Tanaman perkebunan ditinjau dari umur dan jangka waktu produksi dapat digolongkan menjadi dua yaitu tanaman berumur pendek/tanaman semusim dan tanaman perkebunan berumur panjang/tanaman tahunan. Tanaman berumur pendek mempunyai akara sedikit dan kurang dalam, sedangkan tanaman tahunan mempunyai akar banyak, dalam dan kuat. Kedalaman akar serta umur tanaman merupakanhal yang penting dalam menentukan jenis tanaman perkebunan yang akan dipergunan untuk konservasi lahan. Pada prinsipnya untuk lahan yang tidak terlalu miring, maka dapat ditanami tanaman berumur pendek. Selain itu pola tanamnya harus diatur agar tanah sepanjang tahun dapat tertutup, sehingga tanah dapat terlindung dari kerusakan karena butir-butir air hujan yang dapat menyebabkan hancurnya lapisan tanah dan erosi. Terkait dengan hal tersebut rotasi tanaman harus dilakukan. Untuk tanaman berumur panjang yang perakarannya dalam dan kuat, sangat dianjurkan ditanam didaerah dengan contur miring, selain akan membantu menahan erosi permukaan juga akan mampu menahan longsor. Untuk tanaman perkebunan berumur panjang/tanaman keras, dikenal dengan adanya pola tanam strip, pola tanam monokultur dan pola tanam tumpangsari (tanaman pangan dengan tanaman perkebunan) yang dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Pola tanam strip, merupakan pertanaman yang diatur dalam barisan (larikan) yang sejajar dengan contur, sehingga penanamannya berseling antara tanaman semusim dengan tanaman keras. Misalnya penanaman kelapa diantara tanaman palawija; 2) Pola monokutur adalah pola yang hanya mengusahakan satu jenis tanaman saja dan biasanya berorientasi pada komoditi yang bernilai ekonomi tinggi seperti tembakau,cengkeh, kelapa,kopi, kakao dll; 3) Pola tumpangsari (pola kebun) adalah pola campuran beberapa jenis tanaman yang berorientasi pada tanaman utama (tanaman perkebunan) seperti tumpangsari kelapa dengan jagung. Contoh jenis tanaman perkebunan perkebunan yang bermanfaat untuk konservasi tanah dengan memperhatikan syarat tumbuh dan pemeliharaan tanamannya, sebagai berikut:1. Tanaman perkebunan berumur pendek (tanaman semusim)a. Kapas (Gossypium sp), dengan syarat tumbuh: tanah bertekstur pasir sampai lempung pasiran, drainase baik (mampu menahan air), tinggi tempat dari datar rendah sampai ketinggian 400 m dpl, membutuhkan masa kering selama 5 bulan dan suhu optimum ± 30ºC. Waktu tanam harus disesuaikan agar tanaman muda selama 3 bulan pertama mendapat hujan yang cukup, Benih yang dibutuhkan sekitar 15-25 kg/ha, dengan jarak tanam antar barisan 100-120 cm dan jarak dalam barisan 40 cm. Dalam pemeliharaan perlu dilakukan penyiangan baik secara mekanik maupun secara kimia, dosis pemupukan tergantung jenis tanah secara umum pupuk urea 100 kg/ha, TSP 100 kg/ha dan 100 kg ZA/ha;b. Jahe (Zingiber offcinale), dengan syarat tumbuh: jahe dapat tumbuh di berbagai tipe tanah, tinggi tempat 250 -900 m dpl, membutuhkan suhu rata-rata ± 21-35ºC., sebelum tanam perlupengolahan tanah agar tanah gembur, remah dan subur, Jahe ditanam pada awal musim hujan dengan jarak tanam dalambarisan 25-30 cm dan antar barisan 45-60 cm. Dalam pemeliharaan perlu dilakukan penyiangan secara rutin untuk menghilangkan gulma di sekitar tanaman, kemudian dilakukan pembubunan pada saat tanaman berumur 1-1,5 bulan, dosis pemupukan pupuk urea 36 kg/ha, TSP 36 kg/ha dan KCl 80 kg /ha. 2. Tanaman perkebunan berumur panjang (tanaman keras)a. Kelapa (Cocos nucifera sp), Kelapa dapat tumbuh pada berbagai tekstur tanah dan toleran terhadap salinitas, pH 5-8, curah hujan minimal 130 mm dengan bulan kering tidak lebih dari 3 bulan, suhu optimum ± 27-28ºC, dengan ketinggian tempat 0-600 m dpl. Bibit kelapa menggunakan bibit kelapa hibrida atau kelapa dalam,dari pohon induk yang baik dan sehat, pengolahan tanah dilakukan 2 kali pembajakan dan 2 kali garu, Penanaman dilakukan pada awal musim penghujan dengan jarak tanam 9x9 m, dengan sistim segitiga sama sisi dengan jumlah tanaman 143 batang/ha dan ukuran lubang 60x60x60 cm. Dalam pemeliharaan perlu dilakukan penyiangan pada saat pembibitan (mencabut gulma sekitar bibit) dan penyiangan pada saat tanaman dewasa yang dilakukan secara mekanik maupun secara kimia, Pemupukan dilakukan dua kali setahun pada awal dan akhir musim hujan dengan menyebarkan disekitar pohon, dosis pemupukan tergantung umur tanaman yaitu: 0-2 tahun pupuk urea 100 gr/phon/thn, TSP 200 gr/pohon/thn dan KCl 200 gr/phon/thn, 2-10 tahun pupuk urea 1000 gr/phon/thn, TSP 750 gr/pohon/thn dan KCl 1000 gr/phon/thn dan 10-13 tahun pupuk urea 1500 gr/phon/thn, TSP 1000 gr/pohon/thn dan KCl 1500 gr/phon/thn. b. Kopi (Coffea sp), Dengan syarat tumbuh: jenis tanah yang diperukan tanaman kopi yaitu tanah lempung yang gembur dari tanah vulkanik dan lateritic, warna tanah hitam, coklat sampai warna merah dengan pH 4 atau 5 namun untuk kopi Arabika pH 3,5 dan kopi Robusta ph 4,0, curah hujan optimal 1700-3000 mm/th, dengan 3 bulan kering, Lahan diolah dengan cara dibajak/dicangkul sedalam ± 30 cm, penanaman dilakukan pada awal atau dalam musim hujan. Dalam pemeliharaan perlu dilakukan penyiangan baik secara mekanik maupun secara kimia, pemupukan dilakukan sebanyak dua kali pada awal dan akhir musim penghujan, dengan dosis pemupukan yaitu: 1-4 tahun pupuk urea 100 gr/phon/thn, TSP 80 gr/pohon/thn dan KCl 40 gr/phon/thn, 5-10 tahun pupuk urea 300 gr/phon/thn, TSP 120 gr/pohon/thn dan KCl 240 gr/phon/thn dan tambahkan pupuk organic secukupnya. Pengendalian hama dan penyakit dilakuan dengan cara kimiawi maupun mekanik.c. Coklat (Theobroma cacao L) Dengan syarat tumbuh: tanah bertekstur sedang atau geluh, drainase baik (mampu menahan air) dengan kedalaman lapis olah ± 1,5 m, tinggi tempat dari datar rendah sampai ketinggian 800 m dpl, dan suhu optimum ± 25ºC. Jarak tanam yang dianjurkan 3,6x3,6 m tergantung varietas yang ditanam, tanaman naungan (lamtoro dan dadap) ditanam dengan jarak 15x15 m. Dalam pemeliharaan perlu dilakukan penyiangan baik secara mekanik maupun secara kimia (herbisida), pemupukan dilakukan dua kalisetahun yaitu pada awal dan akhir musim penghujan dengan dosis pemupukan pupuk urea 250 gr/phn/thn, TSP 250 gr/phn/thn dan KCl 250 gr/phn/thn;d. Cengkeh (Eugenia aromatic L)Dengan syarat tumbuh: lapisan olah tanah dalam, tanah bertekstur pasir dan agak asam.penanaman umumnya di daerah perbukitan, dan suhu optimum ± 24-33ºC. Jarak tanam yang dianjurkan 3,6x3,6 m tergantung varietas yang ditanam, , diberi tanaman naungan pada awal pertumbuhan tanaman dengan jarak 9x9 m atau 4,5x9 m. Dalam pemeliharaan perlu dilakukan penyiangan baik secara mekanik maupun secara kimia (herbisida), pemupukan dilakukan setelah panen dengan dosis pemupukan pupuk urea 400 gr/phn/thn, TSP 500 gr/phn/thn dan NPK (15:15:15) 1000 gr/phn/thn. oleh : Ir. Sri Puji Rahayu, MM/ yayuk_edi@yahoo.comSumber : 1) Anonim, Tanaman Perkebunan Penunjang Konservasi Lahan, tahun 2008; 2) Dihimpun dari berbagai sumber