Kelompok Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Bungur yang berada di Kawasan Komplek KOPASSUS, Cijantung, Jakarta Timur telah melakukan kolaborasi dan kerjasama dengan KOPASSUS untuk menciptakan lahan produktif Pertanian Perkotaan. Lahan seluas 1100 meter persegi yang didominasi oleh bangunan beton tandon air yang diperuntukkan mensuplay air bersih ke kawasan komplek Kopassus, Cijantung telah dirubah menjadi lahan produktif yang dapat ditanami dengan berbagai tanaman sayuran dan buah-buahan produktif untuk kebutuhan masyarakat yang ada dikomplek tersebut. Ada 3 (tiga) bangunan besar berukuran masing-masing 250 m2 dimana diatasnya dibuat polybag dan hamparan media tanam untuk ditumbuhi dan diusahakan berbagai jenis sayuran daun dan buah-buahan. Ada sekitar 10 s.d 15 jenis sayuran yang diusahakan dan ditanami oleh Kelompok P2L Bungur ini, diantaranya kangkung, bayam, sawi, aneka cabe merah dan cabe rawit, aneka kacang-kacangan, terong, oyong dan Kubis. Belum lagi sayuran buah yang juga ditanam di areal itu seperti tomat, pisang, dan markisa. Pada bagian bawah terdapat kolam gizi dengan budidaya ikan nila merah dan lele. Inovasi teknologi yang diterapkan oleh kelompok P2L Bungur bervariasi mulai dari menciptakan hamparan lahan dengan ukuran 1 m x 5 m untuk budidaya sayuran daun, membuat polybag dan pot-pot dari barang-barang bekas pakai dengan berbagai ukuran untuk tanaman sayuran buah, serta menerapkan sistem hydroponik dengan menggunakan paralon yang saling berhubungan. Semua inovasi tersebut dilakukan diatas bangunan tandon air atau diatas beton. Menurut ketua P2L Bungur Bapak Wahyu Sugilar menyatakan bahwa kegiatan P2L diatas bangunan tandon air milik Kopassus ini pada awalnya sangat sulit dilakukan, mengingat hampir semua tanaman memerlukan media tanam berupa tanah, pupuk kandang dan kompos yang harus diangkat ke atas bangunan tandon air, cukup berat memang, namun berkat kerjasama antara sesama anggota kesulitan tersebut dapat teratasi dengan baik. Dengan adanya kegiatan P2L ini aktifitas pertanian di kelompok P2L Bungur ini menjadi lebih baik dan lebih produktif lagi, mengingat fasilitas kebun bibit untuk mengembangkan budidaya sayuran sudah tersedia. Selain memanfaatkan lokasi tandon air di kawasan tersebut, pengembangan pekarangan di perumahan penduduk dan kompleks KOPASSUS sudah mulai dilakukan dan sudah mulai menyebar. Menurut informasi yang disampaikan Bapak Satiman, Ketua RW 05 Kelurahan Cijantung bahwa Program Ketahanan Pangan di kawasan tersebut sudah berjalan dengan baik, dimana setiap pekarangan sudah banyak diusahakan tanaman produktif seperti sayuran dan buah-buahan. Apalagi dengan adanya kegiatan Kebun bibit, Demplot dan Pengembangan Pekarangan yang secara rutin dilaksanakan di Kelompok P2L Bungur ini akan mempercepat penyebaran Program Ketahanan Pangan pada tingkat Individu dan Keluarga. Dalam diskusi dengan ketua dan anggota kelompok P2l Bungur, tercetus keinginan bahwa lokasi tersebut akan diupayakan menjadi kawasan wisata pertanian dan pusat pelatihan pertanian untuk warga dan masyarakat yang ada disekitar kawasan kompleks Kopassus. Masyarakat dapat memanfaatkan kawasan ini untuk berwisata melihat dan menikmati hasil panen sendiri sambil mendapatkan ilmu tentang pertanian. Pengembangan Kawasan P2L Bungur ini akan menjadi AgroEduWisata bukan suatu yang mustahil dapat diwujudkan mengingat letak lokasi P2L Bungur ini cukup strategi berada dipinggir jalan, dan akses menuju lokasi sudah sangat baik, sehingga akan menambah wahana atau pusat pembelajaran tentang pertanian perkotaan guna mewujudkan urban farming yang semakin gandrung di DKI Jakarta (Suneb S dan Sri Hartini, Penyuluh Pertanian Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur)