Loading...

media semai tentukan kualitas pertumbuhan tanaman hortikultura

media semai tentukan kualitas pertumbuhan   tanaman hortikultura
keberhasilan dalam budidaya tanaman hortikultura salah satu faktor yang sangat penting diperhatikan adalah dalam penyiapan media semai tanaman, dimana media semai merupakan tempat tumbuh benih generatif pertama kali sehingga perlu media tanah yang sehat dan banyak mengandung nutrisi yang sangat diperlukan untuk tumbuh benih yang berkualitas dan menjadi bibit tanaman yang subur serta perakarannya kuat sebelum dipindah ke kondisi lapangan penanaman yang sesungguhnya dan juga mengurangi kematian bibit lebih banyak khususnya pada tanaman sayuran seperti : cabe, tomat, selada, sawi, dan sebagainya. bebagai media semai yang biasa digunakan misalnya : tray, polibag, cetak, atau bedengan jika bibit dalam jumlah masal. cara membuat media tanam hortikultura adalah tanah bagian atas (top soil) disarankan menggunakan tanah hutan atau tanah yang berasal dari sekitar tumbuhan bambu dicampur dengan tanah lempung yang digunakan sebagai perekat antara tanah biasa dan pasir. pasir digunakan sebagi media porositas akar-akar kecambah baru yang masih lembut, bisa juga diberikan tambahan pupuk organik atau pupuk kompos yang sudah matang tetapi lebih baik pilih pupuk yang benar-benar halus dengan melakukan pengayakan terlebih dahulu. campurkan tanah dan pupuk organik dengan komposisi 1:1, atau tergantung kondisi yang diperlukan setelah tencampur jika diperlukan bisa ditambahkan air hingga kondisi tanah tersebut jika dikepal tidak ambrol tetapi agak basah. menyiapkan media persemaian jika menggunakan persemaian tray, masukkan media tanah pada tray dan padatkan agar tanah bisa mencengkeram tanaman, maka tray siap digunakan. jika menggunakan persemaian polibag, masukkan media tanah dengan menambah arang sekam dengan komposisi 1:1 pada polibag, maka polibag siap digunakan. sementara, jika menggunakan persemaian cetak, media tanah yang sudah disiapkan tadi disiram menggunakan air agar tanah bisa solid dan mudah dibentuk serta tidak mudah ambrol. untuk membuat tanah berbentuk kotakan-kotakan kecil, gunakanlah cetakan. kemudian, lubangi sedalam 1—2 cm untuk memasukkan benih dan siap digunakan. untuk membuat persemaian dalam jumlah besar bisa juga menggunakan bentuk bedengan. buatlah bedengan dan campurkanlah media tanam tadi pada bagian atas dengan ketebalan campuran sekitar 5—7 cm, terutama tanaman yang baru proses pertumbuhan kemudian siram bedengan dengan menggunakan air secukupnya dan lakukan penyebaran bibit di atas bedengan tersebut. selanjutnya buat tutup bedengan menggunakan bambu penyangga yang dilengkungkan dan ditutup menggunakan paranet jika bedengan dibuat untuk permanen, namun jika hanya dibuat sementara cukup menggunakan plastik bening. cara ini dilakukan untuk melindungi bibit dari guyuran air hujan dan biasanya cara ini digunakan untuk tumbuhan yang memiliki siklus pertumbuhan yang pendek seperti sawi dan caisim. (lilik winarti, penyuluh pertanian) sumber , berbagai pustaka