Pematang Sawah adalah batas dari petakan sawah dari satu petak ke petak lainnya. Upaya peningkatan produksi kedelai melalui Penambahan Areal Tanam Baru (PATB) yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal adalah pematang sawah yang memiliki luasan berkisar 5 – 8 persen dari luas areal sawah. Dari sisi kesuburan tanah, pematang sawah mempunyai kesuburan yang tinggi, sehingga berpotensi tanaman kedelai tumbuh dengan baik dikarenakan efek tanaman pinggiran, ketersediaan air cukup (kapasitas lapang), di tanam musim hujan dan air tidak tergenang. Kondisi tersebut memenuhi persyaratan tumbuh kedelai, sehingga pertumbuhan tanaman pada pematang lebih baik dan produksi buahnya lebih banyak. Keuntungan bertanam kedelai di pematang sawahKeuntungan tanam kedelai di pematang sawah antara lain : a) tanaman lebih subur, b) ketersediaan air cukup, dan c) produksi pertanaman lebih baik (jumlah polong per tanaman lebih banyak), serta d) perawatan lebih mudah. Budidaya kedelai di pematang sawahBudidaya kedelai di pematang sawah tidak jauh berbeda dengan budidaya kedelai di lahan kering maupun lahan sawah. Tahapan teknologi budidaya kedelai di pematang sawah ada 12 langkah yang dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Varietas dipilih sesuai dengan referensi petani dan pasar.Berbagai macam varietas kedelai telah banyak tersedia dan dapat ditanam petani dengan berbagai keunggulannya. Seperti varietas Grobogan provitasnya mencapai 3.4 ton per hektar, varietas Anjasmoro dengan provitas 2.3 ton per hektar, varietas Dena 1 yang tahan terhadap naungan dan memiliki provitas mencapai 2.9 ton per hektar.2) Benih bermutu dan sehat.Benih bermutu merupakan benih berlabel dengan tingkat kemurnian dan daya tumbuh yang tinggi. Ciri benih bermutu adalah benih murni dari suatu varietas, berukuran penuh dan seragam, daya tumbuh baik, bebas dari biji gulma, penyakit, hama, atau bahan lainnya. Menggunakan benih bermutu dan sehat adalah merupakan suatu syarat mutlak dalam upaya meningkatkan produksi.3) Persiapan lahan pematang sawah.Buatlah pematang agak lebar kurang lebih sekitar 35 – 40 cm sehingga tidak mengganggu aktivitas petani. perbaikan pematang dilakukan pada saat musim tanam padi. 4) Waktu tanam.Penanaman dilakukan setelah tanam padi, agar pertanaman kedelai di pematang tidak terganggu oleh aktivitas tanam padi. 5) Kebutuhan sarana produksi Sarana produksi meliputi benih, pupuk urea, Rhizobium dan bahan organik/dolomit. Kebutuhan sarana produksi disesuaikan dengan spesifik lokasi masing-masing wilayah. Secara umum dapat disampaikan penggunaan benih sekitar 2,5 – 4,0 kg/ha, pupuk Urea sekitar 4,0 – 6,0 kg/ha, Rhizobium: 12,5 – 20,0 gr/ha, Bahan Organik/Dolomit: 15,0 – 24,0 kg/ha. 6) Cara tanamPenanaman kedelai dilakukan dengan tugal yang diisi 2-3 tanaman per lubang, jarak tanam di dalam baris 10-15 cm, sedang jarak tanam antar baris tanaman tergantung lebar pematang antara 35 - 40 cm ( baris tanaman berada di kedua pinggir pematang). 7) Pemupukan disesuaikan dengan kesuburan tanah pematang. Untuk menjaga kesuburan pematang dapat dipupuk dengan sistem tugal atau dibenamkan diantar tanaman. 8) Penyiangan dilakukan jika gulma di pandang sudah mengganggu pertumbuhan tanaman kedelai. 9) Pengendalian OPT dilakukan berdasarkan pemantauan populasi OPT di lahan pematang. Pengendalian dapat di lakukan melalui cara fisik atau mekanik, kultur teknis, pestisida nabati, dan pestisida kimia yang diaplikasikan berdasarkan hasil pemantauanOPT. 10) Panen dapat dilakukan sebelum panen padi karena umur tanaman kedelai lebih pendek dari pada umur tanaman padi. 11) Kedelai siap panen dengan ciri-ciri daun dan polong mulai menguning dan kering (masak fisiologis). 12) Penanganan pasca panen, brangkasan kedelai dijemur dan bila sudah kering dilakukan perontokan. Biji dijemur kembali dan bila kadar air sudah mencapai 10 -15% dapat disimpan ditempat yang kering.Demikian informasi yang dapat disampaikan semoga bermanfaat.Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Teknologi Produksi Kedelai, Kacang Tanah, Kacang Hijau, Ubikayu dan Ubi Jalar, 2017. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.2) https://www.google.com3) www.litbang.pertanian.go.id