Saat ini perkembangan teknologi dan informasi semakin pesat, tidak bisa dipungkiri kebutuhan akan akses informasi yang diinginkan masyarakat untuk mengetahui fenomena yang sedang terjadi semakin ikut berkembang. Fenomena meningkatnya kebutuhan akan akses informasi yang dituntut masyarakat didukung pula dengan adanya media online sebagai media yang praktis, cepat dan efisien demi memenuhi hasrat masyarakat akan informasi. Asep Syamsul M. Romli dalam buku Jurnalistik Online mengartikan bahwa media online adalah media massa yang tersaji secara online di situs web (website) internet. Media online adalah media massa "generasi ketiga" setelah media cetak (printed media) seperti koran, tabloid, majalah, buku dan media elektronik (electronic media) seperti radio, televisi, dan film/video. Media Online merupakan produk jurnalistik online(cyber journalisme) didefinisikan wikipedia sebagai "pelaporan fakta atau peristiwa yang diproduksi dan didistribusikan melalui internet". Secara teknis atau "fisik", media online adalah media berbasis telekomunikasi dan multimedia (komputer dan internet). Termasuk kategori media online adalah portal, website (situs web, termasuk blog), radio online, TV online, dan email. Karakteristik dan keunggulan media online dibandingkan "media konvensional" (cetak/elektronik) antara lain:1. Kapasitas luas –halaman web bisa menampung naskah sangat panjang.2. Pemuatan dan editing naskah bisa kapan saja dan di mana saja.3. Jadwal terbit bisa kapan saja bisa, setiap saat.4. Cepat, begitu di-upload langsung bisa diakses semua orang.5. Menjangkau seluruh dunia yang memiliki akses internet.6. Aktual, berisi info aktual karena kemudahan dan kecepatan penyajian.7. Update, pembaruan informasi terus dan dapat dilakukan kapan saja.8. Interaktif, dua arah, dan "egaliter" dengan adanya fasilitas kolom komentar, chat room, polling, dsb.9. Terdokumentasi, informasi tersimpan di "bank data" (arsip) dan dapat ditemukan melalui "link", "artikel terkait", dan fasilitas "cari" (search).10. Terhubung dengan sumber lain (hyperlink) yang berkaitan dengan informasi tersaji. Seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya petani dan pelaku pertanian serta kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta pertimbangan efektivitas dan efisiensi penyebarluasan informasi, salah satu solusi ditawarkan dalam rangka mengatasi persoalan transfer teknologi dan pengetahuan pertanian adalah pemanfaatan information and communication technologies (ICTs) yang untuk penyuluhan pertanian dikenal dengan sebutan "cyber extension" yang merupakan penggunaan jaringan online, komputer dan digital interactive multimedia untuk memfasilitasi diseminasi teknologi pertanian. Model ini dipandang sangat strategis karena mampu meningkatkan akses informasi bagi petani, penyuluh, peneliti, baik di lembaga penelitian maupun di universitas serta para pimpinan penyuluhan. Selain menggunakan "cyber extension", penyuluhan pertanian saat ini juga menggunakan multiple information system bagi masyarakat pedesaan untuk mendukung usaha dan bisnis pertanian serta perbaikan ekonomi rumahtangga pedesaan. Betapa berpengaruhnya teknologi informasi dan komunikasi yang dikembangkan didalam bidang pertanian khususnya untuk mempermudah proses berjalannya diseminasi teknologi pertanian dan meningkatkan hasil yang bekualitas. Petani kini tidak lagi terpuruk kedalam keterbelakangan dalam pembangunan pertanian dunia, tetapi petani bisa menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk mewujudkan pembangunan pertanian yang berkualitas dan modern. Dengan adanya teknologi yang digunakan dalam penyuluhan pertanian diharapkan dapat meningkatkan layanan penyuluhan pada aktivitas petani dalam menyediakan inovasi pertanian yang semakin baik dan membantu para penyuluh pertanian dengan memainkan peran dalam mengkoordinasikan unsur pertanian di daerah agar dapat terjalin kerjasama dengan pemangku kepentingan lainnya.( Nurlaily) Sumber :1. Asep Syamsul M. Romli dalam buku Jurnalistik Online: Panduan Mengelola Media Online (Nuansa, Bandung, 2012).2. http://aprienkurniawan04.blogspot.co.id.