Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE Buah merupakan bahan pangan penghasil Vitamin dan mineral. Ketersediaan buah di Kabupaten Tegal hampir tidak pernah kekurangan, hal ini disebabkan selain adanya buah impor seperti Apel, Anggur dan Jeruk mandarin di Kabupaten Tegal juga punya potensi buah lokal seperti Mangga, Durian, Manggis, rambutan, Pisang dan Duku. Musim buah yang tidak bersamaan antar jenis menjadikan ketersediaan buah tetap ada sepanjang waktu. Komoditas Lokal potensial “Duku Kesuben“ sebagai salah satu buah unggulan Kabupaten Tegal memiliki potensi untuk dikembangkan. Buah dengan nama latin “Lansium domesticum Corr“. ini banyak tumbuh di desa Kesuben, Balaradin dan Yamansari Kecamatan Lebaksiu. Saat ini, populasi Duku Kesuben masih relatif sedikit yaitu 500- 600 batang dengan variasi umur dari 10-100 tahun lebih. Prospek agribisnis buah duku masih sangat cerah. Meskipun di kota bermunculan pedagang buah duku Palembang tetapi “Duku Kesuben “ sudah punya nama dikalangan penggemar buah. Duku kesuben memiliki tekstur buah yang lembut dan rasanya manis. Kita memang tidak mendapatkan buah duku Kesuben sepanjang tahun karena duku merupakan buah musiman. Musim buah di kabupaten Tegal secara berurutan sebagai berikut : bulan Oktober–Nopember merupakan musin mangga, bulan Desember–Januari musim rambutan, Januari Pebruari musim Durian, sedangkan Duku Kesuben pada bulan Pebruari–Maret. Pada musim duku biasanya akan ada pedagang yang berjualan di pinggir jalan di Desa Kesuben, selain itu ada 3 pengepul buah duku untuk pengiriman luar kota. Bagaimana mendapatkan produktivitas buah tinggi dan berkualitas Produktivitas dan kualitas buah duku sangat tergantung pada faktor lingkungan, jenis/sifat tanaman, dan juga pemeliharaan Kualitas buah yang baik sangat menentukan harga jual di pasaran, oleh karenanya dalam budidaya duku perlu adanya penanganan yang baik. Desa kesuben dan sekitarnya merupakan daerah yang cocok untuk pengembangan duku, karena buah ini tumbuh dan berbuah baik di daerah ini. Tanaman duku tumbuh optimum di daerah dengan iklim basah sampai agak basah dengan curah hujan antara 1500–2500 mm/tahun dengan intensitas cahaya matahari tinggi. Tanah yang subur, banyak mengandung bahan organik dan beraerasi baik merupakan media yang disukai untuk tumbuh dan berproduksi dengan baik. Tanaman ini lebih suka pada daerah lereng karena tanah tidak tergenang. Cara perbanyakan tanaman Selain kesuaian agroekosistem, kualitas bibit yang ditanam merupakan faktor yang sangat penting. Pertumbuhan tanaman duku sangat lambat, tanaman yang berasal dari biji akan berbuah setelah berumur 10–12 tahun. Sedangkan bibit hasil okulasi / cangkok akan lebih cepat berbuah. Di desa Kesuben, tanaman duku banyak dikembangkan dengan biji, sedangkan perbanyakan vegetatif jarang dilakukan. Pemeliharaan Tanaman Pemeliharaan tanaman yang harus dilakukan adalah pengairan / penyiraman pagi dan sore atau di leb 1 minggu sekali terutama menjelang berbunga hingga terbentuknya buah / pentil. Tanaman duku di desa Kesuben biasanya mulai berbunga bulan September–Oktober dan akan panen 5-6 bulan (Pebruari–Maret). Kekurangan air dapat mengakibatkan pertumbuhan / perkembangan bunga dan buah kurang optimal, sedangkan bila air menggenang cukup lama mengakibatkan bunga/buah rontok. Agar pertumbuhan dan produktivitas tetap kontinyu perlu dilakukan pemberian pupuk organik maupun pupuk NPK dengan cara membuat alur melingkar diluar tajuk daun setelah buah dipanen Waspadai serangan Hama Duku Hama buah duku yang paling dominan adalah kelelawar, penggerek buah, kutu putih, dan kutu perisai. Buah duku yang matang menjadi sasaran empuk bagi kelelawar. Upaya pengendalian kelelawar dengan cara membungkus buah menggunakan widig /bronsong /anyaman bambu. Pembungkusan dilakukan sejak buah duku masih hijau atau 1-1,5 bulan sebelum panen Banyaknya pembungkus yang diperlukan tergantung umur tanaman. Tanaman berumur 8 - 10 tahun dapat menghasilkan buah 80-150 kg/pohon, jumlah bungkus/widig yang diperlukan lebih kurang 300-400 buah, tanaman berumur 30 tahun lebih biasanya dapat menghasilkan buah 300-350 kg/pohon dengan jumlah widig yang dibutuhkan 800 sampai 1000 buah. Dalam pemasangan widig harus dilakukan secara hati-hati agar buah tidak banyak yang rontok. Kebutuhan widig dapat dipenuhi dengan cara menyewa Rp. 750-1000/buah dengan biaya pasang Rp. 700,-/widig . Sedangkan kalau beli widig sendiri harganya Rp. 2500,-/widig dan dapat dipakai selama 3 musim. Hama selain kelelawar meskipun menimbulkan kerusakan tetapi belum banyak pengendalian oleh petani. Panen dan pemasaran Buah duku dipanen 5–6 bulan setelah pembungaan, buah sudah berwarna kuning. Untuk mendapatkan kualitas buah yang baik pemanenan dilakukan secara bertahap dalam satu pohon. Alat panen yang digunakan yaitu keranjang/waring. Buah dipetik bersama tandan dengan terlebih dulu membuka bungkusnya. Panen dilakukan secara hati-hati untuk menghindari rontok. Pada saat panen biasanya akan banyak orang yang menunggu dibawah pohon untuk berebut buah yang jatuh ketanah. Setelah buah dipanen dilakukan sortasi buah sesuai dengan kualitas , ditingkat petani ada 2 kelas mutu yaitu super dan afkir /blending. Kualitas super dihargai Rp 16. 000,-/kg, sedang kualitas blending ( kecil, agak hijau ) dihargai Rp 6.000,-./kg. Buah duku tidak dapat disimpan lama/ mudah rusak, kulit buah akan cepat berubah warna menjadi kecoklatan (4-5hari ). Penyimpan dengan menggunakan kotak kayu yang ditempatkan pada ruangan yang lembab sangat dianjurkan apabila tidak segera di pasarkan. Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:none; mso-hyphenate:none; text-autospace:ideograph-other; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:F; mso-font-kerning:1.5pt;} Jenis duku Kesuben merupakan jenis unggul dan sangat diminati oleh masyarakat. Agar keberadaan duku Kesuben makin eksis dan berkembang perlu adanya upaya pelestarian jenis duku spesifik lokal. Selain digunakan sebagai pohon induk juga digunakan sebagai sumber bibit, tentunya melalui seleksi terhadap pohon yang sudah cukup tua , sehat , berproduksi secara stabil memiliki kualitas buah baik dan produksi tinggi. Selain itu juga perlu adanya fasilitasi bagi petani dari pemerintah melalui dinas terkait untuk pengembangan komoditas tersebut baik dalam bentuk bimbingan teknis , permodalan dan pemasarannya. (disarikan dari berbagai sumber). WAENDAH S.PKP (Penyuluh Pertanian Kab. Tegal) /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:none; mso-hyphenate:none; text-autospace:ideograph-other; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:F; mso-font-kerning:1.5pt;}