunyai, dipercaya jengkol atau jering (Archidendron jiringa) mampu mencegah gangguan diabetis, menurunkan kadar gula dan dapat menjaga kesehatan jantung. Pemanfaatan buah (biji) jengkol beraneka ragam, mulai dimakan segar lalapan, diolah semur jengkol, hingga dijadikan kue dan keripik atau emping jengkol. Biji, cangkang dan kulit batang jengkol memiliki kandungan zat anti diabetes, karena beraktifitas secara hipoglikemia. Penelitian terhadap ekstrak biji dan kulit batang jengkol berdampak positif dalam menurunkan kadar glukosa dalam darah sehingga mengurangi resiko terkena DM. Ditulis ulang oleh : Dalmadi BBP2TP BogorSumber : Balitbangtang dan Berbagai sumber media elektronik (Internet)Gambar : Indo Leaks, askep-askeb dan lainnya