Biochar merupakan bahan padat (berupa arang) kaya karbon hasil pembakaran tidak sempurna (pyrolysis). dengan oksigen terbatas pada suhu tinggi dari limbah organik (terbaik biomasa pertanian) yang sulit terdekomposisi. Limbah pertanian tersebut meliputi tempurung kelapa, sekam padi, kulit buah kakao, tempurung kelapa sawit, tongkol jagung dan lain-lain. Nama biochar berasal dari sisa biomas yang ramah lingkungan. Biochar merupakan produk sampingan dari prosespyrolysis.Pyrolysis dapat diartikan sebagai proses dekomposisi dengan menggunakan energy panas atau pembakaran tetapi dengan oksigen terbatas.Manfaat BiocharManfaat Biochar antara lain: 1) sebagai salah satu alternative dalam pengolahan limbah. yang belum dimanfaatkan dan sulit didekomposisi; 2) biocharb dapat berfungsisebagai pembenah tanah, dan sebagai bentuk sekuestrasi (penambatan) karbon sehingga juga berfungsi untuk pelestarian lingkungan; 3) secara empirik penggunaan biochar dapat meningkatkan kesuburan dan C organik tanah; 4) peningkatan kesuburan tanah tentu saja berkorelasi positif terhadap upaya pengurangan deforestasi; 6) mencegah masyarakat merambah hutan karena kesuburan tanah meningkat yang akan meningkatkan produksi hasil meningkat sehingga masyarakat lebih suka mengolah tanah mereka sendiri.Biochar dapat digunakan sebagai salah satu strategi mitigasi dampak perubahan iklim. Kombinasi energy alternative daripyrolysis dan aplikasibiochar sebagai pembenah tanah diharapkan mampu mengurangi CO2 dari atmosfer. Titik kritis dari upaya ini adalah pada proses produksibiochar. Pada umumnya, alat produksibiochar sederhana dan berskala kecil merupakan alat produksi yang lambat dan sumber pencemaran. Lambat karena memerlukan waktu lama untuk menghasilkan arang, bisa dalam ukuran hari. Dikatakan sebagai sumber pencemaran karena tidak ada perlakuan terhadapsyngas(sintesis gas) hasilpyrolysis. Komposisisyngas adalah CO2, CO, dan H. Proses pembuatanbiocharjuga dapat melepaskan gas-gas lain seperti CH4, NO, N2O, NOx, dan aerosol (asap ataupun debu-debu sangat halus/particulate matter/PM2,5dan PM10). Komponen-komponen tersebut berbahaya bagi kesehatan manusia, dan juga merupakan penyumbang efek rumah kaca. Untuk mendapatkan biochar yang aman dan bersih (rendah polusi dan emisi) diperlukan sarana untuk pemrosesan yang mudah dan murah sesuai kondisi setempat.Teknologi pembuatan Biochar Balai Penelitian Lingkungan Pertanian, Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Kementan telah menerapkan teknologi pembuatan biochar yang bersih dan murah secara tradisional yaitu menggunakan lubang pesergi empat didalam tanah sebagai tempat untuk membakar dengan cara sebagai berikut: 1) Membuat lubang berukuran panjang dua meter, lebar satu meter dan dalam 60 cm. Dasar lubang pada arah pengeluaran asap ditinggikan kedalamnya hanya 40-45 cm; 2) Ranting atau dahan yang telah kering dimasukkan, ditata membujur searahpanjang lubang. Timbunan ranting tersebut harus padat, jangan terlalu banyak rongga udara; 3) Tumpukan kayu jangan terlalu tinggi, maksimum 10-20 cm diatas permukaan tanah; 4) Api dinyalakan pada lubang dengan kedalaman 60 cm, dibiarkan sampai nyalanya stabil dan sebagian ujung ranting terbakar; 5) Tumpukan kayu ditutup dengan menggunakan lapisan batang pisang atau daun apapun kemudian timbun dengan tanah. Pada bagian yang dangkal (40-45 cm) dibiarkan terbuka selebar 10-15 cm x 100 cm (lebar lubang) agar asap bisa keluar dengan leluasa; 6) Penimbunan permukaan bagian atas lubang dilakukan sedemikan rupa sehingga tertata dengan baik agar tidak ada asap yang keluar kecuali dari bagian yang sengaja dibuat terbuka, agar terjadi pirolisis sempurna untuk itu untuk mencegah kebocoran semua harus ditutup dengan tanah; 7) Setelah nyala api stabil dan ranting-ranting terbakar dengan baik, lubang pembakaran ditutup dengan lapisan batang/daun pisang kemudian ditimbun tanah. Asap dibiarkan mengalir melalui lubang pembuangan; 8) Ketika asap terlibat jernih maka lubang pembuangan asap ditutup seperti bagian yang lainnya. Dipastikan tidak ada sedikitpun kebocoran asap yang keluar dari timbunan tanah tersebut. Kondisi ini bertujuan agar terjadi pirolisis sempurna sehingga arang yang akan akan diperoleh jumlahnyabanyak dan kualitasnya baik; 9) Setelah semua ranting terbakar menjadi arang, diperkirakan membutuhkan waktu 6-8 jam, permukaan timbunan tanah disiram dengan air sampai basah dan semua bara api mati; 10) Setelah menjadi dingin dan tidak ada asap yang keluar, timbunan tanah dibuka dan arang dikeluarkan untuk selanjutnya dijemur; dan 11) Arang kering dapat ditumbuk untuk dijadikan pembenah tanah. Agar butiran arang seragam, arang diayak (0,5 cm). Selanjutnya arang dapat dicampur dengan kotoran hewan yang udah dihaluskan untuk digunakan sebagai pembenah tanah.