KOTA BATU – Kota Depok ikuti perhelatan nasional pelaku utama atau Rembug Utama Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2022 yang secara resmi dibuka oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, Jum`at (16/09/2022). Kegiatan yang digelar selama empat hari tanggal 15-18 September 2022 ini diikuti oleh ratusan pengurus kelompok KTNA baik nasional, provinsi maupun kabupaten dan kota dari seluruh Indonesia. Selain rembug, kegiatan itu juga diisi dengan KTNA Agro Expo yang menampilkan 54 booth produk pertanian dan perikanan dari berbagai wilayah, peluncuran buku 50 Tahun KTNA serta peringatan HUT KTNA ke-51. Mentan Syahrul Yasin Limpo, bersama anggota Komisi IV DPR RI Hanan A. Rozak juga Ketua KTNA Lampung, Ketua Umum KTNA Ir. H. Mohamad Yadi Sofyan Noor, SH, Walikota Batu Hj. Dra. Dewanti Rumpoko, M.Si, membuka Rembug Nasional KTNA dan Expo KTNA ditandai pemukulan gong. Usai Mentan memukul gong pemukul Gong diserahkan Hanan A Rozak, Ketua KTNA dan Walikota Batu. Pada kesempatan ini, Ketua Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Ir. H. Mohamad Yadi Sofyan Noor, SH memberikan Pin Emas Lencana Adhi Bakti Tani Nelayan KTNA untuk Menteri Pertanian Republik Indonesia Prof. Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, SH., M.Si., MH. sebagai sebuah bentuk penghargaan atas keberhasilan Menteri Pertanian dalam pembangunan pertanian nasional juga keberhasilan 3 tahun tanpa impor beras konsumsi yang merupakan sebuah pencapaian luar biasa Bangsa Indonesia ditengah upaya pemulihan ekonomi. Menteri Pertanian menyampaikan ucapan terimakasih kepada KTNA Nasional atas penganugerahan Pin Emas tersebut, menurutnya hal itu sangat berarti dan akan menjadi motivasi untuk berbuat lebih lagi bagi pertanian nasional. Pada sambutannya, SYL selaku Mentan menyampaikan bahwa "Rembug ini bukan rembug biasa, ini sangat penting juga strategis, karena ini dapat menentukan seperti apa pertanian negeri kita nanti kedepan, dan yang paling penting dengan rembug ini kita upayakan agar kita tidak impor dan mulai perbanyak ekspor, karena KTNA harus menjadi pembela bangsa dalam urusan pangan". Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok Ir. Widyati Riyandini, Ketua Forum Komunikasi P4S Daerah Yanti Safitri, KTNA serta Duta Petani Milenial Kota Depok hadir dalam kegiatan ini untuk mengikuti kegiatan Rembug Utama, HUT KTNA, Expo KTNA dan Peluncuran Buku 50 Tahun KTNA, serta promosi produk pertanian pada booth Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat. Produk yang ditampilkan diantaranya adalah Belimbing Dewa dan Anggrek yang merupakan komodoti unggulan serta berbagai produk olahan para pelaku usaha di Kota Depok. Ketua KTNA Kecamatan Bojongsari, Zaelani mengatakan Belimbing Dewa berbeda dengan belimbing pada umumnya. Belimbing Dewa memiliki berat sebesar 150 gram sampai 350 gram. "Selain itu rasanya juga lebih manis dan juga tidak mudah bonyok. Belimbing Dewa memiliki serat yang lebih sedikit dari Belimbing pada umumnya. Warna pada buahnya pun berbeda karena memiliki warna yang mencolok, yaitu kuning-jingga keemasan, kemudian rasanya manis dengan ukuran yang lebih besar, serta tidak mudah busuk," ungkapnya. Selain produk pertanian, dalam booth Jawa Barat, Kota Depok juga memamerkan teknologi Kultur Jaringan Anggrek oleh Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Sanderiana Orchid dari Kelurahan Duren Seribu. Wakil Ketua P4S Sanderiana Orchid, Wuryan Wijayanti menerangkan, varietas anggrek yang dikembangkan melalui teknologi kultur jaringan ini antara lain Dendrobium sp, Cattleya sp, Phalaenopsis sp atau anggrek bulan, dan anggrek hasil silangan. "Potensi pasar tanaman anggrek juga masih sangat besar, bahkan harganya cenderung stabil dari tahun ke tahun," ujar Duta Petani Milenial Kota Depok ini. Sementara itu, Tuti Purwanti pelaku UMKM asal Kelurahan Duren Mekar yang ikut tampil pada acara KTNA Agro Expo 2022 mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat sekaligus memotivasi para pelaku UMKM. "Kami mengolah dan membuat pangan lokal maupun herbal, tapi dalam hal edukasi kepada masyarakat maupun pemasarannya, kami juga memerlukan dukungan serta peran pemerintah", ucap pemilik brand Pawon Putri Pegagan ini. Tuti juga menyampaikan aneka produk yang ditampilkannya antara lain jahe merah instan, bir pletok instan, empon-empon instan dan jus belimbing. Pada acara ini juga digelar pameran potensi, produk, jasa, dan peluang investasi bidang pertanian, perikanan, kelautan, dan kehutanan dari berbagai daerah di Indonesia yang hadir dalam KTNA Agro Expo 2022 ini. KTNA Agro Expo merupakan ajang pertemuan antara petani nelayan dalam rangka memperingati Tahun Emas HUT KTNA yang tertunda akibat pandemi Covid-19, dan ditandai dengan pelepasan Buku 50 Tahun keberadaan KTNA, sekaligus wadah belajar mengajar, tukar menukar informasi dan berbagi pengalaman serta pengembangan kemitraan. Dari Kota Depok untuk Indonesia, Depok siap sukseskan KTNA Agro Expo 2022, Jabar Juara, KTNA Maju, Berbudaya dan Sejahtera.