Loading...

KUNJUNGAN KORWIL REGIONAL SULAWESI PENYULUH PERIKANAN DI PINRANG

KUNJUNGAN KORWIL REGIONAL SULAWESI PENYULUH PERIKANAN DI PINRANG
14.00 Seletelah Menempuh perjalanan udara dari Jakarta menuju Manado Sulawesi utara, tim koordinator penyuluh wilayah regional IV Sulawesi memulai ekspedisinya melalui jalan darat trans Sulawesi menuju Bitung, Kota Mobagu dan Gorontalo Sulawasi utara. Selanjutnya tim yang dipimpin oleh penyuluh perikanan korwil regional IV Surya Darma beranggotakan dua orang penyuluh sebagai Lieseon Officer (LO) Rosadi dan Lucky R. Ganis melanjutkan perjalanan darat yang berliku menuju Palu Sulawesi tengah. Pada pagi hari yang mendung tim meninggalkan Sulawesi tengah menuju kabupaten Mamuju urata dan kota Mamuju ibukota Sulawesi barat. Pada Minggu sore tim meninggalkan kota Manakarra menuju Sulawesi selatan dan tiba di Kota Pinrang sekitar pukul 23.00 waktu Indonesia tengah. Sebelum meninggalkan Pinrang menuju Kabupaten Pangkep, Gowa dan kabupaten Takalar selanjutnya bertolak menuju Jakarta, tim lebih dahuluh melakukan pertemuan dengan penyuluh perikanan Pinrang dan Parepare. Surya Darma mengatakan perjalanan ini cukup melelahkan namun sebagai penyuluh tidak menjadi soal karena harus terjun lapangan untuk bertemu langsung dengan para penyuluh perikanan untuk mengetahui kondisi sebenarnya dan menampung segala usulan dan saran dari para penyuluh perikanan untuk selanjutnya dicarikan solusi di tingkat pusat. “Sebetulnya kami ini cukup lelah tapi setelah bertemu dengan kawan-kawan penyuluh perikanan maka seketika rasa capek itu hilang,” ungkap Surya Darma ketika mengawali pertemuannya dengan penyuluh perikanan kabupaten Pinrang dan penyuluh perikanan dari kota Parepare di aula kantor BP4K kabupaten Pinrang, Senin 7 April 2014. Pertemuan koordinasi penyuluh perikanan dalam rangka pembekalan penyuluh perikanan wilayah regional IV Sulawesi yang berlangsung sekitar 4 jam tersebut dipimpin oleh kepala BP4K Pinrang, Ir. H. Andi Amir Riu, MP dihadiri kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pinrang yang diwakili kepala bidang kelembagaan, Alwi, SE dan kepala Bidang Produksi, Ir. Nurdin. Kepala BP4K Pinrang Andi Amir Riu melaporkan hingga saat ini jumlah penyuluh perikanan PNS 29 orang, penyuluh perikanan swadaya 29 orang dan 58 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan). Dijelaskan hubungan kelembagaan penyuluhan perikanan dengan Dinas Kelautan dan Perikanan terjalin baik terbukti sudah ada beberapa penyuluh perikanan mendapat bantuan kendaraan roda dua melalui DAK dan secara bertahap semua penyuluh perikanan akan menerima kendaraan ruda dua. Selain itu juga semua penyuluh perikanan sudah dibekali peralatan lapangan berupa alat ukur kualitas air tambak dan dilaksanakan pertemuan koordinasi dan evaluasi setiap dua bulan sekali di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Pinrang. Sementara perwakilan dinas Kelautan dan Perikanan melaporkan pentingnya keberadaan para penyuluh perikanan di lapangan untuk mendampingi kegiatan dinas seperti PUMP, demplot-demplot dan kegiatan lainnya. Dalam diskusi yang dipandu oleh kepala Bidang penyuluhan perikanan BP4K Pinrang, Ir. H. Ridwan Iskandar terungkap bahwa pada umumnya penyuluh perikanan Pinrang dan Parepare mengeluhkan minimnya pelatihan teknis dan informasi teknologi untuk bahan suluhan kepada pelaku utama perikanan di lapangan. Selain itu di Pinrang masih ada 12 orang penyuluh perikanan belum mengikuti latihan dasar sehingga terkendala dalam kenaikan pangkatnya. Demikian juga dengan Suriana, S.Pi penyuluh perikanan dari kota Parepare melaporkan sudah empat tahun diangkat menjadi PNS namun belum mengantongi SK Fungsional penyuluh perikanan. Akibatnya Suriana bersama empat orang rekannya terpaksa tidak menerima tunjangan jabatan dan BOP sebagai penyuluh perikanan selama 4 tahun mengabdi sebagai penyuluh perikanan. Persoalan ini sudah beberapa kali disampaikan kepada pimpinan instansinya maupun kepada pejabat yang membidangi kepegawaian di daerah itu namun hingga kini belum ada respon. Bagi penyuluh yang belum mengikuti latihan dasar karena keterbatasan biaya dan akses informasi dari balai diklat penyelenggara maka kepala BP4K Pinrang menawarkan kerjasama untuk pengelola Diklat dasar dengan BP4K Pinrang bersedia menjadi lokasi pelaksanaan dengan mendatangkan tim pelatih atau widyaiswara dari balai diklat dan Pusluh KP. Tawaran tersebut mendapat respon dari LO Rosadi. “Usulan itu kami catat dan kami segera rembugkan dengan pejabat yang berkompoten di pusat agar rencana itu bisa direalisasikan dalam waktu cepat atau paling tidak pada penganggaran tahun depan,”katanya. Sebelum meninggalkan kota Pinrang, tim penyuluh perikanan pusat tersebut menyempatkan berkunjung ke Pos pelayanan penyuluhan kelautan dan Perikanan dan Sekretariat Klinik Iptek Mina Bisnis (Kimbis) yang berlokasi di desa Wiringtasi kecamatan Suppa. Sekitar 30 menit tim mendapat penjelasan dari pengelola Pos penyuluhan seputar kegitan yang berkaitan dengan pemberdayaan kelompok dan pembudidaya tambak di wilayah tersebut. (Abd Salam) Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Calibri; mso-bidi-theme-font:minor-latin;}