Loading...

Light Trap Bawang Merah Menjadi Destinasi Wisata Di Enrekang

Light Trap Bawang Merah Menjadi Destinasi Wisata Di Enrekang
Teknologi Light Trap yang terpasang di lahan pertanaman bawang merah milik petani di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan bisa membuat kawasan ini menjadi destinasi wisata baru. Kota Las Vegas di Amerika serikat, Kota Cape Town di Afrika, atau kota romantis Paris Perancis itu wajar jika dipenuhi gemerlap lampu di malam hari, namanya juga kota besar. Tapi kalau di Enrekang ini beda, dia unik dan menakjubkan, karena Anda akan disuguhkan keindahan light trap, yaitu teknologi pengendali hama sekaligus berfungsi sebagai penerang di malam hari. Di samping itu, di siang hari kita juga akan menikmati hamparan pertanaman bawang merah yang sangat luas, indah dan romantis," Las Vegas di Amerika serikat, Kota Cape Town di Afrika, atau kota romantis Paris Perancis, ternyata masih kalah jika disandingkan dengan indah dan eksotisnya lahan bawang merah di Enrekang di malam hari. Petani Enrekang yang gigih menjadi role model bagi petani di daerah-daerah lain. Para petani di daerah lain harus studi banding ke Enrekang jika ingin sukses bertani bawang. Bayangkan tanah berbatu seperti di kecamatan Anggeraja ini saja bisa memproduksi bawang merah hingga 10 sampai dengan 15 ton per hektar. Ada dua warna lampu penjerat hama atau light trap yang digunakan petani bawang merah di Kecamatan Anggeraja yakni warna kuning dan warna ungu. Lampu warna kuning berfungsi untuk mengusir hama dan ditempatkan di tengah lahan. Sementara lampu warna ungu ditempatkan di pinggir lahan berfungsi untuk menangkap hama. Mekanisme kerjanya, sebuah wadah berupa ember berisi air sabun deterjen ditempatkan tepat di bawah lampu tersebut. Semakin bersih air dan banyak deterjennya akan membuat pantulan cahaya di air akan terang, sehingga akan menarik hama berkerumun dan masuk dalam ember berisi air sabun tersebut. Agar lebih efektif setiap harinya hama yang terjerat di dalam ember disaring hamanya. Dan air dalam ember sebaiknya diganti setiap dua hari sekali. Bukan hanya terkenal sebagai pelaut ulung, orang Bugis-Makassar memang terkenal ulet, tangguh dan pantang menyerah dalam segala hal, termasuk bertani. Ini harus kita contoh, Strategi menjadikan Kabupaten Enrekang sebagai sentra bawang nasional, yaitu dengan melakukan pompanisasi, Sebab Enrekang yang diketahui sebagai daerah pegunungan tidak memiliki sumber air yang cukup untuk mengairi lahan pertanaman bawang, maka diperlukan sentuhan teknologi. Hampir rata-rata petani bawang merah Enrekang mengambil air dari sungai di bawah, lalu dipompanisasi naik, nanti di atas ditampung dengan bangunan embung-embung ataupun galian tanah yang dilapisi dengan tenda terpal. Makanya Kabupaten enrekang itu sangat membutuhkan banyak embung dan pompanisasi. Total dukungan APBN pada tahun 2021 di Kabupaten Enrekang mencapai 135 (Ha) atau senilai Rp 2,4 Miliar. data produksi bawang merah tahun 2020, Kabupaten Enrekang tercatat menempati posisi ke-5 sebagai sentra produksi utama, mengungguli Kabupaten Probolinggo-Jatim yang berada di urutan ke 6, Demak-Jateng di urutan ke 7, Bandung-Jabar di urutan ke 8 dan Bantaeng-Sulsel yang masih bertengger di urutan ke 24 secara nasional. Data produksi, luas panen dan produktivitas dengan luasan panennya mencapai 9.565 (Ha) dengan provitas 10,76 ha/ton sehingga total produktifitasnya secara keseluruhan di tahun 2020 mencapai 102.873 ton. (Amiruddin, SP., M.Agr.) Penulis : Amr. Verf : -