Mutu bahan tanam merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam produktivitas tanaman karet. Kualitas dan standar mutu benih karet harus diperhatikan mulai dari biji untuk batang bawah, sampai bibit karet siap tanam.Biji untuk batang bawah.Biji untuk batang bawah berasal dari kebun sumber biji yang sudah ditetapkan. Biji yang baik dan matang fisiologis adalah biji yang segar dengan kesegaran >70% bernas, mengkilat, tidak berlobang dan tidak cacat. Biji diseleksi dengan cara merendam dalam air. Selanjutnya biji disemaikan dalam bedengan dengan media pasir atau serbuk gergaji dengan ketebalan10-15 cm, dan disemai secara teratur, atau dengan ditebar. Kecambah yang baik yaitu kecambah yang muncul sampai dengan 21 hari setelah pendederan. Pilih kecambah yang sehat untuk dipindahkan, yaitu kecambah yang akar tunggangnya lurus dengan stadia pancing sampai jarum. Selanjutnya dilakukan penanaman dengan kecambah dengan tugal.Pemeliharaan bibit batang bawah.Penyulaman dilakukan dengan mengganti tanaman mati dalam waktu paling lambat satu bulan setelah penanaman. Pada saat tanaman masih muda perlu dilakukan pengendalian gulma dengan manual atau secara kimia saat batang sudah berwarna coklat. Satu bulan setelah tanam dilakukan peupukan dengan dosis sesuai anjuran. Pengendalian penyakit dilakukan pada saat daun mudamenggunakan fungisida dengan dosis dan interval aplikasi sesuai anjuran. Bibit yang siap diokulasi adalah bibit yang pertumbuhannya seragam dan sudah mencapai umur tertentu untuk kriteria okulasi hijau ( umur batang bawah 4-6 balan), dan cokelat (umur 8-18 bulan). Mata okulasi (entres).Entres berasal dari kebun entres yang sudah dimurnikan, terawat baik dan terdiri klon-klon anjuran. Umur dan kriteria panen disesuaikan denga teknik okulasi yang digunakan. Untuk okulasi hijau umur tunas 3-4 bulan, diameter 0,5 -1 cm, dan warna hijau. Untuk okulasi coklat umur tunas 7-18 bulan, diameter 2,5 – 4 cm dan warna coklat. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari dengan menggunakan gunting pangkas atau gergaji entres. Pemotongan dilakukan pada saat paying teratas kondisi dorman dan ditandai dengan kulit mudah terlepas. OkulasiBatang bawah yang sudah mencapai kriteria tertentu sesuai dengan teknik okulasi dibersihkan dari kotoran. Slanjutnya dibuat jendela okulasi dengan dua irisan vertikal sejajar sepertiga dari ukuran batang bawah setinggi 5-10 cm dari permukaan tanah. Buat potongan horizontal di atas atau bawah dua irisan vertikal. Ambil perisai mata dari entres sedikit lebih kecil dari ukuran jendela okulasi. Perisai mata ditempelkan pada jendela okulasi dan dibalut dengan plastic okulasi. Tiga-empat minggu setelah okulasi, plastik okulasi dibuka dan okulasi yang jadi ditandai dengan mata temple berwarna hijau. Satu minggu kemudian bibit siap dipotong dan dibongkar menjadi stum mata tidur. Stum mata tidurBibit yang baik adalah bibit dengan akar tunggang tunggal yang lurus dengan panjang minimal 30 cm dan akar lateral 5-10 cm. Apabila akar tunggangnya bercabang 2 atau lebih dapat dipotong dan disisakan satu akar yang kuatdan lurus. Akar tunggang yang menjari, bengkok dan berdengkol tidak boleh digunakan. Stum segar ditandai dengan masih mengluarkan lateks, pertautas mata okulasi sempurna dan bebas dari serangan jamur akar putih.Bahan tanam dalam polybagTinggi tunas payung pertama > 20 cm diukur dari pertautan okuasi sampai ke titik tumbuh dengan diameter 8 mm pada ketinggian 10 cm dari pertautan okulasi dengan sudut tunas kurang lebih 200o. Payung dalam kondisi dorman, daun tua dan berwarna hijau segar dan sehat. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP)Sumber: PEDOMAN BUDIDAYA KARET (Hevea brasiliensis) YANG BAIK. Direktorat Jenderal Perkebunan. KEMENTERIAN PERTANIAN. 2014.