Loading...

Melirik Potensi Tebu Kabupaten Bone

Melirik Potensi Tebu Kabupaten Bone
Kabupaten Bone merupakan salah satu kabupaten di pesisir timur Propinsi Sulawesi Selatan yang berjarak sekitar 174 km dari Kota Makassar. Wilayah Kabupaten Bone termasuk daerah beriklim sedang. Kelembaban udara berkisar antara 95% - 99% dengan temperatur berkisar 260-430oC. Pada periode April-September, bertiup angin timur yang membawa hujan. Sebaliknya pada Bulan Oktober-Maret bertiup Angin Barat, saat dimana mengalami musim kemarau di Kabupaten Bone. Dengan rata-rata curah hujan tahunan diwilayah Bone bervariasi, yaitu: rata-rata <1.750 mm; 1750-2000 mm; 2000-2500 mm dan 2500-3000 mm. Dengan kondisi wilayah tersebut, maka tebu merupakan salah satu tanaman perkebunan potensial di Kabupaten Bone. Namun berdasarkan data Bone dalam Angka_BAPPEDA 2012 terjadi penurunan drastis di tahun 2011, produksi tanaman perkebunan tebu rakyat dari 61.772 di tahun 2010 menjadi 28.405 di tahun 2011. Terjadinya penurunan ini sungguh sangatlah disayangkan. Adanya kondisi tersebut terjadi kemungkinan akibat adanya perubahan lahan garapan tebu menjadi alih fungsi, baik itu menjadi lahan pertanian lain, lahan pemukiman maupun kondisi sosial budaya masyarakat. Gula dari hasil pengolahan tebu merupakan salah satu komoditas strategis dalam perekonomian Indonesia. Gula juga merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat, maka dinamika harga gula akan mempunyai pengaruh langsung terhadap laju inflasi. Seiring dengan pertambahan populasi penduduk, pada tahun-tahun mendatang kebutuhan gula dalam negeri diperkirakan akan terus meningkat. Dalam rangka meningkatkan potensi tebu rakyat, Kementerian Pertanian melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Petani Melalui Pengawalan dan Pendampingan Penyuluh di Sentra Produksi Tebu dalam rangka memantapkan sistem penyuluhan pertanian di Kabupaten Bone. Dengan menitikberatkan pemantapan sistem penyuluhan di 16 WKPP (Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian), diharapkan petani termotivasi dalam mengembangkan pertanian tebu mereka, tentunya dengan berbagai kendala yang dihadapi termasuk kondisi alam yang tidak bisa dihindari. Wahyuni Gazali selaku Kasubid Pembinaan Kelembagaan Petani mengatakan kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik, maka diperlukan sumberdaya manusia yang handal terutama bagi pelaku utama. Sehubungan dengan hal tersebut pengawalan dan pendampingan para penyuluh sangat menunjang dalam meningkatkan kapasitas pelaku utama dalam mengusahakan komoditas tebu, khususnya di Kabupaten Bone . (adm)