Loading...

Mau Belajar dan Belanja Anggrek, Ke P4S Sanderiana Orchid aja

Mau Belajar dan Belanja Anggrek, Ke P4S Sanderiana Orchid aja
Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Sanderiana Orchid yang terletak di Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok hampir tak pernah sepi dari orang-orang yang ingin belajar maupun melakukan penelitian mengenai tanaman anggrek. Tiap bulan, bahkan minggu ada saja yang datang mulai mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, pelajar, hingga masyarakat umum. Para pengunjung itu tinggal beberapa hari, bahkan berbulan-bulan, mengikuti pelatihan dalam budidaya anggrek. “Potensi pasar tanaman anggrek juga masih sangat besar, bahkan harganya cenderung stabil dari tahun ke tahun,” ujar Wakil Ketua P4S Sanderiana Orchid, Wuryan Wijayanti, saat menerima kunjungan Ketua dan Sekjen Forum Komunikasi P4S Nasional, Kamis (17/06/2021). Menurut Wuryan, semula bibit anggrek hasil budidaya kami hanya dititipkan ke beberapa petani atau tempat penjualan tanaman hias di sekitar wilayah Jabodetabek saja. Namun, kini tanaman anggrek hasil produksinya selalu kebanjiran pesanan, ditambah lagi dengan penjualan online yang dilakukan. Bagi pengunjung yang ingin membawa pulang anggrek sebagai buah tangan, banyak alternatif varietas anggrek yang bisa dibawa pulang, harganya pun terjangkau. Pengunjung juga bisa berbelanja berbagai penunjang tanaman, seperti pot, pupuk, alat pemotong tanaman, dan berbagai sarana lainnya, tambahnya. Ditempat yang sama, Ketua Forum Komunikasi P4S Nasional, Ir. Suhandi mengungkapkan bahwa P4S juga menjadi mitra pemerintah dalam pengembangan Sumber Daya Manusia pertanian, khususnya petani dan masyarakat perdesaan. Suhandi juga menuturkan, pembinaan P4S harus tetap dilakukan sebagai upaya meningkatkan kapasitas P4S dalam menyelenggarakan pelatihan atau permagangan bagi petani dan masyarakat. Sementara itu, Yanti Safitri selaku Ketua Forum Komunikasi P4S Kota Depok, menjelaskan “saat ini kami sedang menumbuhkembangkan P4Smart serta berupaya menggandeng Pemerintah setempat untuk menjadikan kawasan tersebut menjadi Kawasan Wisata Anggrek (Kampung Hortikultura) dengan melibatkan KTNA Kecamatan Bojongsari dan beberapa elemen masyarakat lainnya,” ujarnya. Sebelumnya, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menginginkan sub sektor hortikultura lebih baik dari tahun ke tahun dan mampu meningkatkan neraca ekspor. Pengembangan hortikultura harus holistik, terintegrasi hulu hingga hilir. Upaya yang tengah digencarkan salah satunya melalui program kampung hortikultura. Salah satu program yang sedang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura adalah 1000 Kampung Hortikultura. Program ini merupakan salah satu upaya Kementerian Pertanian (Kementan) mengonsolidasi lahan-lahan dalam satu kawasan kesatuan administratif. Sejak 2021, Kementerian Pertanian mengembangkan setidaknya 1000 kampung hortikultura terdiri dari kampung buah, kampung sayuran, kampung tanaman obat dan kampung florikultura. “Untuk kategori florikultura terdiri dari kawasan krisan, anggrek, mawar dan melati,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto. Kampung Hortikultura mengusung konsep One Village One Variety (OVOV). Komoditas unggulan yang akan dikembangkan, dipilih berdasarkan kesesuaian agroekosistemnya dan permintaan pasar untuk menjamin pemasaran hasilnya. “Kalau kita mau memajukan hortikultura, maka kita harus mulai menggunakan konsep ini, sementara tujuan terbentuknya kampung hortikultura berujung pada kesejahteraan petani,” tambahnya. Selanjutnya, produk yang dihasilkan akan diregistrasi dan disertifikasi untuk memudahkan dalam monitoring serta pengontrolan kualitas, pengawalan dan pendampingan secara intensif juga akan dilakukan dari hulu hingga hilir. Diharapkan pengembangan hortikultura melalui pendekatan kampung ini dapat lebih memudahkan masuknya dukungan fasilitasi lainnya seperti akses permodalan melalui pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR), mekanisasi, pengairan, kelembagaan, pemasaran sehingga ke depan dapat mendukung pembentukan Korporasi Petani,” pungkas Prihasto.