KONTRIBUSI PARAMETER IKLIM UNTUK PERINGATAN DINI SERANGAN WERENG BATANG COKLAT ( WBC ) Pemanasan global menyebabkan peningkatan intensitas kejadian iklim ekstrim ( El-Nino dan La-Nina ) dan ketidakteraturan musim. Akhir - akhir ini peningkatan kejadian iklim ekstrim makin kerap muncul yang ditandai dengan fenomena banjirdan kekeringan, perubahan pola curah hujan yang berdampak pada pergeseran musim dan pola tanam, flukstuasi suhu dan kelembaban udara yang semakin meningkat. Sektor pertanian terutama tanaman pangan sangat rentan dengan kondisi ini. Dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian dapat berupa meningkatnya kekeringan, kebanjiran, perubahan pola tanam, serangan penganggu tanaman (OPT), yang semuanya dapat berujung pada gagal panen. Serangan Penganggu Tanaman ( OPT ) khususnya Wereng Batang Coklat ( WBS ) merupakan salah satu faktor pembatas produksi tanaman padi tetapi, management pengendalian OPT kurang dapat mendapat perhatian jika tidak ada kasus ledakan/outbreak. Indentifikasi Parameter Iklim Yang Berkontribusi Terhadap Serangan WBC. Serangan OPT/WBC dipengaruhi oleh : 1). Hamanya itu sendiri, 2.) Inang atau makanannya, 3.) Lingkungan fisik yang mendukung diantaranya curah hujan, suhu, kelembaban, 4.) lingkungan biotik seperti musuh alami, organisme kompetitor. Parameter Iklim merupakan salah satu kontributor pemicu serangan jika ketiga fakor yang lain ada. Indentifikasi parameter iklim yang mempengaruhi serangan WBC dapat dilakukan diantaranya melalui analisis korelasi dan plotting data. Korelasi Parameter Iklim dan luas Serangan WBC. Indentifikasi parameter iklim melalui analisis korelasi dilakukan dengan mengkorelasikan antara parameter iklim ( Curah hujan, kelembaban maksimum, kelebaban minimum, suhu udara maksmum, suhu udara manimum ) dengan luas serangan OPT dalam hal ini WBC menggunakan korelasi pearson. Karena iklim berpengaruhi terhadap metabolisme tubuh sebelum serangan terjadi, Siklus hidup WBC berkisar antara 28-33 hari dan data pengamatan serangan 2 mingguan jadi parameter iklim yang digunakan adalah data 2 mingguan yaitu : 2 minggu, i bulan, 1,5 bulansebelum serangan. Nilai korelasinya negatif artinya adalah: Luas serangan bertambah luas jika suhu dan kelembabab semangkin rendah pada range suhu dan kelembaban tahun tersebut. Jadi artinya serangan WBC meningkat jika kelembaban leih tinggi dari kondisi iklim rata-ratanya ( La-Nina ) tetapi serangannya makin tinggi dengan berkurangnya suhu dan kelembaban pada tahun la-nina. ( Novinsyah Puta Penyuluh Pertanian Tanjung Alam BPP Kecamatan Tanjung Baru ) Plotting Data Indentifikasi parameter iklim dengan plotting dapat dilakukan dengan membuat grafik dari data yang terkumpul. Luas serangan WBC pada tahun normal maksimal di bawah 4000 ha/2 minggu sedangkan pada tahun La-nina bina mencapai 9000 ha/2 minguu. Plotting data : dapat dilakukan dengan menbandingkan data iklim pada saat kejadian Outbreak dengan kondisi iklim rata-rata.