Bawang merah dapat diperbanyak dengan dua cara, yaitu bahan tanam berupa biji botani dan umbi bibit. perbanyakan bawang merah dengan biji mempunyai prospek cerah karena memiliki beberapa keuntungan (kelebihan) antara lain keperluan benih relatif sedikit ±10 kg/ha, mudah didistribusikan dan biaya transportasi relatif rendah, daya hasil tinggi serta sedikit mengandung wabah penyakit. Saat ini telah ada varietas baru bawang merah varietas(TUK-TUK) dengan produktivitas tinggi dan dapat ditanam melalui biji serta harga benihnya pun terjangkau. Lahan pekarangan, lahan terlantar/sleeping land dalam kecamatan Blang Bintang yang baru dimanfaatkan untuk budidaya tanaman sayuran dataran rendah baru berkisar antara 5 s.d 7 % dari luas lahan 1570 ha, disamping itu pemasaran sayuran sangat dekat dengan pasar induk Lambaro, ini merupakan prospek yang sangat cerah bagi petani dalam kecamatan Blang Bintang, tinggal lagi bagaimana pengemban fungsi penyuluhan dan kelembagaan petani dalam merespon kondisi yang sangat menguntungkan ini. Kegiatan kursus bawang varietas tuk tuk ini telakasna atas prakarsa pihak indohorlty, BPP Blang Bintang/ PPL WKPP Sungai Makmur V dan dari Gapoktan Sinar Harapan desa Cot Leuot. Indohorlty merupakan konsultan untuk petani yang sifatnya membantu fasilitasi konsultasi, sedangkan benih bawang varietas tuk tuk disediakan dengan harga yang terjangkau oleh pihak indohorlty sendiri. Kursus yang diberikan oleh indohorlty ini ditujukan untuk pemberdayaan penyuluh dan petani Disisi lain petani selama ini mengeluarkan biaya untuk kebutuhan gizi yang bersumber dari tanaman sayuran setiap hari antara Rp.6.000 sampai dengan Rp.7.000 setiap hari, padahal petani mampu memproduksi sendiri tanaman dataran rendah. Kursus sehari ini dilaksanakan dengan sumber dana dari partisipasi ketua Gapoktan Sinar Harapan dan dari Biaya Operasional Penyuluhan PPL WKPP Sungai Makmur V dan Koordinator BPP Blang Bintang. Menurut Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar, Mustafa, S.ST mengatakan, “tujuan dilaksanakannya kursus sehari ini adalah untuk eningkatkan pengetahuan pengurus kelompok tani dan penyuluh tentang teknologi tanaman bawang varietas tuk tukâ€.Lebih lanjut Mustafa menuturkan “agar lahan pekarangan, lahan terlantar dapat dimanfaatkan sampai dengan 25 % dari luas lahan yang ada di masing masing desa pada tahun 2014/ 2015 dan dari hasil kursus ini diharapkan agar penyuluh dan petani/ peserta dapat termotivasi untuk mengembangkan budidaya tanaman bawang varietas tuk tuk, sehingga lahan lahan yang belum dimanfaatkan dapat didaya guna untuk kesejahteraan petani dalam kecamatan Blang Bintang", imbuhnya. Sasaran kegiatan kursus bawang varietas tuk tuk ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan penyuluh, pengurus kelompok tani dan anggotanya. Pelaksanaan kegiatan kursus bawang varietas tuk tuk dalam rangka peningkatan pengetahuan dan keterampilan penyuluh dan pengurus kelompok tani telah dilaksanakan di aula Menasah desa Cot Leuot dan dilahan percontohan pada hari Rabu tanggal 30 April 2014, selama satu hari. Peserta kegiatan kursus bawang varietas tuk tuk di menasah desa Cot Leuot sebanyak 26 orang terdiri dari Pengurus Kelompok tani dan anggota dalam empat WKPP, Penyuluh dalam kecamatan Blang Bintang dan Geusyik Desa Cot Leuot Tanaman bawang merah ini dapat ditanam dan tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter dpl. Walaupun demikian, untuk pertumbuhan optimal adalah pada ketinggian 0-450 mdpl. Komoditas sayuran ini umumnya peka terhadap keadaan iklim yang buruk seperti curah hujan yang tinggi serta keadaan cuaca yang berkabut. Untuk meningkatkan produktivitas bawang merah selain perbaikan kultur teknis, petani perlu dikenalkan varietas unggul “TUK-TUK†yang dapat ditanam melalui biji. Ciri-ciri bawang merah ini antara lain bentuk umbi bulat, ukuran seperti bawang merah lokal Philipina, warna umbi merah muda sampaikecoklatan. Bawang ini dapat ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi, dengan suhu optimal 25 – 32 derajat celcius, tanah yang cocok adalah tanah yang aerasinya baik, subur, gembur, mempunyai bahan organik tinggi, sedang pH tanah berkisar 5,5-6,5. Bawang merah dapat diperbanyak dengan dua cara, yaitu bahan tanam berupa biji botani dan umbi bibit. perbanyakan bawang merah dengan biji mempunyai prospek cerah karena memiliki beberapa keuntungan (kelebihan) antara lain keperluan benih relatif sedikit ±10 kg/ha, mudah didistribusikan dan biaya transportasi relatif rendah, daya hasil tinggi serta sedikit mengandung wabah penyakit. Saat ini telah ada varietas baru bawang merah (TUK-TUK) dengan produktivitas tinggi dan dapat ditanam melalui biji serta harga benihnyapun terjangkau. Kekurangannya adalah dipesemaian yang lama dan membutuhkan pemeliharaan yang rutin, tetapi kalau petani sudah terbiasa masalah akan dapat terkendali. Dalam rangka pemanfaatan lahan pekarangan untuk komoditi sayuran sudah saatnya bagi para pengemban fungsi penyuluhan baik tingkat kabupaten maupun tingkat kecamatan untuk terus mengupayakan pemberdayaan petani melalui metoda penyuluhan kursus tani atau dengan metoda metoda lain yang tidak dapat dilaksanakan oleh penyuluh secara personal. (sumber :BPP Blang Bintang & Admin Aceh Besar)