Kota Jantho : Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah membuka kegiatan Lomba Asah Terampil Petani Aceh (LAT-P.A) yang diikuti kelompok tani se-Aceh Besar di kompleks Kantor Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Aceh Besar, Rabu (12/3/2014). Dalam kegiatan ini hadir Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Aceh Drs H Hasanuddin Darjo, Sekdakab Aceh Besar Drs H Jailani Ahmad MM, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh Ir H Basri A Bakar MSi, Kepala Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Aceh Besar Drh Alimin Hasan MM, para Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan se-Aceh, Kepala SKPD, dan para PPL PNS maupun THL-TB. Dalam sambutannya, Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah mengemukakan, bicara tentang ketahanan pangan sesungguhnya adalah membicarakan hal sangat mendasar dari kehidupan manusia. Persoalan pangan bukan persoalan sektoral juga tidak terbatas masalah demografis. “Persoalan pangan adalah persoalan yanga secara terus-menerus dibutuhkan oleh masyarakat sehingga persoalan pangan tidak boleh berhenti untuk dibicarakan dan disikapi.†“Karenanya, ketika bicara soal pangan, saya minta kepada para kepala dinas teknis lingkup pangan yang meliputi pertanian, peternakan, kelautan-perikanan, pengairan, Perdagangan, dan Perhubungan untuk menghilangkan ego sektoral,†tandasnya. Dikatakannya, ketahanan pangan yang perlu dibangun tidak saja mengejar produksi, tetapi harus tercapai fungsional pangan. Yaitu pangan yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Untuk itu, maka harus mampu menata pangan yang aman, sehat, beragam, bergizi, halal, dan terjangkau. Terjangkau dalam aspek fisik pangan dan terjangkau pada aspek harga. Artinya pangan tersedia dan mampu dibeli oleh masyarakat. Menurut Kepala BAPELUH-KP Aceh, Hasanuddin Darjo, â€secara demografis harus diakui bahwa Aceh Besar saat ini mempunyai posisi strategis dalam menyangga pangan sekurang-kurangnya untuk masyarakat di luar Kabupaten Aceh Besar, yaitu masyarakat di Kota Sabang, Kota Banda Aceh, Kabupaten Pidie, dan Kabupaten Pidie Jayaâ€. Keberhasilan penyuluhan ditunjukkan dengan meningkatnya kemampuan kelompok tani. Maka, adanya kegiatan Lomba Asah Terampil Petani Aceh (LAT-PA) yang melibatkan petani Aceh Besar dinilai sebagai salah satu upaya baik untuk menunjukan keberhasilan penyuluhan yang telah dilakukan oleh para penyuluh. Lomba Asah Terampil Petani Aceh (LAT-PA) Kabupaten Aceh Besar ini, diikuti oleh 18 kelompok tani yang merupakan juara-juara pada tingkat kecamatan se Aceh Besar. Kelompok Tani Tunas Muda yang berada dibawah naungan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kuta Cot Glie berhasil menjadi juara pada LAT-PA kali ini. (Sumber: http://atjehlink.com /diolah Admin Aceh Besar)