Loading...

Melon Hidroponik Dengan Menggunakan Sistem Fertigasi (Irigasi Tetes)

Melon Hidroponik Dengan Menggunakan Sistem Fertigasi (Irigasi Tetes)
Melon Hidroponik Dengan Menggunakan Sistem Fertigasi (Irigasi Tetes) Melon (Cucumis melo L.) merupakan nama buah yang sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia. Melon termasuk dalam suku labu-labuan atau Cucurbitaceae. Buah melon biasanya disajikan sebagai makanan penutup atau di iris-iris sebagai campuran es buah. Dilihat dari prospek pasar, melon merupakan tanaman yang menjanjikan, apalagi dikemas dengan balutan teknologi cara tanam yang berbeda, dengan hidroponik misalnya. Melon akan mempunyai nilai jual yang lebih dibandingkan dengan melon yang ditanam dengan cara konvensional. Berawal dari ilmu yang didapat dari internet dan hasil arahan dari PPL dan Mantri Tani di desanya serta melihat peluang pasar yang ada, seorang petani di Desa Gayam Kecamatan Botolinggo Kabupaten Bondowoso Propinsi Jawa Timur berniat menanam melon hidroponik dengan menggunakan sistem fertigasi atau disebut juga sistem irigasi tetes. Junaidi, begitu orang-orang mengenalnya sebagai ketua kelompok tani Mangga Mas 10 di Desa Gayam Kecamatan Botolinggo. Didampingi seorang penyuluh pertanian (Krisna Susanda) dan seorang Mantri Tani (Yudi Arif Priyono, S.P), Junaidi berani mengepakkan sayap untuk mengembangkan melon hidroponik dengan sistem fertigasi (sistem irigasi tetes). Bermodalkan lahan seluas 1500 m2 yang kemudian ia membuat sebuah greenhouse seluas 400m2, ia menanam melon hidroponik dengan sistem fertigasi yang menggunakan media tanam cocopeat dengan populasi tanaman­ +1200 pohon. Varietas yang ia tanampun sudah bermacam-macam, misalnya varietas action, sakata dan golden. “Varietas action dan sakata produksinya rata-rata 2kg aper buah, dan varietas golden rata-rata 1kg per buah, tapi meski begitu harga varietas golden bisa 2x lebih mahal dari pada varietas action dan sakata” demikian penuturan dari sang ketua kelompok tani. Untuk selanjutnya ia akan mencoba varietas lain yang kabarnya lebih laku di pasaran, varietas tersebut yaitu varietas kirani dan varietas adinda. Dari pengalaman yang telah dijalani mulai pertengahan tahun 2019 silam, junaidi tak cukup puas dengan ilmu dan hasil yang telah didapat. Berdasarkan arahan dari Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura (Ir. Winarto, M.Si) dan Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (H. Saroni, S.P) Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso, Junaidi dan beberapa anggota poktan didampingi oleh PPL dan Mantri Tani setempat melakukan study banding ke SMK 1 Tlogosari Kab. Bondowoso untuk menambah wawasan tentang melon hidroponik dengan sistem fertigasi. Sang ketua berencana akan menambah jumlah greenhouse di wilayah kelompok taninya, sementara para anggota berharap rencana itu sudah bisa terealisasi di akhir tahun 2021 ini, agar kesejahteraan anggota kelompok tani serta keluarganya semakin meningkat. YUDI ARIF PRIYONO, S.P.