Depok - Dalam rangka penyusunan program kerja tahun 2021-2022, Kelompok Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Bojongsari menggelar acara Rembug KTNA di P4S Sanderiana Orchid yang terletak di Kelurahan Duren Seribu, Kota Depok, Sabtu (27/03/2021). Adapun tema dalam kegiatan tersebut yaitu Mewujudkan Pembangunan Pertanian Kecamatan Bojongsari yang Maju, Berbudaya dan Sejahtera. Kegiatan ini mengundang ± 50 orang peserta yang terdiri dari Pusat Pelatihan Pertanian Kementrian Pertanian; Direktur Produksi dan Usaha Budidaya Kementerian KKP; Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang; Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat; Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Depok; Kepala Bidang Produksi Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor; Camat Bojongsari; Kapolsek Sawangan; Danramil Sawangan; Lurah se-Kecamatan Bojongsari; Koordinator Penyuluh BPP Sawangan dan BPP Ratu Jaya; Ketua Forum Komunikasi P4S Provinsi Jawa Barat; Ketua KTNA/ FK-P4S/ Ikamaja/ Perhiptani Kota Depok; Ketua KTNA/ FK-P4S/ Ikamaja/ Perhiptani Kabupaten Bogor; Ketua Forum UMKM Kecamatan Bojongsari, Ketua Kelompok Pokdarwis Kecamatan Bojongsari, para pengurus KTNA Kecamatan Bojongsari dan P4S Sanderiana Orchid, para penyuluh, pengurus Gapoktan, kelompok tani, wanita tani serta pemuda tani. Ketua panitia Salam mengatakan acara rembug KTNA Kecamatan ini dimaksudkan untuk memberikan semangat baru dan motivasi bagi para petani dan sebagai wahana pertukaran informasi transfer pengalaman, pengembangan jejaring kerjasama usaha tani antar kelompok tani serta terjalinnya komunikasi dua arah antara petani dengan pemerintah, kedepannya diharapkan menjadi bagian dalam mewujudkan petani yang kompeten serta tercapainya kesejahteraan petani di Kota Depok. Pada kesempatan yang sama Ketua KTNA Kecamatan Bojongsari, Zaelani, dalam sambutannya menyampaikan, “Saya berharap acara ini dapat menjadi wadah musyawarah bagi petani di Kecamatan Bojongsari untuk menambah wawasan mengenai penguasaan teknologi, akses permodalan, pemasaran dan sebagainya”. “Semoga informasi yang disampaikan pemateri dapat dipahami dan mampu diterapkan oleh petani sehingga menjadi instrumen terciptanya sumber daya manusia pelaku pembangunan pertanian yang kompeten, mampu memecahkan permasalahan serta mengembangkan potensi sumber daya alam yang tersedia demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan masyarakat tani di Kecamatan Bojongsari khususnya dan Kota Depok umumnya,” ujarnya.