Loading...

KOOD Kota Depok Ngerayain Hari Jadi ke-21, KTNA Kecamatan Bojongsari Siap Sinergikan Potensi Rumah Budaya Depok

KOOD Kota Depok Ngerayain Hari Jadi ke-21, KTNA Kecamatan Bojongsari Siap Sinergikan Potensi Rumah Budaya Depok
DEPOK - Mengusung tema, “KOOD Berbudaya Menjaga Kelestarian Seni, Budaya & Bahasa Depok”, Komunitas Kumpulan Orang-Orang Depok (KOOD) Kota Depok merayakan hari jadinya yang ke-21 tahun, di Rumah Budaya Jalan Keadilan RT 05/08 Kampung Rawa Denok, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Rabu (29/09/2021). Kegiatan yang tidak menghadirkan banyak orang tersebut, mengikuti protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang ditetapkan Pemerintah diantaranya menjaga jarak (social distancing) dan mewajibkan pemakaian masker. Hadir dalam acara tersebut, Walikota Depok Dr. KH. Mohammad Idris, Ketua KOOD Kota Depok H. Ahmad Dahlan, Hj. Nina Suzana, H. Yahman, Setiawan, Amiruddin, H. Supian Suri, Wadon KOOD dan para pengurus KOOD tingkat kota, kecamatan dan kelurahan se-Kota Depok, serta para tamu undangan lainnya. Acara dibuka melalui pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh ustad Ahmad Sobari, dilanjutkan laporan ketua panitia (Baba Lamin), sambutan Camat Pancoran Mas (H. Syaiful Hidayat), sambutan Ketua Umum KOOD (H. Ahmad Dahlan), Tausiyah (KH. Ma’mun Murod), sambutan Walikota Depok (Mohammad Idris), doa (KH. Syihabudin) serta ramah tamah. “Alhamdulillah, gak kerasa KOOD sekarang udah berusia ke-21 tahun. Di usianya yang sekarang ini semoga kita semua semakin guyub dan tetap solid menjaga dan melestarikan seni budaya jangan sampai tergerus dengan zaman,” kata Ketua Umum KOOD Kota Depok H. Ahmad Dahlan (Baba Dahlan). Baba Dahlan mengimbau bagi seluruh jajaran pengurus dan anggota KOOD untuk fokus mengurusi seni, budaya dan mengedukasi warga Depok untuk merawat serta melestarikan bahasa para leluhur, yaitu bahasa asli Depok, sehingga KOOD tetap pada tujuan semula tidak masuk dalam ranah politik praktis. “Berpolitik secara pribadi silakan, tetapi jangan membawa nama organisasi KOOD. Jangan kita rusak organisasi hanya untuk kepentingan pribadi,” tegasnya. Lebih lanjut, Baba Dahlan mengungkapkan dalam rangka melestarikan budaya asli Kota Depok, KOOD juga telah menerbitkan Kamus Orang Depok. Kamus dibuat guna merespons semakin terkikisnya budaya Kota Depok, termasuk bahasa asli, akibat perkembangan teknologi serta banyaknya warga pendatang. Kamus Orang Depok yang baru pertama dibuat ini diharapkan dapat menjadi muatan lokal di sekolah-sekolah agar bahasa daerah asli Kota Depok tidak menjadi punah. “Dengan ulang tahun yang ke-21 ini saya berkeinginan agar Bahasa Depok bisa menjadi mata pelajaran di Kota Depok. Mengingat, bahasa pengantar Depok sekarang sudah lama hilang, sehingga dikhawatirkan untuk generasi ke depannya Bahasa Depok akan punah dengan masuknya budaya dari luar. Saya juga akan mencetak lagi kamus bahasa Depok sebanyak 300 halaman,” ungkapnya. Sementara itu, Walikota Depok, Dr. KH. Mohammad Idris dalam sambutannya mengajak warga Depok untuk menjaga dan melestarikan seni budaya yang ada di Depok. Dirinya berharap, di usia yang ke-21 tahun ini, KOOD lebih dapat menunjukan eksistensi yang lebih luas kemasyarakat Depok, bukan hanya sekedar melestarikan seni budaya saja, tapi sama-sama menghidupkan kembali seni budaya yang ada di Kota Depok. “KOOD diharapkan untuk tetap eksis dan bersinergi dengan Pemerintah Kota Depok dalam mewujudkan visi Kota Depok yang Maju, Berbudaya dan Sejahtera”, ujarnya. Merespon usulan bahasa Depok agar dapat masuk ke sekolah, Idris mengatakan dapat dilakukan atas dasar peraturan Kemendikbud. Pendidikan yang bersifat pembinaan, kewenangannya ada di Kepala Daerah dari Kemendikbud untuk melakukan pembelajaran istilahnya muatan lokal. “Jadi istilahnya muatan lokal, dalam unsur budaya bahkan unsur agama jadi muatan lokal bisa dimasukkan ke sekolah-sekolah di Depok. Bahasa Depok juga bisa dikembangkan nantinya di sekolah sebagai muatan lokal bagi pelajar kita,” jelas Idris. Ditempat yang sama, ketua panitia acara HUT KOOD ke-21, Baba Lamin mengucapkan banyak terimakasih kepada tukang pangkeng yang udah sibuk dari kemaren sore, blendong petong (bawaan banyak) dan semoga dengan usianya KOOD yang ke-21 tahun semua anggota yang berasal dari semua lintas suku dan agama akan semakin solid. Dikesempatan itu, KH. Syihabudin mengajak kepada semua anggota KOOD yang hadir untuk mengikuti doa, dzikir, tahlil dan tahmid yang dikhususkan kepada sesepuh KOOD yang sudah meninggal, serta dihindari dari wabah Corona di Indonesia khususnya kota Depok. Sinergikan Potensi Rumah Budaya Depok KOOD memiliki semangat besar dalam mengembangkan serta melestarikan seni budaya lokal di Kota Depok. Salah satunya, dibuktikan dengan membangun Rumah Budaya Depok pada lahan seluas 160 meter di Kampung Rawa Denok, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas. Dalam acara hari jadi KOOD ke-21 tersebut, Ketua Umum KOOD, H Ahmad Dahlan, berharap rumah budaya yang dibangun oleh organisasinya akan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Depok, serta mengajak peran serta berbagai pihak, terutama yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Depok. “Rumah budaya ini tidak hanya menjadi tempat ngumpul para pelaku seni dan budaya, tetapi juga bernilai edukasi sebagai sarana bagi para pelajar untuk lebih mengenal sejarah Depok,” ujar Baba Dahlan. Di rumah budaya tersebut, lanjut Baba Dahlan, tersedia benda-benda peninggalan leluhur Depok tempo doeloe, seperti meja, kursi, lemari, barang pecah-belah, dan lainnya. Sementara itu, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Bojongsari, Zaelani bersama Ahmad Saidi (Wakil Ketua KTNA) & Tuti Purwanti (UMKM Pawon Putri Pegagan) yang hadir langsung mendampingi Baba Jamhurobi (Wakil Ketua KOOD) dalam perayaaan hari jadi ke-21 KOOD mengapresiasi upaya pembangunan rumah budaya yang dinilainya akan semakin memperkuat identitas Depok sesungguhnya. Zaelani menyatakan, pertanian adalah induk dari kebudayaan dan pertanian merupakan warisan budaya unggulan. Untuk sektor pariwisata, tentunya kita perlu berfikir apa yang harus dikembangkan, agar sektor lain dibalik sektor pariwisata tetap eksis atau dapat bangkit kembali, terutama para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Depok. Potensi Rumah Budaya Depok sebagai destinasi wisata yang menjanjikan, ditambah visi Pemerintah Kota Depok diantaranya yang Berbudaya, keberadaan Rumah Budaya tentu diharapkan dapat membangun sinergitas dan koneksi lintas sektor. “Rumah Budaya Depok juga dapat difungsikan dengan sejumlah kegiatan, menyeimbangkan aktivitas masyarakat serta menggali potensi ekonomi kreatif berbasis sektor Pertanian, UMKM, Seni, Budaya & Pariwisata di Kota Depok,” ujarnya. Dalam mewujudkan komitmen kami sebagai organisasi profesi petani yang peduli terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar, kedepannya kami akan bekerjasama dengan stakeholder terkait berupaya untuk memberi kemanfaatan lebih pada Rumah Budaya Depok diantaranya dengan menampilkan potensi sektor Pertanian & UMKM khas Kecamatan Bojongsari seperti tanaman hias, ikan hias, aneka produk olahan pangan lokal dan herbal. “Hal tersebut juga bertujuan membuka pasar untuk produksi pertanian serta potensi wisata di Kota Depok. Semoga dukungan yang berasal dari sumbangsih kami ini bermanfaat bagi semua pihak dan berkesinambungan,” pungkasnya.