Durian memiliki sensasi rasa yang unik dan aroma khas yang menjadi daya tarik setiap konsumen untuk kembali tertantang makan durian, sehingga komoditas buah tropika yang satu ini menjadi sangat populer dan memiliki peminat fanatik yang cukup banyak. Namun demikian, peluang ini belum sepenuhnya dapat diambil, karena fakta di lapang, bahwa durian kita menghadapi masalah pada kualitas buah. Permasalahan kualitas buah diduga akibat dari pelaksanaan budidaya yang belum mengacu pada prosedur budidaya yang baik dan benar. Secara khusus, permasalahan kualitas buah ini diduga disebabkan oleh defisiensi unsur hara dalam tanah. Permasalahan pertama, Buah mengkal sebagian, atau sering juga didapati buah yang jatuh sebelum masak. Ini merupakan salah satu masalah umum yang dijumpai terjadi di kebun durian. Gejala ini umumnya ditemui pada varitas yang menghasilkan buah durian berukuran besar , seperti durian monthong. Tanda umum yang mudah dilihat , yaitu warna daging tidak merata, bila varitas durian berdaging kuning maka ada bagian yang kelihatan putih di bagian ujung atau pangkal. Hal ini diduga berkaitan dengan defisiensi kalsium (Ca). Kekurangan kalsium pada saat pembungaan juga ditandai dengan kerontokan bunga karena fungsi kalsium dalam memperkuat dinding sel.Permasalahan kedua, yaitu buah yang basah dan rasanya hambar. Gejala ini banyak muncul apabila saat kemasakan buah diiringi oleh curah hujan yang tinggi. Sulur buah yang basah atau disebut "wet core" disebabkan oleh akumulasi air yang berlebihan dalam tanah dan kekurangan hara kalium (K). Permasalahan ketiga, yaitu buah durian mengering atau seperti terbakar sebagian . Hal ini diduga karena kekurangan boron(Bo). Berbeda dengan akibat kekurangan Ca yang pucat dan mengeras. Gejala kekurangan Bo yang lebih ringan terlihat ada bagian keriput dengan warna yang pucat di pinggir buah.Kondisi gangguan fisiologis yang menurunkan kualitas buah ini umumnya terjadi pada budidaya durian secara semi intensif dan telah mengalami berbuah beberapa kali. Padahal panen-panen awal kualitas buah tidak ada masalah. Hal ini berkaitan dengan daya dukung lahan yang tidak diperhitungkan sebelumnya dan pelaksanaan budidaya yang tidak memperhatikan keseimbangan asupan pupuk dengan total buah yang dipanen. Sehingga semakin hari daya dukung tanah dalam menyediakan hara semakin berkurang. Pemupukan tepat dalam arti tepat jenis,dosis, waktu dan cara pelaksanaan. Pemupukan berimbang dimaksud memberikan pupuk dengan komposisi sesuai dengan kebutuhan tanaman dan berbeda-beda berdasarkan ritme pertumbuhan tanaman. Tepat jenis dan tepat dosisi, berhubungan dengan komposisi pupuk yang diperlukann berkaitan dengan karakter tanaman. Berdasarkan salahsatu hasil analisa buah, dalam setiap 100 kg buah yang dipanen setara dengan lebih kurang 150 g N, 26 g P, 260 g K, 260 g Ca, dan 32 g Mg.Tepat waktu, berkaitan dengan fase pertumbuhan dan perkembangan tanaman durian yang secara umum dibagi menjadi 3, yaitu pertumbuhan vegetatif dimulai dari saat akhir panen sampai inisiasi pembungaan, inisiasi bunga, dan pengisian buah. Pada saat pertumbuhan vegetatifdibutuhkan semua unsur hara diberikan dalam keadaan seimbang termasuk pemberian bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah, kalsium untuk penstabil PH.Pada saat inisiasi bunga perlu diberikan unsur unsur hara P yang lebih ,karena unsur ini berfungsi sebagai unsur sumber energi, mengingat kebutuhan energi yang tinggi saat tanaman inisiasi pembungaan sampai pemasakan buah. Karena unsur P merupakan komponen dari ATP ( adenosina trifosfat ), yaitu senyawa kimia pembawa energi. Selanjutnya pada proses pemasakan buah diperlukan unsur K yang tinggi sebagai ko-faktor dalam aktivitas enzim yang dominan bekerja adalah enzim pada fase ini. Demikian juga diperlukan unsur lain yang penting dalam meningkatkan kualitas buah, seperti warna dan tekstur, seperti kalsium dan boron.Tepat cara pelaksanaan, yaitu berkaitan dengan cara aplikasi pupuk. Cara yang tepat untuk aplikasi pupuk, yaitu pupuk ditabur di bawah tajuk dimulai dari bagian tepi, kemudian semakin ke dalam semakin tipis. Setelah pemberian pupuk kemudian ditutup dengan pemberian kompos ( pada pemupukan pertama) atau ditutup dengan seresah (pada pemupukan II dan III), atau sebelum pemupukan, bidang olah cukup digemburkan dengan garpu secara ringan sehingga tidak merusak akar. Sejauh ini belum ada rekomendasi pemupukan durian yang baku. Namun, dari pengalaman di lapang, beberpa aplikasi pemupukan telah diterapkan di Kalimantan T imur. Pola pemupukan yang diterapkan menggunakan kombinasi pupuk organik (kompos),pupuk sintesis (anorganik) dan pupuk hayati. Untuk tanaman umur 3 tahun (diameter batang lebih kurang 7 cm) diberi pupuk organik 30 kg/pohon/tahun dan terus ditingkatkan sesuai umur atau diameter batangnya sampai tanaman berumur 10 tahun sebanyak 360 kg/pohon/tahun. Pupuk anorganik (N,P,K,Mg dan Ca) diberikan sesuai pertumbuhan tanaman yang dihitung berdasarkan diameter batang. Berdasarkan standar pemberian pada tanaman berumur 3 tahun yang membutuhkan pupuk NPK 500 gram /tahun, maka setiap tambahan 1 cm diameter batang ditambahkan 150-250 gram NPK. Sumardi Sumber : Badan Litbang Pertania, 2014