Tujuan pembuatan jurnal adalah pengembangan sebuah penelitian yang telah dituliskan serta menjadi acuan untuk para peneliti lainnya yang sedang melakukan kegiatan penelitian sejenis. Pada umumnya jurnal memiliki cakupan materi yang luas namun sangat padat, hanya terdiri dari 6 hingga 8 halaman, namun di setiap kalimatnya bernilai ilmu pengetahuan. Apabila susunan jurnal sudah benar, agar jurnal layak dijadikan referensi harus memenuhi beberapa unsur diantaranya : Informasi dapat dipertanggungjawabkan Jurnal yang layak dijadikan referensi dapat dilihat dari informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterbitkan secara berkala. Bahasa isi dan judul yang digunakan untuk cara membuat jurnal singkat, bermakna, tepat, dan penyampaiannya mudah dipahami. Pemilihan bahasa pun harus mudah dicerna namun tetap menggunakan bahasa baku. Penulisan isi pun menonjolkan bidang ilmu tertentu yang dikuasi oleh peneliti. Selain itu, jurnal tersebut telah memiliki International Standard Serial Number (ISSN). ISSN versi cetak umumnya memiliki kode e-ISSN, sedangkan kode untuk jurnal elektronik e-ISSN. Jika jurnal dalam bentuk elektronik, e-ISSN dapat diperoleh dengan mendaftarkan ke portal khusus. Kelembagaan Penerbit Kelembagaan yang menerbitkan jurnal harus jelas. Secara tidak langsung, kelembagaan penerbit yang ditunjuk akan berperan sebagai badan hukum. Mereka bertugas memberi jaminan atas kesinambungan dana dan naungan hukum. Bentuk lembaganya pun berbeda-beda, ada yang berbentuk organisasi profesi, kelembagaan penelitian dan pengembangan, perguruan tinggi ataupun institusi bentuk lain. Manajemen Penggelolaan dan Substansi Penyuntingan Kriteria penilaian substansi dan manajemen dalam cara membuat jurnal setidaknya telah mengikuti ketentuan mitra bebestari, mutu penyuntingan, kualifikasi anggota, memahami petunjuk dan mutu penulis. Termasuk juga mutu penyuntingan format dan manajemen pengelolaan terbitan. Ketentuan mitra bebestari setidaknya jurnal telah dinyatakan dan dikualifikasi minimal 3 tahun terakhir. Sementara untuk mutu penyuntingan substansi tergantung dari keterlibatan m itra bebestari. Keterlibatan ini diukur dari kualitas isi tulisan yang diterbitkan yang meliputi bahasa yang digunakan. Substansi Tulisan Subtansi tulisan dapat dinilai dari cangkupan keilmuan, aspirasi wawasan, keorisinalan karya, sumbangan dari penelitian terhadap masyarakat, dampak ilmiah, kemutakhiran acuan sumber, analisis-sintesis dan kesimpulan. Cakupan keilmuan terbitan meliputi cabang ilmu, spesialis, super spesialis, disiplin ilmu dan bunga rampai. Penilaian aspirasi wawasan yang diukur lebih pada sisi geografis, meliputi luas daerah, asal negara. Semakin luas cakupannya, semakin mendapatkan nilai yang lebih baik. Gaya Penulisan Gaya penulisan jurnal dapat dilihat dari bagaimana keefektifan judul, pencantuman nama penulis, penulisan kelembagaan penulis, dan perhatikan pula penulisan abstrak. Penilaian gaya penulisan dalam cara membuat jurnal yang lain juga dilihat dari sistematika penulisan bab. Apakah sudah urut atau belum. Jika sudah urut dan sistematis maka jurnal dapat dikatakan baik. Penulisan yang Rapi Tampilan yang rapi memberikan tingkat keterbacaan yang lebih tinggi, yang menyangkut penyajian format yang digunakan, seperti memperhatikan pengukuran bidang tulisan, margin kanan kiri atas dan bawah. Jarak antar kalimat juga diperhatikan agar tidak terlalu rapat. Keberkalaan Jurnal dianggap dikatakan lolos dari keberkalaan jika telah memenuhi beberapa kriteria penilaian yang meliputi penilaian jadwal penerbitan, penomoran penerbitan dan halaman. adapun kriteria lain, seperti pengindekan setiap jilid dan volume. Penyebarluasan Jurnal dikatakan layak disebarluaskan jika memenuhi kriteria yaitu, jumlah kunjungan unik pelanggan, kelengkapan identitas artikel dan pengindeksan secara internasional dan memiliki reputasi yang baik. (hevymay) Sumber : https://penerbitdeepublish.com/cara-membuat-jurnal/#comment-3169