Loading...

KWT Melati Tirta Surya Buana, Panen Rupiah Dari Pekarangan Rumah

KWT Melati Tirta Surya Buana, Panen Rupiah Dari Pekarangan Rumah
DEPOK - Siapa sangka lahan-lahan pekarangan kosong di sekitar rumah ternyata bisa menyediakan kebutuhan pangan dan menjadi pendapatan bagi keluarga di masa pandemi seperti ini. Hal tersebut telah dirasakan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Tirta Surya Buana, asal RW 08 Perumahan Taman Melati, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari yang selama pandemi ini giat memanfaatkan lahan pekarangan yang ada di masing-masing rumah untuk ditanami sayuran, anggota juga mengusahakan bersama lahan fasum yang juga menjadi tempat kegiatan. Mereka memberdayakan tanaman pangan juga sayur seperti kangkung, bayam, sawi, terong, cabai, tomat, daun bawang, tanaman obat dan sebagainya secara organik. Menariknya, selain memenuhi kebutuhan pangan, KWT mampu menghasilkan keuntungan hingga ratusan ribu rupiah hasil dari memanfaatkan pekarangan. “Setiap bulan bisa dua kali panen tanaman sayuran dan mendapatkan keuntungan sampai 500 ribu rupiah. Alhamdulillah, hasilnya bisa jadi kas dan buat beli bibit lagi. Pemanfaatan pekarangan ini bisa membantu masyarakat selain untuk memenuhi kebutuhan pangan, juga bisa bernilai ekonomis,” ungkap Tuti Purwanti, Ketua KWT Melati Tirta Surya Buana saat melakukan panen sayuran bersama anggota, Minggu (3/10/2021). Selain itu, Tuti menyebutkan bahwa dalam perawatan tanaman sayuran dilakukan secara organik. Dirinya mengungkapkan bahwa KWT di kelurahannya telah memanfaatkan pupuk organik yang ramah lingkungan guna mendukung pertumbuhan tanaman. “Kami menggunakan limbah kotoran ternak sebagai pupuk organik pada tanaman sayuran kami di kebun KWT,” ucap pemilik brand Pawon Putri Pegagan ini. Menurut Tuti, terbentuknya KWT Melati Tirta Surya Buana ini dilatarbelakangi karena adanya semangat dari ibu-ibu untuk bisa meningkatkan perekonomian keluarga dan adanya potensi pertanian dalam arti luas yang ada di wilayah Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok yang meliputi komoditi pangan dan hortikultura, peternakan, dan perikanan. Khusus perkebunan sayuran menjadi komoditi utama sekaligus unggulan bagi KWT Melati Tirta Surya Buana untuk dikembangkan. Dirinya mengakui bahwa semenjak lahan pekarangan dan fasum dimanfaatkan dengan baik, banyak keluarga yang bisa mandiri dalam kebutuhan pangan utamanya sayur. Melihat aktifnya KWT di Kelurahan Duren Mekar, Ketua Forum Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Kota Depok, Yanti Safitri sangat mengapresiasi peran warga yang memanfaatkan lahan pekarangan dengan baik, terlebih ditengah situasi pandemi. “Tentunya ibu-ibu ini kreatif memanfaatkaan lahannya untuk ditanami sayuran. Selain hasilnya bisa dipanen untuk dikonsumsi sendiri, juga bisa dimanfaatkan untuk menambah pendapatan. Ini luar biasa apalagi jika serentak seluruh ibu-ibu PKK baik di tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan memanfaatkan lahan pekarangan yang ada” ujar Yanti. Sementara itu, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Bojongsari, Zaelani kerap menekankan upaya meningkatkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga. Kegiatan tersebut merupakan salah satu strategi dalam menjaga ketahanan pangan, terutama di masa pandemi Covid 19 ini. “Dalam kondisi krisis seperti Covid-19 ini, pertanian menjadi jawaban untuk bisa bertahan. Tidak perlu lahan besar, kita manfaatkan lahan di pekarangan kita. Jadi di pekarangan ini semua orang bisa bertani,” tutup Zaelani.