Loading...

KOPI ROBUSTA BAIK DIUSAHAKAN DI BENGKULU

KOPI ROBUSTA BAIK DIUSAHAKAN DI BENGKULU
Kopi Robusta (Coffea canephora) merupakan salah satu jenis kopi komersial selain kopi Arabika (C. arabica. Kopi Robusta merupakan jenis kopi yang banyak diusahakan di Indonesia dan juga di Provinsi Bengkulu dengan wilayah pengusahaan mulai dataran rendah hingga dataran tinggi.Rata-rata produksi kopi Robusta di Provinsi Bengkulu yaitu 748,45 kg/ha masih rendah jika dibandingkan dengan potensi produksi yang dapat mencapai 1.500 kg/ha. Rendahnya rata-rata produksi kopi Robusta di Provinsi Bengkulu disebabkan karena tanaman telah tua dan berasal dari bibit asalan serta pemeliharaan yang dilakukan belum optimal. Benih asalan yang biasanya diperbanyak secara generatif yang digunakan oleh petani mempunyai produksi rendah. Menurut Direktorat Jenderal Perkebunan, varietas kopi lokal yang dikembangkan oleh masyarakat sebagian besar berasal dari bahan tanaman biji sapuan dengan produktivitas rendah yaitu 702 kg/ha. Secara genetik, kopi Robusta mempunyai keragaman yang tinggi. Kopi Robusta mempunyai sifat menyerbuk silang (cross pollintaion). Sehingga perbanyakan yang dilakukan secara generatif memiliki keragaman populasi akibat proses segregasi yang merupakan ciri utama dari tanaman yang menyerbuk silang. Perbanyakan yang dilakukan dengan teknik generatif melalui penggunaan biji tidak dapat menyamai sifat-sifat unggul induknya dan penampilanya kurang seragam karena mengalami segregasi. Produktivitas yang dihasilkan dari bahan tanam biji umunya lebih rendah dari induknya.Peningkatan produktivitas kopi salah satunya dapat dilakukan dengan perbaikan bahan tanam. Perbaikan bahan tanam anjuran dapat dilakukan secara bertahap, baik dengan metode sambungan di lapangan pada tanaman yang telah ada maupun penanaman baru dengan tanaman asal setek. Penyetekan adalah pengakaran entres kopi dengan menggunakan media tumbuh dan lingkungan dengan umur entres yang digunakan 3-6 bulan. Sedangkan penyambungan merupakan penggabungan entres batang asat dengan bibit kopi dewasa. Penyambungan di pembibitan dilakukan pada bibit kopi batang bawah berumur 5-6 bulan dari saat benih disemaikan. Perbanyakan vegetatif dapat dilakukan melalui kultur jaringan, setek, okulasi dan penyambungan (grafting). Grafting dapat dilakukan dengan batang bawah dari bibit muda (5-6 bulan), maupun pada pertunasan dari tanaman kopi dewasa (menghasilkan). Salah satu keunggulan dari grafting adalah dapat memadukan sifat unggul dari batang bawah dengan batang atas (entres). Tujuan penyambungan adalah memanfaatkan dua sifat unggul dari bibit batang bawah tahan hama nematoda parasit akar, dan sifat unggul batang atas dengan produksi tinggi maupun mutu baik. Pada kopi Robusta, penanaman yang dilakukan pada kondisi yang berbeda, sering menunjukkan reaksi fenotipe yang berbeda, selain dipengaruhi oleh keunggulan kultivar dan kondisi cuaca, produktivitas kopi juga dipengaruhi oleh naungan tanaman pelindung yang digunakan, dosis pupuk, komposisi klon kopi dan ketinggian tempat. Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Alamat Email : harnati_r@yahoo.com Sumber Bacaan :1. Badan Pusat Statistik. 2016. Provinsi Bengkulu Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu2. Ditjenbun. 2014. Pedoman Teknis Budidaya Kopi Yang Baik (GAP on Coffee). Kementan. Jakarta3. Sumber gambar berasal dari ptnasa.net